
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
******
Dimas terus mengomel karena dia melihat gelagat Tyo dalam beberapa waktu ini nampak berbeda. Jarang lagi mampir ke club bersamanya atau klien kecuali betul urgent meeting dengan nilai tender besar dan atas permintaan kliennya.
Berangkat ke kantor suka datang terlambat dengan alasan bangun kesiangan tapi pulang kantor minta buru-buru seperti anak mama yang takut pulang terlambat ke rumah saja.Dan hal ini sudah terjadi selama dua bulan terakhir ini.
"Apa jangan-jangan ular megalodonnya sudah obrak abrik rumah milik Safira ya hingga porak poranda?" tanya Dimas dalam hati.
__ADS_1
"Awas kalau dia gak cerita sama gue bener apa gak yang gue perkirakan tadi? Ularnya sudah ketemu enaknya eh sohibnya dilupakan. Biar aku cincang jadi perkedel ular nanti. Enak-enakan indehoy ularnya eh ular gue sudah layu lama gak diberi sedotan gegara bos sontolohe satu itu" gerutu Dimas.
Sudah dua bulan ini kehidupan rumah tangga Tyo dan Safira makin harmonis dan lengket. Tentu Mama dan Papa Tyo turut bahagia karena mereka telah melihat cinta pada anak dan menantunya itu. Sudah tak jaim seperti dahulu kala.
Seakan menandakan bahwa perjodohan yang ia inginkan atas dasar kesepakatan lama dengan mendiang kedua orang tua Safira sungguh membuat pilihan yang tepat untuk sang putra.
Ia pun sudah mendengar bahwa putranya sangat amat jarang menyentuh alkohol atau datang ke club. Tak seperti dahulu yang semua orang tahu bahwa Tyo seorang casanova. Tak jarang banyak wanita yang mau membuka p@h@nya hanya untuk Tyo dan itu memang benar faktanya. Namun tak ada satupun wanita yang ia m@suki s3l@ngk@ngannya karena hanya istrinya saja yang ia nikmati lapis legitnya luar dalam.
Hari ini sudah malam seperti biasa Tyo dan Safira tengah menonton film drakor kesukaan Safira. Saat scene pelakor muncul, Safira sungguh gemas bahkan ia mencubit Tyo dan menyikunya bahkan ia berteriak gemas pada pelakor dalam drama tersebut yang berhasil membuat suami sah seroang wanita berpaling dari istri sahnya dan anak kandungnya yang masih kecil hanya demi seorang pelakor.
"Kalau gemas jangan cubit dong, cium Mas dong sayang. Kangen nih.." ucap Tyo seraya tangganya sudah berkelana menjelajah tubuh istrinya.
"Ish bilangnya kangen tapi tangannya sudah bergerilya padahal pemiliknya belum bilang iya, gimana sih?" ucap Safira kesal karena lagi-lagi Tyo mengajaknya berkubang cinta dalam peluh dan mengusak sprei hingga membuat guncangan-guncangan cinta kembali padahal ia tengah asyik menonton drakor jadi terjeda dengan kunjungan mendadak ular megalodon ke dalam lapis legit miliknya.
__ADS_1
"Arghhh Mas..aku mau pipis" ucap Safira yang tengah menuju puncak.
"Bersama sayang" ucap Tyo seraya memacu cepat secepat kereta express sang ular megalodonnya hingga menyentuh bagian terdalam lapis legitnya membuat sang pemilik makin menganga mulutnya serta kepalanya mendongak ke atas karena ia akan segera menggapai puncak tersebut.
"Eughhhh...ahh..." ucap keduanya bersamaan dengan vanila panas keduanya mengalir di tempat yang sama.
Jika Tyo dan Safira tengah berpacu di atas peraduan. Dimas sedang berjalan memasuki ke kamarnya karena lelah mengerjakan tugas dari Bosnya yang tengah kasmaran itu. Rasanya tubuhnya sangat lelah dan ingin segera memejamkan mata untuk istirahat namun tetap saja ada halangan yang mengganggunya.
Drrttt...drttt.. ponsel Dimas berdering
"Astaga ponsel ini gak tahu diri apa. Mau tidur juga masih diganggu saja huh" gerutu Dimas dan akhirnya ia melihat nomor dari orang dekatnya yang cukup penting.
"Halo Bim, ada apa malam begini ganggu saja . Awas kalau beritanya gak penting. Nanti aku potong gaji kamu. Soalnya kalau aku potong torpedomu bisa digorok ma bini Lu" ucap Dimas seraya tertawa terbahak meledek Bimo.
__ADS_1
"Berita gawat darurat Dim, wanita ular itu kembali ke Indonesia" ucap Bimo.
"What?? Siaga satu ini" ucap Dimas dengan nada cemas dan kesal jadi satu.