
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*********
Ia sungguh rindu membuncah kala ia melihat sang istri yang telah hilang selama beberapa bulan ini tanpa jejak. Dua Minggu yang lalu, Indri, sahabat istrinya itu mengirimkan undangan pernikahan ke kediaman dirinya dan Safira. Tentu ia akan hadir karena ia menduga kemungkinan besar sang istri pasti datang ke acara pernikahan sahabat karibnya itu.
Dan malam ini dugaannya benar, ia melihat Safira hadir dan tampil cantik dengan senyum sumringah memberi ucapan selamat kepada Indri dan Bagas. Dia tak berani mendekat ke tempat ketiganya berada karena masih dilanda ketakutan mendalam bahwa Safira akan kabur darinya dan berakhir dirinya akan kehilangan jejak istrinya kembali tentu ia tak mau hal itu terjadi.
Ya pria yang merindukan istrinya itu adalah Tyo. Tampilan pria itu gagah dan tampan walau sedikit kurus karena lama tak makan masakan istrinya sehingga dirinya jarang memiliki nafsu makan seperti dahulu kala yang berakhir berat badannya turun cukup banyak namun tak mengurangi kadar kegagahan seorang Tyo.
__ADS_1
"Ehm Fir, kamu ada masalah ya dengan Mas Tyo? Cerita dong ke aku. Tapi sebelum kamu cerita, aku hanya ingin menyampaikan suatu hal. Lalu Indri cerita panjang lebar pertemuan dirinya dengan Tyo di rumah sakit beberapa bulan lalu dan menyerahkan amplop hasil tes kehamilan Safira yang berakhir setelah itu Tyo mencari Safira pada Indri dan juga Bagas" ucap Indri dengan nada sendu.
"Asal kamu tahu Fir, suamimu seperti seekor anak ayam kehilangan induknya. Mas Bagas cerita di Adi Corporation sempat selama beberapa bulan Tuan Adi Sasongko dan Mas Dimas yang bekerja keras menghandel perusahaan, kabarnya Mas Tyo sakit keras" cicit Indri lirih.
"Sakit keras? Sakit apa Ndri?" tanya Safira refleks.
"Jadi benar berita itu jika kalian berdua sedang ada masalah, Fir? Ya ampun jadi kamu pergi menghilang karena bertengkar dengan Mas Tyo ya? Satu hal yang perlu kamu tahu, bahwa aku tak membela siapapun di sini atau kepo dengan urusan rumah tangga kalian berdua namun jika ada masalah jangan menghindar Fir. Selesaikan berdua dengan kepala dingin agar tak ada penyesalan di kemudian hari jika salah satunya pergi menghadap sang kuasa lebih dahulu bahkan mungkin pergi tanpa pamit hanya mendadak muncul berita ucapan bela sungkawa" ucap Indri tanpa basa basi.
"Astaghfirullah Ndri kok kamu gitu sih. Tega ih" ucap Safira dengan wajah muram.
"Jika Mas Tyo sakit pasti dibawa ke dokter sama Mama dan Papa serta Dimas" ucap Safira lirih yang terselip nada cemas walau ia berusaha menutupinya.
"Itu jika orangnya mau lah ini orangnya gak mau ke dokter dan gak mau sembuh. Kena depresi akut mau mati saja katanya" ucap Indri sembari melirik melihat raut wajah Safira.
__ADS_1
"Ah masak sih sampai segitunya, kamu jangan ngaco deh. Aku tuh kenal Mas Tyo dan dia tipe pekerja keras gak mungkin cuma gegara aku pergi dari rumah terus dia mengabaikan perusahaan" ucap Safira yakin untuk menepis keraguan dalam hatinya bahwa Tyo mencemaskan dirinya.
"Terserah lu deh Fir kalau misal gak percaya omonganku. Kamu pasti kenal lama sama aku dan mana pernah aku bohongin kamu. Malah aku pernah jenguk Mas Tyo di rumah sakit soalnya ia menyayat tangannya dengan pecahan kaca bahkan pernah diikat seperti pasien rumah sakit jiwa hanya karena ia mencambuk dirinya sendiri sambil teriak minta maaf dan nyebut nama kamu terus. Bahkan Mas Tyo akan dicoret menjadi anak keluarga Sasongko jika tak membawamu pulang ke rumah" ucap Indri tegas.
Safira termenung sejenak atas kalimat Indri yang panjang lebar menjelaskan bahwa Tyo depresi akut karena kepergiannya.
"Apakah benar begitu Mas? Apa benar kamu tersiksa atas kepergianku yang notabene bukankah kamu sendiri yang mengusirku untuk pergi? Apakah cinta itu masih ada untukku? Karena hatiku masih tersimpan namamu selalu Mas walau masih sakit" ucap Safira dalam hati.
"Aku kangen kamu Mas"
🍁🍁🍁
"Rindu terdalam kala kita berjauhan dari orang yang kita cinta"
__ADS_1
"Rindu dalam diam hanya Aku, Kamu dan Tuhan yang tahu dalam setiap helaan nafas serta doaku yang kupanjatkan selalu untukmu"