
πSELAMAT MEMBACAπ
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*********
Terpana itulah yang Tyo alami saat ini, sungguh malam ini rasanya ia ingin sekali m3rengkuh kenikmatan surg@ dunia bersama istrinya itu namun ia berusaha meredam hasrat yang tengah menggebu saat ini.
"Mas kok belum tidur?" ucap Safira seraya berjalan ke arah nakas dekat ranjang untuk meminum air putih yang telah ada di sana sambil melirik suaminya.
"Eh..ehm..belum karena kamu juga belum tidur jadi Mas nunggu adek" ucap Tyo terbata-bata entah mengapa kini dirinya mengalami gerogi alias nervous tingkat tinggi saat bersama dengan istrinya.
"Sejak kapan Mas kalau tidur pakai baju seperti itu?" tanya Safira seraya menunjuk dengan dagunya dan memicingkan mata melihat Tyo di atas tempat tidur mereka namun masih memakai kaos dan celana pendek.
"Iya belum ganti baju tidur tadi keburu nyari kucing cantik mendadak pergi tanpa pamit" ucap Tyo lirih.
πππ
Safira telah merebahkan dirinya di atas ranjang dan memunggungi Tyo. Sementara Tyo tengah berdiri berada di arah belakang Safira dekat lemari pakaian mereka. Tyo biasanya ketika tidur hanya memakai boxer dan b3rtelanj@ng d@da saja tetapi malam ini apa dia akan melakukan hal yang sama seperti itu sungguh dirinya gerogi karena takut tak bisa menahan hasrat untuk menerkam istrinya yang justru khawatir akan membuat Safira marah.
__ADS_1
Cap..cip..cup..kembang kuncup seperti bocah bermain hompimpah saja akhirnya ia memutuskan melakukan hal yang di mau istrinya tadi seperti biasa mereka tidur. Namun ia juga baru sadar kala istrinya tak memakai gaun tidur justru sejak keluar dari kamar mandi hanya berbalut bathrobe hingga tidur di ranjang padahal dirinya sudah membawa gaun tidur istrinya.
Perlahan Tyo membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan Safira merasakan pergerakan suaminya namun ia tetap memejam mata dan memunggungi. Akhirnya Tyo pun berusaha memejamkan matanya dan mengikuti apa yang istrinya lalukan dengan tidur keduanya yang saling memunggungi satu sama lain.
Malam ini Tyo berusaha membuang jauh khayalannya bisa memeluk dan bercumbu mesra serta menyatu dengan guling hidupnya namun justru kini guling busa yang ia bisa peluk. Nasib ular megalodonnya yang ia impikan untuk mencecap sari madu manis legit sebagai menu buka puasa harus perlahan ia hapus dari benaknya.
Kala pikirannya yang tengah berkecamuk sambil memejamkan mata tiba-tiba sebuah lengan memeluknya dari belakang bahkan hembusan nafas kian menerpa ceruk lehernya membuat h@sratnya yang tertidur mendadak bangkit dari alamnya.
Desir indah menggelayuti sanubarinya kala tubuh atasnya yang polos b3rsentuhan dengan istrinya yang masih memakai bathrobe namun kondisi menempel yang cukup !ntim membuat ular megalodonnya bergerak-gerak ingin bebas dari sangkarnya.
"Mas mengantuk kah? Katanya mau ngabulin permintaan aku apapun malam ini?" ucap Safia lirih seraya tangan mungilnya kini sudah bertengger pada pu-*** d@da sang suami bahkan sengaja m3mil!n dan mencubitnya sehingga sang empunya mengeram berusaha menahan d3s-ahan.
"Ehm, adek pengen apa?" tanya Tyo lirih.
"Emang adek mau bikinin mas $usu apa?" tanya Tyo.
"Mas maunya $usu apa? Nanti adek siapin" tanya Safira.
Lalu Tyo pun segera membalikkan tubuhnya menghadap sang istri. Tanpa basa basi ia merengkuh pinggang istrinya karena hasratnya sudah di ubun-ubun.
"Su$u cap adek apa boleh? Mas pengen banget" ucap Tyo to the point dengan raut wajah yang sudah b3rg@irah dan Safira memahaminya.
__ADS_1
"Buka saja terus Mas minum sepuasnya boleh kok tapi adek gak tahu apa rasanya masih sama seperti dulu karena lama gak diminum sama Mas dan cuma Mas yang minum" cicit Safira seraya menunduk malu.
Akibat ucapan frontal istrinya itu, pertahanan Tyo pun roboh seketika ia langsung menarik dagu istrinya untuk mendongak dan m3ncumbunya bahkan mengg!git serta memasukkan li-dahnya untuk bergerilya di dalam rongg@ mulut sang istri menjelajah setiap incinya. Safira pun membalasnya penuh cinta yang menggebu, keduanya kini bahkan saling melucuti pakaian pasangan masing-masing.
Saat Tyo melepas bathrobe Safira, sungguh ia dibuat terkejut dan terpana karena istrinya sudah tak memakai d@laman apapun. Kini seluruh pertanyaan yang bersarang di kepalanya tadi terjawab sudah mengapa istrinya tidur mengenakan bathrobe ternyata sang istri sudah siap untuk melebur bersama dirinya guna meraih punc@k nirwana yang hakiki.
S3mpit menjepit nan nikmat sungguh dirasakan si ular megalodon yang tengah menggeliat di dalam lapis legit yang telah lama tak ia masuki. Rasanya sungguh luar biasa seperti merasakan malam indah bertabur bintang walau p3ngantin lama serasa seperti p3ngantin baru.
Suara 3rang@n dan des-ahan menggema di penjuru kamar. Keduanya saling bersahut-sahut an terutama Tyo sangat suka mendengar suara indah istrinya itu kala mencapai p3lepasannya. Sungguh eksotis dan memukau melebihi keindahan apapun di muka bumi ini baginya.
Kini saatnya ular megalodonnya melepas bibit-bibit k3bonce cinta di dalam lapis legit agar segera menjadi keturunan yang mereka idam-idamkan selama ini sekaligus mengganti anak pertama mereka yang telah tiada.
S3mburan lahar panas ular megalodon pun telah usai hingga tump@h keluar karena b3ndungan lapis legit tak mampu menampung bisa vanila pan@s milik ular megalodon yang tumpah ruah karena baru saja berbuka puasa setelah sekian abad.
"Terimakasih sayang, $usu cap adek masih tetap paling nikmat sedunia tak ada tandingannya. Dan ini paling legit menggigit, Mas mau nambah lagi nanti ya selepas Subuh" ucap Tyo seraya tangannya menyentuh si lapis legit yang tengah basah akibat ulahnya seraya mengecup kening istrinya dengan mesra.
Safira pun yang mendengar ucapan Tyo hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya namun matanya sedang terpejam karena kelelahan mendaki puncak nirwana cinta yang baru ia lakukan dengan si pemilik ular megalodon.
"Semoga serangan fajar, aku gak pingsan" gumam Safira dalam hati.
πππ
__ADS_1
Beberapa chapter lagi akan tamat. Tetap stay tune dan simak terus kisah mereka.