CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Benda Keramat


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*******


Di dalam kamar mandi, Safira begitu terkejut dan membuatnya menutup mulutnya untuk menahan tawa. Karena ia tak tahu kamar mandi hotel tempat ia menginap termasuk kedap suara. Sehingga ia tak mau Tyo mendengar suaranya yang sedikit cekikikan.


Safira mendapati sebuah cel@na d@lam pembungkus senjata masa depan suaminya yang berwarna hitam teronggok di ujung kamar mandi. Mungkin sang pemiliknya lupa membereskan kekacauan bermain solo karir namun jejak forensik yang lupa ia bersihkan justru membuat istrinya itu tertawa gemas akan kelakuan CEO Arogan yang gengsinya selangit.


Safira membuka dan mendapati sedikit lelehan es krim vanil@ milik suaminya sepertinya sebelum bermain solo karir sudah sedikit meleleh akibat hawa panas yang entah datang darimana.


"Dasar lelaki aneh, sudah punya istri masih demen main sendiri. Apa enaknya coba" ucap Safira. Walau ia sendiri juga tak tahu bagaimana rasanya dan tak pernah melihat film yang dewas@ berisi 21+.


Jika film yang ada adegan ciuman tentu ia pernah menontonnya di bioskop dengan teman kuliahnya dahulu.


Sebagai istri yang baik, akhirnya sebelum membersihkan diri, ia mencuci cel@na d@lam suaminya itu dengan sabun dan pelembut yang tersedia. Dikarenakan mereka menginap di president suite jadi fasilitas yang mereka dapatkan sangat lengkap.


Setelah selesai mencuci bersih, maka ia tak lupa mengeringkan dengan hair dryer. Setelah kering, ia letakkan benda keramat itu terlebih dahulu ke gantungan jemuran kecil di dalam kamar mandi. Bergegas ia mandi agar tak terlambat sholat subuh.


Setelah selesai mandi, tak lupa ia setrika sejenak cel@na d@lama milik suaminya itu dan ia bawa keluar lalu ia letakkan di tempat khusus. Ia sudah mengenakan mukena dan berusaha membangunkan suaminya yang tidur bertelanjang dada dan hanya memakai boxer saja.


"Mas Tyo bangun mas, sudah Subuh. Ayo sholat Subuh dulu, jika ngantuk nanti abis sholat bisa tidur lagi" ucap Safira dengan lembut sambil mengelus tangan dan rambut Tyo.


Tyo pun yang terusik dengan apa yang dilakukan Safira mendadak bangun dan menyipitkan mata seakan melihat bidadari pagi hari.

__ADS_1


"Ehm...cantik" ucap Tyo tanpa sadar sambil tersenyum.


"Eh...siapa yang cantik Mas?" ucap Safira dengan pipi bersemu merah.


Tyo pun mengerjapkan matanya lalu ia begitu kaget saat yang di depannya adalah Safira istrinya yang memakai mukena. Walau memang Safira terlihat cantik dengan kondisi pagi ini tetap ego yang bersemayam di hatinya dan tak mau terpojok malu oleh istrinya itu akhirnya ia membantah ucapannya.


"Ngapain sih bangunin aku, huh..lagi mimpi indah ketemu bidadari eh malah kamu yang nongol. Ganggu mimpi orang saja" gerutu Tyo.


"Astaga Mas, aku cuma bangunin kamu sholat Subuh nanti keburu waktu Subuh habis" ucap Safira lirih.


"Kamu sholat aja sendiri, aku masih ngantuk. Awas kalau ganggu tidurku lagi" bentak Tyo.


Lalu Tyo menutup tubuhnya dengan selimut dan memejamkan matanya kembali. Safira mengela nafas berat namun usaha yang ia lakukan masih gagal. Alhasil pagi pertama menjadi istri seorang Tyo ia masih sholat sendiri.


Saat keduanya sudah rapi dan akan menikmati sarapan di balkon kamar mereka , dimana sebelumnya tadi petugas hotel telah datang dan menyiapkan sarapan mereka di balkon atas permintaan Tyo. Lalu Safira mendekati Tyo yang tengah memakai kaos oblongnya dan tengah bercermin.


Tentu muka Tyo mendadak berubah seperti kepiting rebus namun ia berusaha menetralkan kembali menjadi dingin. Ia ambil miliknya dengan keras lalu membuangnya ke tempat sampah di ujung kamar mereka. Lalu ia berjalan menuju balkon.


"Lho Mas kok dibuang? Sudah bersih itu, kan sayang kalau dibuang" ucap Safira sendu.


"Ayo buruan makan, aku lapar. Kamu gak perlu khawatir. Satu pabriknya bisa aku beli buat apa mencuci segala" ucap Tyo dengan nada tinggi.


"Aku paham Mas, kamu memiliki banyak uang bisa membeli apapun yang kamu mau. Tapi tak semua hal bisa dinilai dengan uang melulu. Sebagai istri sudah kewajiban aku melakukan hal tadi, karena itu milik pribadi suamiku yang tentunya aku tak mengijinkan orang lain melihatnya apalagi membersihkannya. Fitrahnya sebagai istri yang berbakti pada suami salah satunya membersihkan hal terdalam dan terpenting milik suami" ucap Safira sendu.


"Jangan merusak suasana mood sarapanku pagi ini. Setelah sarapan kita langsung ke bandara sesuai keinginan mama dan papa agar kita bulan madu ke Maldives" ucap Tyo.


Safira pun akhirnya menurut dan tak mau berdebat panjang dengan suaminya, ia sarapan dengan Tyo namun suasana bahagia tak tampak pada meja makan mereka. Hanya suara denting sendok garpu pada piring masing-masing yang terdengar.

__ADS_1


Tyo tak mengijinkan Safira melayaninya di meja makan karena ia terbiasa melakukan semua hal sendiri dan tentunya ego yang tinggi selalu unggul dalam hati dan pikirannya.


"Ya Tuhan kuatkan aku menghadapi ini semua. Tabahkan hatiku, luaskan sabarku dan rayulah hati suamiku agar mau memberikan sedikit cintanya padaku" ucap Safira berdoa dalam hati.


Setelah usai sarapan, mereka berdua langsung diantar sopir ke Bandara. Mama dan Papa Tyo serta Dimas menunggu pengantin baru di sana untuk mengucapkan selamat berbulan madu dan beberapa permintaan lainnya.


Setibanya di Bandara, Mama Tyo langsung menghamburkan pelukan pada menantunya, Safira. Sebelumnya Safira sudah mencium tangan kedua mertuanya itu.


"Anak Mama sudah berpindah tangan ya?" sindir Tyo.


"Dasar anak bandel, kamu juga kalau selama ini mama peluk selalu protes katanya bukan anak kecil lagi. Sekarang Mama peluk Safira kenapa kamu protes, dasar labil" ucap Mama Tyo apa adanya.


Papa Tyo, Dimas dan Safira hanya senyum sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka berdua.


"Sudah-sudah kenapa malah ribut hal sepele. Kalian sudah mau boarding tuh. Hati-hati di jalan dan Tyo jangan lupa buatlah Safira selalu bahagia dan tersenyum" ucap Papa Tyo.


"Jangan lupa ya cucu buat mama bisa dicicil mulai sekarang biar cepat jadi" ucap Mama Tyo tanpa filter.


"Astaga Mama, memang bikin cucu seperti beli saham saja langsung jadi dalam sekejap seperti membalikkan telapak tangan" gerutu Tyo.


"Good luck bos, semoga segera tokcer membuat penerus Adi Corporation" ucap Dimas sambil tertawa .


"Awas kamu ya Dim. Titip kantor ya, jika ada apa-apa segera hubungi aku" ucap Tyo.


Lalu Safira dan Tyo pun segera menaiki pesawat menuju Maldives.


Apa yang terjadi di Maldives? Apa mereka berhasil mencicil cucu pesanan Mama dan Papa Tyo atau belum?

__ADS_1


__ADS_2