CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Cemas


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


******


Matahari sudah naik di peraduan, namun kedua anak manusia masih terlelap dalam tidur pulasnya. Tyo yang terlelap tidur akibat pelepasan dahaga cintanya pada Safira namun istrinya tengah pingsan akibat ulah lelaki yang tertidur pulas di sebelahnya.


Pelayan di kediamannya pun mengetuk pintu serta menekan bel khusus yang berisi sebuah lagu khusus yang akan terdengar ke dalam kamar mereka. Dikarenakan biasanya Safira dan Tyo bangun secara wajar namun sekarang sudah jam sembilan pagi keduanya tak juga menampakkan batang hidungnya sehingga membuat cemas kepala pelayan.


Kebetulan hari ini masih hari kerja jadi ia tak mau sang majikan terlambat ke kantor. Jika hari ini hari libur mungkin akan lain cerita.


Tyo pun mengerjapkan matanya kala mendengar bel khusus tersebut berbunyi dan ia melihat jam di dinding kamar Safira ternyata sudah jam sembilan pagi yang artinya ia bangun kesiangan. Ia melirik kondisi kamar masih dalam keadaan yang sama seperti semalam. Baju mereka berhamburan dimana-mana, pecahan vas bunga juga masih belum dibereskan.


"Huh dasar istri macam apa ini, sudah siang begini bukannya malah bangunin suami tapi masih molor. Huft kayak kerbau mati saja" ucap Tyo melihat istrinya masih tertidur lelap dengan wajah tertutup beberapa helai rambutnya.


Deg...

__ADS_1


Sesaat Tyo tertegun saat membuka selimutnya dan berniat membangunkan Safira , ia melihat noda darah mengering di atas sprei putih bermotif bunga yang mereka tiduri bersama. Lalu jarinya secara impulsif membuat dia menyentuh karena noda tersebut berada tak jauh dari istrinya yang juga masih dalam kondisi polos seperti dirinya.


Sesaat Tyo tersadar jika itu adalah darah kesucian istrinya, ia langsung dilanda panik dan mengguncang kecil istrinya untuk membangunkannya namun tak ada pergerakan dari Safira. Ia mengusap helai rambut Safira yang menutup wajahnya dan sungguh terkejut Tyo melihat wajah istrinya yang pucat pasi. Tangannya langsung menyentuh dahi dan leher istrinya secara otomatis termometer alaminya berjalan bahwa istrinya sedang demam tinggi.


Bibirnya yang kering dan ada bekas gigitan serta darah kering di area sekitar wajah bahkan ia melihat bagaimana buasnya pertarungan semalam yang ia buat hingga banyak memar biru keunguan yang tercetak jelas dan banyak ia tinggalkan pada tubuh istrinya.


"Fir..Fir..bangun.." ucap Tyo penuh cemas sambil menepuk pipi istrinya namun Safira tak kunjung bangun.


Tyo langsung bergegas menghubungi Hendra yang notabene bekerja sebagai dokter pribadinya dimana istrinya Hendra yang bernama Sarah juga berprofesi sebagai dokter. Biasanya jika Tyo sakit maka Hendra yang memeriksanya. Namun karena saat ini Safira yang sakit maka ia menghubungi Hendra menyuruh istrinya untuk datang memeriksa Safira. Tentunya Tyo tak mau tubuh istrinya dilihat atau diraba oleh lelaki lain walau itu seorang dokter teman dekatnya sendiri.


Tak lama Sarah pun datang, kondisi kamar mereka sudah rapi baik sprei maupun pecahan vas dan tak ada jejak pertempuran sengit semalam kecuali jejak yang berbekas pada tubuh Safira. Tubuh istrinya juga sudah ia balut dengan pakaian tidur yang sopan dan sebelumnya.


"Apa yang kamu lakukan pada istrimu Yo?" ucap Sarah dengan penuh kesal.


"Maaf Sar, aku emosi melihatnya dengan lelaki lain jadi seperti ini" ucap Tyo lirih dengan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya penuh raut kecemasan.


"Aku melihat Safira itu gadis baik-baik yang berbeda dengan Gabriela mantanmu yang tak tahu diuntung itu. Jangan kau samakan istrimu dengan mantanmu yang telah berkhianat itu. Semua bisa dibicarakan baik-baik. Jangan sampai itu menjadi kebodohan dirimu yang akan kamu sesali nantinya" ucap Sarah dengan tegas.


"Kabari aku secepatnya jika terjadi sesuatu hal dan jangan dulu berhubungan sekitar dua minggu. Yang aku mau tertawa kamu sudah menikah dengannya bukan kemarin kan bahkan kalian honeymoon ke Maldives info dari Mas Hendra tapi ternyata baru buka segel semalam dengan paksaan pula huft. Sudah tak tahan rupanya ular berbisa punya sang CEO Adi Corporation ini hahaa.." ucap Sarah meledeknya.

__ADS_1


"Huh, jika bukan istri Hendra sudah kukirim kamu ke Afrika buat beternak Gajah" ucap Tyo kesal.


"Buruan gih pergi sana, aku sibuk mau merawat istriku biar bisa aku ajak berenang di lautan cinta" ucap Tyo penuh senyum karena ia menjadi orang pertama yang mendapat mahkota Safira.


Selepas Sarah pamit pulang, Tyo menyuruh pelayannya untuk menebus obat serta menyiapkan makanan bergizi sesuai saran nutrisi dari Sarah agar Safira segera pulih.


Saat di dalam kamar, Safira melirik Tyo memasuki kamarnya maka dengan sisa tenaga yang ada ia membalikkan tubuhnya memunggungi suaminya. Safira menatap pemandangan luar dari jendela kamar mereka dengan termenung dan sesak dalam hatinya yang tak tahu harus ia keluh kesahkan pada siapa.


Tyo pun merangkak naik ke atas ranjang dan beringsut mendekati istrinya itu yang ia tahu Safira sudah bangun.


"Maaf..Maafkan aku Fir" ucap Tyo sendu dan lirih namun masih bisa terdengar oleh Safira.


Tyo berbicara panjang lebar bahwa ia melihat Safira dengan Bagas di restoran namun tak melihat hingga akhir karena sudah tersulut emosi padahal hatinya tengah cemburu yang masih ia tutupi oleh dirinya maupun dari istrinya itu.


Safira yang mendengarkan penjelasan Tyo panjang lebar hanya bisa menghela nafas lirih tanpa membalas apapun ucapan permintaan maaf Tyo. Hanya pandangan kosong dan lelehan air mata saja yang menetesi wajahnya yang pucat.


Tyo ingin mengusap lengan istrinya bahkan memeluknya namun urung ia lakukan karena hatinya masih tertutup rasa gengsi walau sudut hatinya merasa bersalah pada Safira.


Tyo pun bingung harus melakukan apa lagi karena Safira tak merespon apapun ucapannya bahkan makan pun hanya disentuh sedikit, lebih banyak diam saja.

__ADS_1


"Apaaa Safira sakit?" suara sengit menggelegar hingga membuat si penelepon menjauhkan ponselnya karena telinganya terkejut akan suara bak petir menyambar.


__ADS_2