
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
********
Ketika Tyo akan pergi menuju parkiran mobil, perawat pribadi yang ia sewa untuk menjaga Mamanya tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan sang Mama telah siuman dan mencari anak serta menantunya. Tak ayal, Tyo pun urung masuk mobilnya dan kembali masuk ke dalam rumah sakit menuju ruangan sang Mama dirawat.
Tak..Tak..Tak..derap sol sepatu Tyo menggema mengisi koridor-koridor rumah sakit yang ia lewati dengan setengah berlari. Krieett....pintu kamar tempat Mamanya berada pun ia buka dengan tergesa-gesa.
Ucap syukur ia gaungkan dalam hati karena wanita cinta pertamanya ini telah siuman juga akhirnya setelah menanti dalam suatu ketidakpastian yang membuatnya gundah gulana berhari-hari. Tyo pun dengan mata berkaca-kaca bahagia karena sang Mama telah siuman. Ia pun melangkah perlahan menuju pembaringan sang Mama tercinta.
Tyo pun melihat dokter dan perawat telah selesai memeriksa keadaan sang Mama dan mengatakan bahwa kondisi Mamanya cukup stabil tinggal pemulihan saja. Jika dalam kurun waktu 4-5 hari ke depan seluruh pemeriksaan hasilnya baik maka pasien sudah diperbolehkan untuk pulang. Lega hati Tyo mendengarnya bahwa kondisi Mamanya sudah membaik. Ia hanya membutuhkan kesiapan fisik yang pasti akan dihajar hingga babak belur oleh Papanya sewaktu pulang nanti karena tak mengabarkan bahwa Mamanya masuk rumah sakit.
Dirinya sudah bergidik ngeri membayangkan wajahnya yang tampan ini dibuat jadi perkedel oleh sang Papa. Tetapi ia yakin nanti Mamanya akan melindunginya dan membelanya agar tak sampai merusak wajah tampannya terlalu jauh.
__ADS_1
"Alhamdulilah Mama sudah siuman, Tyo cemas sekali lihat kondisi Mama begini. Memang menantu Mama itu dengan teganya membuat Mama seperti ini. Maafin Tyo ma yang tak bisa mendidik istri Tyo dengan baik. Aku gagal jadi seorang suami yang berbakti pada orang tua" ucap Tyo dengan menundukkan kepalanya sambil menatap sendu sesekali ia melirik raut wajah sang Mama.
"Apa maksudmu Tyo? Safira mana sekarang kok kamu sendirian saja?" tanya Mama dengan memicingkan matanya karena ia merasa aneh dengan pernyataan putranya barusan. Sungguh dirinya dibuat bingung akan kata-kata yang terlontar dari sang putra.
"Buat apa Mama mencari dia, toh dirinya tak mencemaskan keadaan Mama dan bahkan gegara dia hingga Mama jadi seperti ini kan?"
"Mama sungguh tak mengerti ucapanmu Tyo. Kamu gak sedang mabuk kan? Tetapi Mama yakin kamu sedang tak minum alkohol karena Mama tak mencium aromanya. Coba jelaskan agar Mama paham" ucap Mama Tyo tegas.
"Sudahlah Ma, Tyo sedang malas membahas Safira karena aku sudah terlanjur kecewa berat padanya yang telah menyakiti Mama hingga Mama gak sadar beberapa hari dan jadi seperti ini" ucap Tyo dengan nada penuh kesal dan kecewa.
"Maksud Mama apa? Tyo tahu Mama sayang pada Safira tapi gak perlu membelanya jika memang dia salah Ma. Sudah cukup Mama selalu membelanya. Tyo memutuskan lebih baik berpisah dengannya saja" ucap Tyo tanpa basa basi.
Plakk....
Sebuah tamparan keras melesat di pipi kanan Tyo. Di mana dirinya duduk dekat pembaringan sang Mama memudahkan Sonya menampar putranya itu. Dengan penuh emosi mendengar kata perceraian dalam pernikahan putra semata wayangnya sungguh membuat Sonya emosi jiwa. Dengan refleks ia menampar putranya itu hingga membuat pipi sang pewaris Adi Corporation tersebut memiliki stempel lima jari berwarna kemerahan dari sang Mama.
"Apa-apaan kamu Tyo ingin bercerai dari Safira? Salah dia apa hingga kamu meminta berpisah? Jelaskan detail ke Mama atau lebih baik kamu enyah dari hidup Mama selamanya" ucap Mama Tyo penuh kecewa dan kesal.
__ADS_1
Tyo sungguh heran kenapa sang Mama dengan menggebu membela Safira terus. Hatinya berkecamuk gelisah merasa ada sesuatu yang aneh tapi ia tak tahu hal apa itu. Akhirnya ia berterus terang pada sang Mama dan menceritakan kronologi awal hingga akhir yang ia alami.
Mulai dari ia di hubungi oleh orang yang menolong Mamanya dari kecelakaan di tangga darurat Mall lalu informasi bahwa Mamanya seperti ini karena bertengkar dengan Safira sehingga membuat istrinya kalap dan mendorong sang Mama hingga terjatuh dan berakhir terbaring di ranjang pesakitan rumah sakit yang membuat sang Mama tak sadarkan diri hingga beberapa hari.
Lalu Tyo yang kalap karena justru menemukan istrinya tengah asyik tidur di rumah tanpa beban dan berujung tamparan hingga tanpa sengaja ia berkata bahwa tak mau melihat istrinya itu karena muak. Tyo berbuat demikian karena cintanya yang begitu besar pada sang Mama namun ia terlupa untuk mencerna sesuatu hal terlebih dahulu sebelum bertindak.
Terkadang kala emosi menguasai diri kita maka hati nurani akan terasa gelap. Maka berpikirlah sebelum bertindak. Jangan sampai terbalik bertindak dahulu baru berpikir. Jika begitu maka diri kita akan terjerembab dalam suatu penyesalan akibat kecerobohan dan kebodohan kita.
Setelah mendengar ucapan sang putra panjang lebar maka Sonya langsung memahami rupanya ada orang lain yang sengaja membuat rumah tangga putranya ini berantakan sehingga memfitnah sang menantu. Namun ia belum bisa menebak secara pasti siapa dalang dibalik ini semua sebelum ia menyelidikinya. Akan tetapi sudah ada satu nama yang terlintas di benaknya yang kemungkinan besar orang tersebut adalah otak dari perencanaan ini semua.
"Jika benar kamu dalangnya, jangan panggil namaku Sonya Sasongko jika tak bisa membuat dirimu dan keluargamu menjadi gelandangan dan menyesal telah berani mengusik kehidupan keluarga Sasongko" ucap Mama Tyo penuh geram dalam hatinya
🍁🍁🍁
Bagaimana kelanjutan kisah Tyo dan Safira?
Simak terus ya hingga tamat.
__ADS_1