
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
******
Satu Minggu Kemudian,
Tyo tengah di sibukkan oleh pekerjaan yang menumpuk karena beberapa hari sebelumnya ia tidak masuk kerja karena cemas memikirkan mamanya yang belum sadar dan papanya yang akan segera kembali ke Indonesia. Papanya tengah berada di Amerika untuk perjalanan bisnis yang sudah lama direncanakan.
__ADS_1
Sesungguhnya Mama Tyo ingin menemani sang papa saat di Amerika namun karena kondisi kesehatan sang mama yang sedang flu saat itu sehingga sang papa berangkat sendiri. Papanya di Amerika sudah curiga karena sang istri biasanya setiap hari akan menghubunginya namun sudah satu Minggu ini ponsel istrinya off.
Tyo yang dihubungi pun tak bisa mengangkat teleponnya karena pasti dirinya tak akan bisa berbohong di depan sang papa walau hanya lewat sambungan telepon saja. Akhirnya Papa Tyo menghubungi Dimas dan mendapat respon bahwa dirinya kurang mengetahui keadaan nyonya besar tapi akan coba melihat nyonya besar nanti saat kunjungan ke kediaman utama. Dimas pun berkata untuk meyakinkan Papa Tyo bahwa putranya tengah sakit sehingga butuh banyak istirahat sementara urusan kantor dilimpahkan padanya.
Akhirnya Papa Tyo percaya bahwa mungkin saja keluarganya terkena wabah flu yang akhir-akhir ini melanda negaranya sehingga butuh banyak istirahat. Walau dalam hatinya masih ada rasa berkecamuk tapi ia mencoba positif thinking agar tak mengganggu konsentrasi bisnisnya agar cepat selesai sehingga dia cepat pulang untuk melepas rindu dengan gua cinta milik istrinya yang pasti cukup lama tak di obrak-abrik olehnya. Ia yakin akan lebih legit rasanya dan menjepit serta menggigit.
Membayangkan fantasi body sang istri tersebut dari jauh sudah membuat torpedonya mendadak bangun dan dengan terpaksa ia harus bermain sabun di kamar mandi untuk mengeluarkan es krim vanilanya yang sudah mau tumpah bendungannya. Maklum sudah mengendap karena sang pawang berada jauh dari dirinya.
Walau godaan wanita yang mendekat padanya sejak dahulu hingga sekarang tentu ada bahkan mereka rela membuka bibir bawah mereka hanya untuk dimasuki oleh Papa Tyo namun tentu saja tak menggoyahkan iman dan kesetiaan yang sudah mendarah daging dari seorang Adi Sasongko.
"Ya ampun aku sampai lupa memberikan hasil labnya Safira. Ih mana tuh anak ponselnya kenapa gak aktif pula akhir-akhir ini. Masak harus ku samperin ke rumahnya sih. Mana sekarang lagi nungguin Bunda, kan gak bisa pergi gitu aja, hmm" ucap Indri yang tengah duduk di koridor rumah sakit sambil menatap sebuah amplop tertera nama sebuah rumah sakit dengan perasaan dilema.
__ADS_1
Di saat ia tengah menggerutu dan dilema tiba-tiba sosok suami dari pemilik hasil lab yang ada di tangannya kini tengah berjalan memasuki lobi rumah sakit menuju lift. Sontak ia langsung berdiri mengejar pria tersebut agar ia tak bersusah payah menyerahkan amplop tersebut pada Safira. Toh di benaknya kan Safira sama Tyo adalah suami istri tentu sama baginya sama saja amplop tersebut jatuh pada tangan siapa. Namun Indri tak tahu menahu bahwa sahabat karibnya itu tengah berada dalam masalah rumah tangga yang cukup pelik.
"Mas Tyo" teriak Indri tengah berlari sambil membawa amplop milik Safira.
Tyo pun yang pendengarannya tajam ada yang memanggil namanya dalam jarak jauh sekalipun akhirnya ia menoleh ke sana kemari dan mata elangnya menangkap sosok Indri teman istrinya yang tengah berlari ke arahnya.
Pikirannya berkecamuk ada apa sahabat Safira memanggilnya. Apa Indri akan marah padanya karena telah melukai sahabatnya atau ada hal lainnya. Tyo menangkap hal berbeda karena Indri datang padanya dengan senyum sumringah bukan dengan wajah marah.
🍁🍁🍁
Bagaimana reaksi Tyo setelah menerima amplop dari Indri?
__ADS_1