CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Tunangan


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu dukungan kalian ya baik VOTE, GIFT, RATE Bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*******


Flashback


"Kenapa kamu menanyakan tentang Tyo, Fir? Kalau boleh tahu apa hubungan kamu dengannya?" tanya Adrian menatap Safira dengan serius.


"Emmm, begini Mas Adrian jujur saja saya belum lama mengenal Tyo. Kami berdua akan menikah karena perjodohan antara kedua orang tuanya dengan pesan kedua orang tuaku yang telah berpulang" ucap Safira lirih dengan sedikit rasa sedih mengingat mendiang kedua orang tuanya.


Adrian begitu terkejut mendengar penuturan Safira bahwa gadis yang mulai membuka hatinya akan cinta pada wanita kembali setelah 10 tahun menduda akibat ditinggal istrinya meninggal dunia. Sungguh hatinya teriris kala belum sempat cinta terucap dari bibirnya namun ia kalah cepat dengan lawan bisnisnya itu.


Bukan hanya selalu kalah dalam hal bisnis, kini hal cinta pun ia selalu dikalahkan oleh orang yang sama. Sungguh ironi, takdir macam apa ini. Sungguh ia ingin rasanya berteriak lepas mengadu pada Tuhan yang seakan mempermainkan takdirnya.


"Dijodohkan? Kamu mengiyakan perjodohan tersebut? Lalu, kenapa kamu bekerja di kantorku jika memang kamu calon istri seorang pengusaha sukses seperti Tyo?cecar Adrian serasa tak percaya dengan pernyataan Safira barusan.


Adrian rasanya berharap ini hanya sebuah mimpi dan ia ingin segera bangun dari tidurnya agar mimpi tersebut hilang dan tak jadi kenyataan. Namun berkali-kali mengerjapkan mata dan pikiran tetaplah ini sebuah kenyataan pahit yang harus ia terima.


"Maaf Mas Adrian ketika saya awal bekerja di BTS Group, belum ada perjodohan itu yang saya ketahui. Kami baru bertemu membahas perjodohan antara Saya dan Tyo juga baru 2 minggu lalu setelah Mama Tyo sembuh dari sebuah kecelakaan. Saya tak ada hak bisa menolak karena itu amanah orang tua saya yang telah tiada dan baru saya ketahui" ucap Safira.

__ADS_1


"Tyo yang aku kenal begitu dingin, kaku bahkan kejam baik di dunia bisnis bagi para pesaingnya yang berbuat curang atau menjatuhkannya. Bila soal cinta dan wanita hanya dulu dia punya mantan seorang modeling namun detailnya aku tak tahu hanya saja sejak putus dari mantannya itu, Tyo dikenal sering datang ke club dan bergonta ganti wanita. Apa kamu siap punya suami seperti itu dan tanpa cinta diantara kalian? ucap Adrian penuh keyakinan.


"Iya, Mas Adrian saya akan menerima dia apa adanya seperti halnya dia yang menerima saya seperti ini. Saya yakin pilihan mendiang orang tua saya yang terbaik walau mungkin harus tertatih untuk menumbuhkan rasa cinta diantara kami" ucap Safira dengan jujur.


"Apa kamu akan berhenti kerja dengan saya Fir? tanya Adrian cemas.


"Saya sudah meminta Tyo untuk mengijinkan saya tetap bekerja di BTS Group hingga masa kontrak empat bulan OJT (on the job training) saya berkahir"ucap Safira.


"Baiklah jika memang itu keputusan final kamu, saya tak bisa menahan kamu disisi saya sebagai sekretaris. Namun suatu ketika jika memang kamu membutuhkan pekerjaan kembali maka jangan pernah ragu kontak saya segera ya" ucap Adrian.


"Iya Mas Adrian, terimakasih banyak atas pengertian dan tawarannya. Semoga hingga akhir masa jabatan saya bisa menghasilkan keuntungan yang baik untuk perusahaan Mas" ucap Safira dengan senyum renjananya yang cantik.


Saat ini sudah hampir mendekati 2 bulan Safira bekerja di BTS Group maka masih tersisa 2 bulan untuk Adrian bisa bersama dan melihat setiap hari kerja wajah sekretaris yang telah membuka hatinya yang padam tersebut.


Setelah diterima lamaran cinta Tyo oleh Safira maka banyak tamu yang hadir menyalami dan mengucapkan selamat kepada Tyo dan Safira serta tak lupa juga pada Tuan dan Nyonya Adi Sasongko, kedua orang tua Tyo.


Walau ada juga beberapa tamu yang malas mengucapakan selamat pada mereka terutama para kaum hawa yang sedang patah hati internasional tersebut.


"Selamat ya sayang, semoga dilancarkan hingga hari H dan bahagia selalu untuk kalian berdua" ucap Mama Tyo dengan mencium dan memeluk Safira dan Tyo.


"Safira yang sabar ya menghadapi anak kami ini karena hanya orang suci yang bisa tahan banting sama kelakuannya hahaaa" ucap Papa Tyo pada Safira dengan kekehan.


"Astaga anak sendiri dijelekin depan Caman (Calon Mantu). Nanti calon mantunya kabur tahu rasa deh bukan salah Tyo lho" balas Tyo.

__ADS_1


"Udah deh papa sama anak dilarang bertengkar nanti malam saja kalian beradu di meja catur di Mansion sampai subuh juga tak masalah" ucap Mama Tyo tanpa filter.


"Ah mama, daripada main catur sama Tyo mending main catur sama mama saja di kamar lebih seru dan lebih hot" bisik Papa Tyo sambil tangannya mengelus paha Mama Tyo dibawah meja.


Lalu Mama Tyo menyikut perut Papa Tyo agar tidak m3sum ditempat yang tak semestinya karena saat ini sedang pesta apalagi ada Safira di dekat mereka.


Safira cukup bisa mendengar ucapan Papa Tyo walau lirih dan ia hanya bisa tersenyum hangat melihat pasangan yang sudah di usia senja namun keromantisan pada pasangannya tak luntur oleh waktu. Ia berharap pernikahannya kelak bisa langgeng dan tetap romantis penuh cinta seperti Papa dan Mama Tyo kini.


Pesta pun usai dan pihak keluarga Tyo juga sudah menyampaikan pengumuman secara terbuka dalam acara tersebut bahwa sekitar 2 bulan lagi Tyo dan Safira akan menikah dengan pesta yang cukup mewah di Jakarta.


Tentu para kolega sangat mengenal keluarga Sasongko sebagai pengusaha nomor satu di negaranya bahkan masuk 10 besar kancah internasional. Bisnisnya pun tersebar dimana-mana. Jadi wajar bila nanti pesta pernikahan putra semata wayangnya yang digadang-gadang akan sangat mewah.


Adrian sudah pulang ke rumahnya usai Pesta Ulang Tahun Mama Tyo yang menjadi pesta pertunangan antara Safira dan Tyo. Ia duduk di balkon kamarnya sambil memandang langit cerah di malam ini seakan bintang dan bulan merestui Pertunangan Safira dengan Tyo.


Adrian mengambil rokoknya lalu menyalakan pemantik api dan menyesapnya. Ia sangat jarang merokok bahkan mungkin terkahir merokok sepuluh tahun lalu saat sang istri menghembuskan nafasnya yang terakhir.


Adrian memang punya kebiasaan jika berada dalam suatu problem atau suasana yang sangat kalut maka ia akan melampiaskan dengan merokok namun hanya beberapa batang saja.


Menjalani hidup adalah soal menentukan pilihan. Takdir hanyalah hasil akhir dari kecermatanmu menentukan pilihan-pilihanmu. Jangan menyalahkan takdir atas keinginan kamu yang tak terwujud. Daripada menunggu, lebih baik kamu berusaha mewujudkannya.


Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh cinta denganmu berada di luar kendaliku. Takdir, masalah, jodoh, dan rezeki sudah diatur Yang Maha Kuasa. Tinggal kita bisa menerimanya dengan ikhlas dan sabar.


Bagaimana perjalanan pernikahan antara Safira dengan Tyo. Simak terus ya..

__ADS_1


__ADS_2