CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Kenyataan Pahit


__ADS_3

πŸ“šSELAMAT MEMBACAπŸ“š


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


********


Tyo tertegun melihat cincin pernikahannya di atas nakas. Cincin yang ia sematkan pada jadi manis seorang wanita dalam pernikahan berlandaskan perjodohan antara dirinya dengan Safira. Berawal dari rasa benci menjadi cinta yang dalam saat ini.


Di samping cincin tersebut, berderet kartu pemberian dirinya pada sang istri termasuk black cardnya serta satu kotak perhiasan pemberiannya selama pernikahan dikembalikan seluruhnya tanpa ada yang diambil secuilpun oleh istrinya itu. Makin menohok dan menghujam relung hatinya yang sesak.


Ingatannya kembali pada kejadian naas itu terjadi yang membuat dirinya menyesal saat ini mulai dari tamparan maupun ucapan kasar dan kekerasan fisik lainnya yang ia lakukan karena emosi sesaat dan berujung penyesalan mendalam. Jika waktu bisa diputar kembali, rasanya ia ingin seribu kali berpikir dahulu sebelum bertindak gegabah.


Ia terus mengumpati dirinya yang bodoh dan menyugar rambutnya dari rapi menjadi berantakan. Bahkan emosinya kini makin menggunung pada dirinya sendiri sehingga semua barang di kamarnya ia hancurkan. Pecahan kaca dimana-mana bahkan kamar utama sudah seperti kapal pecah. Pintu kamar yang tak ditutup rapat membuat para pembantu serta bodyguard yang mendengarnya sungguh sedih namun tak berani mendekati bosnya itu.


Mereka sangat tahu watak Tyo jika seperti ini sang majikan butuh waktu sendiri tanpa mau diganggu. Namun mereka tetap khawatir akan kondisi majikannya takut terjadi sesuatu hal yang tak terduga. Akhirnya Bik Lastri menghubungi Dimas sahabat Tyo sekaligus sekretaris pribadinya untuk segera ke rumah karena Tuannya sedang mengamuk seperti orang gila.

__ADS_1


Dimas yang terkejut namun ia sudah mulai menebak pasti karena ada sangkut pautnya kejadian antara Mama Tyo masuk rumah sakit dengan Safira. Akhirnya Dimas memutuskan urusan kantor ke Niken sejenak dan ia pergi ke rumah sahabatnya yang tengah depresi itu.


Tanpa sepengetahuan Tyo, Dimas sudah melacak keberadaan Safira yang mendadak hilang karena biasanya wanita itu selalu datang setiap jam makan siang untuk makan siang bersama Tyo. Namun sejak Mama Tyo masuk rumah sakit, batang hidung Safira tak nampak bagai lenyap ditelan bumi.


Membuat naluri detektif Dimas pun muncul yang akhirnya ia berhasil menemukan dimana Safira berada akan tetapi ia masih menyimpan informasi itu rapat-rapat karena ia ingin memberi sedikit pelajaran pada Tyo.


🍁🍁🍁


Enam bulan berlalu


Banyak yang terjadi selama enam bulan terakhir ini dalam keluarga Sasongko. Mulai dari geramnya Papa Tyo karena menutupi kejadian Mama Tyo yang celaka hingga berujung masuk rumah sakit tanpa memberitahunya sama sekali. Papa sangat marah sekali karena ia seperti orang bodoh tak tahu apapun saat sang belahan jiwanya sedang sakit. Begitu besar rasa cinta Papa Adi pada Mama Sonya yang membuat Tyo terenyuh karena dirinya belum bisa menjadi suami yang baik untuk Safira.


Kedua orang tua Tyo berbuat demikian pada sang putra karena memang kesalahan Tyo sudah sangat fatal. Ketika di rumah sakit, Mama Tyo tak sengaja melihat secarik kertas berlogo rumah sakit yang jatuh di lantai dekat ranjang pembaringannya. Ketika suster masuk, ia meminta diambilkan surat itu dan betapa bahagianya ia membaca hasil lab bahwa menantunya tengah hamil. Mama Tyo berpikir mungkin saat Tyo akan bergegas pergi mencari Safira, putranya itu tak sengaja menjatuhkan amplop tersebut.


Kebahagiaan dan kesedihan bercampur dalam benaknya. Bahagia akan menimang cucu namun juga sedih menantunya dikasari oleh sang putra yang suka bertindak gegabah dan mudah emosi.


Akhirnya kebahagiaan itu lenyap seketika saat Tyo dan Mamanya menemukan fakta dari cctv hingga taksi yang mengantar Safira ke rumah sakit ketika diusir oleh Tyo. Berujung keduanya berhadapan dengan dokter yang menangani kuretase Safira di rumah sakit itu beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Terkejut, sedih yang mendalam serta tertohok perih dalam sukma itulah yang dirasakan oleh Tyo. Janin yang bersemayam dalam rahim istrinya tak bisa diselamatkan karena terkena benturan keras dan usia janin yang masih rentan karena pada masih tahap awal kehamilan sehingga membuat mudahnya keguguran terjadi.


Dan yang paling sedih ketika dokter menceritakan bahwa pasien atas nama Safira sendirian dalam menjalani kuretase maupun pemulihan beberapa hari di rumah sakit karena pasien mengatakan bahwa suaminya sedang bekerja di luar negeri dan dia yatim piatu sehingga tak ada keluarga yang menemaninya.


Sungguh hal ini membuat Tyo menjadi sedih karena di saat dirinya sudah menyakiti istrinya itu kian dalam akan tetapi harga dirinya serta martabatnya sebagai seorang suami masih dijaga oleh Safira dengan sepenuh hati dengan tak membicarakan aib suaminya pada orang lain.


Dalam rumah tangga aibmu adalah aib suamimu dan juga sebaliknya aib suami adalah aib istri. Jangan mudah menceritakan keburukan pasangan kita kepada orang lain di luar sana. Karena sama saja itu menceritakan keburukan dirimu juga. Ingat pepatah :


"Tak ada gading yang tak retak" maka manusia juga tak ada yang full sempurna. Kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta.


Karena hal itu lha sehingga membuat Tyo mengalami depresi yang cukup berat. Ia sudah kehilangan sang istri yang entah kemana, kehilangan janin yang telah ia nantikan serta kehilangan kasih sayang dari orang tuanya yang menjauh dari dirinya sebelum berhasil membawa Safira pulang dan istrinya memaafkannya.


Namun enam bulan ia mencari Safira tak jua menemukannya mulai dari datang pada Indri, Melisa, Adrian maupun pria yang menyukai istrinya yaitu Bagas sekalipun tak ada yang tahu keberadaan Safira. Hingga berujung depresi menimpanya membuat Papa Tyo dan Dimas yang akhirnya menghandle Adi Corporation.


"Fira sayang kamu di mana? Maafkan aku Fir, maafkan Daddy boy..hiks..hiks" ucap Tyo sendu sambil tidur di atas ranjang dengan memeluk erat pigura kecil foto pernikahannya dengan Safira yang biasa ia letakkan di atas nakas kamar mereka. Darah menetes bercucuran di sela tangan sang CEO arogan itu karena tangan kanannya menggenggam sebuah pecahan kaca.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Simak terus lanjutan kisah mereka...


__ADS_2