
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
******
Dua bulan berlalu, Melisa pun telah menikah dengan suami atas dasar perjodohan kedua orang tuanya dan ia sudah diboyong pula ke luar Jawa oleh suaminya. Indri pun tengah sibuk dengan usaha konfeksi kecil-kecil an yang ia miliki demi mengikis rasa cintanya yang bertepuk sebelah tangan untuk Bagas. Walau sesekali Indri dan Bagas masih bertemu hanya untuk sekedar ngopi di cafe atau pun membahas kehidupan Safira dan Tyo karena Bagas masih menyimpan cinta untuk Safira dalam hatinya.
Walau Indri belum menikah, ia kerap kali menasehati Safira tentang beberapa hal untuk suami istri demi kelangsungan sebuah rumah tangga karena di mata Indri ia melihat Safira yang belum kunjung hamil maka ada suatu ganjalan dalam hubungan keduanya.
"Kamu tahu Fir, kalau lelaki itu normalnya mengeluarkan cairan tersebut tiga hari sekali demi kesehatan tubuhnya. Bahkan saat seorang istri berhalangan pun jika suami sedang ingin maka kita bisa membantunya menuntaskan h@sratnya dengan cara lain asal keduanya sama-sama bersedia dan ikhlas melakukan cara tersebut. Bahkan ketika sebagai istri kita menyodorkan diri kita lebih dulu meminta kepada suami untuk bercint@ tentu semua berbuah pahala yang besar untuk seorang istri"
"Maafkanlah Mas Tyo, tak seharusnya kamu menyimpan dendam atas luka yang ia pernah toreh untuk kamu. Toh dia sudah meminta maaf dan selama ini ia sudah menunjukkan perubahan yang baik sebagai suami yang mencintaimu walau kata cinta belum terucap secara gamblang oleh bibir Mas Tyo. Namun di kaca mata penglihatanku, Mas Tyo sangat mencintaimu"
Kalimat panjang lebar nasehat dari Indri tadi siang padanya sungguh membuat dirinya banyak berpikir serta merenung hingga membuat ia mengambil langkah besar malam ini demi kelangsungan rumah tangganya serta cinta yang sudah terpatri dalam hatinya.
__ADS_1
Safira mengambil sebuah baju dinas yang biasa para wanita gunakan untuk menyenangkan suaminya di atas r@njang dalam mengolah sebuah adonan. Ia pun mengambil gaun tidur warna broken white dengan tali spagheti yang cukup transparan.
Sebelumnya ia sudah mandi dan berendam dengan aromatherapy stroberi yang cukup memabukkan untuk mengundang sang kumbang jantan tersihir padanya. Safira mandi cukup lama hingga satu jam lebih untuk membersihkan tubuhnya agar sedap dipandang maupun disesap sari madunya oleh sang pemilik ular megalodon.
Safira yang sedang merenung dalam kamarnya terus mengingat nasehat panjang dari sahabatnya itu dan terkadang nasehat pernikahan seperti itu tak harus datang dari orang yang sudah menikah. Kedewasaan dan tingkat ilmu seseorang tak mengukur dari tingginya usia maupun pengalaman diri sendiri juga.
Setelah ia memakai baju dinas yang mampu membuat sang kumbang jantan klepek-klepek nantinya, ia telah memakai wewangian pula serta perawatan malam yang biasa ia gunakan sebelum tidur. Sebelumnya Tyo sudah memberitahukan bahwa malam ini ia akan pulang agak larut karena sedang bertemu klien penting sehingga menyuruh Safira untuk makan malam terlebih dahulu dan jangan menunggunya.
Tyo sudah makan malam dengan sang klien ditemani Dimas yang terus mengomel karena hingga sekarang ia belum sempat memberi nutrisi adiknya yang ada di bawah yang sudah kedut-kedut terus. Janji yang lalu dengan kupu malam Madam Ratu pun terpaksa ia cancel karena meeting yang berakhir larut malam hingga fisiknya cukup lelah karena mengantuk dan berakhir tidur di sofa apartemennya saling lelahnya.
Ceklek... pintu kamar mandi pun terbuka lalu Tyo pun membuka mata dan seketika bola matanya melotot seakan mau keluar dari cangkangnya. Dari yang mengantuk dan lelah seakan energi yang hilang entah kemana mendadak datang berkali-kali lipat membuat kerongkongannya mendadak kering melihat pemandangan tak biasa yang ada di hadapannya kini.
Ia pun mengucek matanya berkali-kali khawatir ia sedang berhalusinasi karena jika mabuk tak mungkin, kebetulan tadi ia tak meminum alkohol apapun. Istrinya itu sungguh cantik jelita malam ini dengan baju dinas broken white menerawang karena sangat tipis dan menampilkan lekuk tubuhnya serta kaki jenjangnya yang putih mulus.
Rambut Safira yang di gelung ke atas dan dicampol acak sehingga ada beberapa helai yang jatuh justru membuat kesan istimewa sendiri bagi sang pemilik ular megalodon. Leher jenjang putih yang mulus bahkan aroma stroberi sudah masuk ke indera penciuman Tyo walau masih dari jarak yang belum terlalu dekat.
"Fir..." suara Tyo lirih seakan tercekat dan menelan salivanya akibat terpesona akan penampilan istrinya malam ini yang sungguh menggugah seleranya sehingga membuat sesuatu yang tadi tertidur lemas di bawah perutnya mendadak bangkit dari alamnya dan menggeliat penuh sesak meminta keluar dari sar@ngnya.
__ADS_1
Dengan langkah pelan namun pasti Safira mendekat ke suaminya sambil menggerutu macam ibu-ibu sedang menawar diskon membeli sepotong baju saja pada tukang kredit keliling. Bibir mungilnya mengomel sambil tangannya bergerak membuka jas dan kemeja suaminya tetapi hal itu justru membuat Tyo makin tersenyum karena wajah istrinya makin menggemaskan. Rasanya ingin segera menyatu dengan bibir atas dan bawah pemilik lapis legit di depannya ini.
"Kok Mas pulang malam banget sih, aku kan jadi ngantuk nungguinnya" gerutu Safira sambil mengerucutkan bibir mungilnya yang merah bak buah delima.
"Maaf Fir, gegara Dimas lamban ngerjakan meeting begitu saja jadi terlambat pulang" ucap Tyo sengaja membuat Dimas jadi kambing hitam padahal meetingnya memang banyak hal yang perlu diselesaikan.
"Jangan-jangan betah di sana karena banyak cewek yang nemenin ya?" selidik Safira dengan sorot mata tajam namun hal itu tak membuat Tyo marah justru makin mengembangkan senyumnya karena berarti istrinya itu perhatian dan sudah cemburu pada wanita di sekelilingnya.
"Punya satu di rumah belum juga dinikmati sampai kenyang dan sudah bikin merem melek kenapa cari yang di luar dan KW pula pastinya karena sering dic0bl0s" ucap Tyo menggoda.
"Awas kalau Mas macam-macam nanti kujadikan perkedel itu ular megalodonnya sampai habis" ucap Safira membuat Tyo begidik ngeri.
"Jangan dong Fir, nanti kalau habis terus gak bisa bikin kamu merem melek buat ubek-ubek itu lapis legitmu dong" ucap Tyo memelas sambil mengedipkan dagu menunjuk bibir bawah Safira yang membuatnya candu.
"Aaaaaa....Mas...." teriak Safira dengan senyum tersungging di wajahnya yang bahagia malam ini.
💋Selamat Hari Kamis Malam Jumat💋
__ADS_1