
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*********
Satu bulan kemudian
Bandung
Di sebuah hotel bintang empat sedang berlangsung pernikahan antara Bagas dan Indri. Berawal dari cinta sepihak dari Indri perlahan namun pasti akhirnya mampu membuat Bagas menerima gadis lucu dan imut sahabat Safira itu. Cintanya pada Safira sudah hilang entah kemana karena sejak dirinya patah hati hingga memutuskan mengakhiri masa lajangnya hanya Indri yang setia menemaninya memberikan perhatian dan cinta yang tulus untuknya.
Gayung bersambut kedua orang tua Bagas juga menyukai Indri yang sering main ke rumah Bagas walau hanya sekedar untuk memberikan buah tangan atau silaturahmi saja yang kebetulan Indri dan keluarganya juga berasal dari kota Bandung walau beda kecamatan dengan kediaman orang tua Bagas.
__ADS_1
Seorang wanita bergaun magenta berjalan dengan senyum sumringah menuju ke arah pelaminan tempat kedua mempelai berdiri. Ia datang seorang diri ke acara pernikahan sahabatnya itu.
"Safira, ya ampun akhirnya kamu datang juga. Aku kangen kamu" ucap Indri sambil memeluk haru sahabat karibnya yang telah hilang beberapa bulan ini tanpa jejak.
"Pengantin baru jangan nangis atuh, nanti make up nya luntur dan hotelnya bisa banjir neng" ucap Safira dengan tertawa mengejek Indri.
"Ih sebel, telepon dan chatku gak direspon bahkan ponselmu mati seakan terkubur di kerak bumi saja. Oh ya kamu ke sini sama suamimu kan? Mana Mas Tyo dan apa kabar nih calon keponakanku dalam sini" ucap Indri seraya mengelus perut Safira yang rata sang mengedarkan pandangan mencari Tyo.
"Ehmm.. Melisa ke mana ya kok gak kelihatan sih?" tanya Safira mengalihkan suasana.
"Melisa dan suaminya gak bisa ke sini, sekarang mereka sedang di Manado karena ada sanak saudara dari suaminya yang tengah berduka jadi tadi pagi dia langsung telepon aku selain maaf dia juga mengucapkan selamat atas pernikahanku dengan Mas Bagas" ucap Indri sendu karena satu sahabatnya tak bisa hadir.
"Aa Bagas, aku tinggal ke sana sebentar dengan Safira ya, gak apa-apa kan? Toh tamunya sudah tak banyak karena sudah larut malam juga" tanya Indri pada suaminya.
"Iya neng, sekalian minta belajar ke Safira buat nyenengin Aa nanti malam ya" ucap Bagas tanpa tedeng aling-aling.
__ADS_1
"Ha...belajar apaan? Masak kan aku sudah jago lho selama beberapa bulan ini ikut kursus dan belajar dari Mama Aa Bagas. Soal membersihkan rumah sejak jaman aku single sudah mandiri ngekos atuh Aa, emang belajar apa lagi?" tanya Indri polos yang membuat Safira cekikikan mendengar obrolan suami istri di depannya ini.
"Aduh neng gimana jelasinnya ya, jadi bingung nih Aa" ucap Aa Bagas sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Biar nanti Indri aku privat biar bikin Mas Bagas nanti malam merem melek deh" ucap Safira sambil tertawa terbahak-bahak.
"Astaga Aa ternyata yang dimaksud Aa teh belajar pegang burung yang tak punya sayap kepunyaan Aa yang gelantungan di bawah itu?" tanya Indri sambil menggendikkan dagunya mengarah ke senjata laras panjang kepunyaan Bagas.
"Hehe iya neng" ucap Bagas cengar cengir tanpa dosa.
"Ya ampun Aa malu-maluin aku depan Safira nanti malam aku service sampai Subuh, puas" ucap Indri dengan nada kesal karena malu dan raut wajahnya sudah seperti kepiting rebus berlalu meninggalkan Bagas dengan menggeret tangan Safira ke tempat lain.
Di sudut lain seorang lelaki tengah menatap dengan mata berkaca-kaca karena untuk pertama kalinya ia melihat wanita yang ia cintai tengah tersenyum dan tertawa bahagia setelah menghilang beberapa bulan lamanya tanpa kabar dan jejak.
"I miss you" ucapnya dalam hati.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Hari Senin jangan lupa bagi hadiah seikhlasnya ya sobat Safira semua. Hatur nuhun...