CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Demam Rindu


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


******


"Tak mungkin..tak mungkin Tyo sudah menikah. Wanita mana yang berani merebut lelakiku akan berhadapan denganku" ucap seorang wanita geram menatap foto pernikahan Tyo yang dikirim seorang temannya via aplikasi chat.


Gabriela menatap tajam ponselnya yang berisi chat dari temannya di Indonesia dan memberikan beberapa foto pernikahan Tyo dengan Safira.


"Br3ngsek...lihat saja aku akan buat kalian berpisah. Tyo milikku gak boleh dimiliki wanita lain" ucap Gabriela penuh kesal.


Tak lama ia pulang menuju apartemennya dengan Frans dan ia melihat kekasih gelapnya itu sedang sibuk dengan pekerjaan di laptopnya. Lalu ia segera memeluk Frans karena pikirannya sedang kalut tentang berita Tyo yang telah menikah.


"Ada apa hmm, tumben datang-datang langsung nempel kayak perangko ke aku. Perkerjaanmu fine kan sayang?" tanya Frans.

__ADS_1


"Fine, tapi aku lagi butuh pelukanmu" ucap Gabriela manja sambil mengeratkan pelukannya pada Frans.


"Tadi pagi sebelum berangkat kerja kan sudah lebih dari sekedar pelukan malah sampai dua ronde pagi, kamu m3ndes@h memanggil namaku terus. Apa masih kurang hmm?" ucap Frans menggoda.


"Aku lagi suntuk saja Frans, pengen dimanja" ucap Gabriela


"Astaga kamu salah makan apa sih sayang tadi di lokasi, sampai begini. Setiap saat kan aku selalu manjain kamu dari urusan perawatan kamu, isi perut sampai yang ini pun ku buat b@sah terus" ucap Frans sambil membelai bibir b@wah Gabriela yang membuat sang empunya menganga karena jari Frans sudah m@suk.


Lalu mereka berdua pun berakhir kembali penuh keringat cinta hingga membuat r@njang mereka berdecit kembali. Keduanya memang tak kenal lelah dan tak bosan soal urusan satu itu.


Namun satu kemajuan untuk mereka berdua sejak kejadian lalu yang membuat Safira terkapar karena kebringas@n Tyo di atas r@njang, akhirnya mereka berdua tidur satu kamar terus hingga saat ini. Akan tetapi ketika malam Tyo hanya bisa memeluk Safira dari belakang dan tak berani berbuat lebih karena merasa belum mendapatkan lampu hijau.


Beberapa hari ini pekerjaan Tyo cukup padat karena sedang banyak proyek besar yang ia tangani sehingga mau tak mau sering pulang larut malam. Alhasil malam ini dia berada pada ujung fisiknya yang lemah karena selain capek fisik, ia juga sedang lelah hati untuk mendekati istrinya yang tengah mendiamkannya itu karena sudah berbagai cara ia lakukan namun tak ada hasilnya.


Ketika malam datang dan mereka berdua sudah tertidur, mendadak Tyo mengigau terus memanggil istrinya. Sontak yang dipanggil kebetulan belum tidur sepenuhnya sehingga ia menoleh dan melihat suaminya.


"Fir..maafin aku..jangan pergi Fir" ucap Tyo berulang kali dalam kondisi mata terpejam.

__ADS_1


Sontak Safira terkejut melihat wajah suaminya pucat pasi kala mengingau memanggil namanya. Keringat dingin membanjir membasahi wajah dan leher suaminya. Lalu ia refleks memeriksa dan termometer alami pun berjalan pada tangannya yang menempel pada dahi dan leher Tyo.


Safira kaget, Tyo sedang demam cukup tinggi maka ia bergegas turun mengambil washlap serta air untuk kompresan. Setelah cukup di kompres, ia pun bergegas membuatkan lemon hangat untuk suaminya. Ia tak membangunkan art di kediaman suaminya karena sudah larut malam dan hal ini adalah tugasnya sebagai seorang istri bukan tugas pelayan.


"Cepat sembuh Mas, maafin aku ya" ucap Safira lirih.


Tyo pun tak mendengar ucapan Safira itu, karena tadi ia hanya terbangun sejenak untuk meminum lemon hangat serta obat penurun demam dari istrinya lalu efek obat pun berjalan ia langsung terlelap.


Safira pun dengan sigap beberapa jam sekali mengganti kompresan suaminya lalu tidur kembali. Saat pagi menjelang, Tyo kaget kala ia merasakan ada beban di atas dadanya. Ternyata istrinya tengah memeluknya cukup erat dengan kondisi mata terpejam.


Tyo pun merasakan di atas kepalanya ada kain kompresan lalu ia mengangkat dan menaruh kain tersebut di wadah yang Safira letakkan di atas nakas.


"Makasih sayang, kamu masih mau merawat suamimu ini yang penuh dosa" ucap Tyo lirih sambil membenarkan posisi tidur istrinya itu dan menyibak rambut Safira ke belakang telinga. Tak lupa kala sang empunya tertidur pulas, ia mencuri ciuman hangat di pagi hari dari bibir istrinya itu.


"Mmuach.. Love you sayang" ucap Tyo setelah menyatukan bibirnya dengan milik Safira.


💋💋Jangan Lupa Vote dan Giftnya💋💋

__ADS_1


__ADS_2