
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu dukungannya baik VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*******
Saat di tengah perjalanan, Linda mendadak setengah terbangun dari pingsannya namun ia mengipasi tubuhnya karena terasa panas padahal AC mobil Adrian menyala dan di luar sedang hujan. Gaun warna ungu bertali satu yang Linda kenakan malam itu langsung dilepas tanpa sadar olehnya.
Otomatis gaun tersebut melorot ke bawah dan terpampang nyata br@ penyangga warna hitam tanpa tali yang dipakai oleh Linda. Adrian begitu kaget melihat Linda seakan aneh dan pucat berkeringat dingin.
Sebagai seorang lelaki normal tentu hal tersebut membuat hasratnya membuncah melihat buah d@da Linda menyembul keluar seakan penyangga tersebut tak kuat menahan gunung kemb@r milik Linda itu.
Kulit mulus putih tanpa cacat sangat kontras dengan warna br@ yang Linda kenakan malam itu membuat sesuatu dibawah sana menggeliat bangun dari tidur panjangnya. Selama hampir 10 tahun ia bertemu banyak teman bisnis wanita maupun karyawati kantornya bahkan pada Safira pun wanita yang ia suka namun tak bisa membangunkan sang phyton dari pertapaannya yang panjang.
"Lin, kamu kenapa?Haduh ini gimana kenapa pakai lepas baju segala. Lin sadar, aku lelaki normal. Buruan gih bajunya dipakai kembali" ucap Adrian terbata karena menahan h@sratnya melihat Linda sangat sexy kala gaunnya sedikit terbuka.
"Panas...ahh..tolong aku" ucap Linda dengan nafas tersengal-sengal dan wajah sedikit pucat.
Adrian menarik nafas dan menghembuskannya, melihat kondisi Linda seperti ini ia bukan lelaki bodoh yang tak tahu apapun. Ia sangat paham pasti ada seseorang yang berniat jahat pada sekretaris Tyo ini dengan memasukkan obat perangsang entah pada minuman /makanan yang masuk ke tubuh Linda.
Kondisi Linda makin kacau karena sepertinya dosis obat tersebut cukup tinggi sehingga saat penerimanya belum terbiasa maka bisa pingsan di awal. Namun reaksi selanjutnya saat tersadar dari pingsannya sungguh tak terduga akan lebih dahsyat pada respon tubuhnya.
Mau tak mau Adrian mempercepat laju ke apartemennya. Saat di basement parkiran apartemen pribadinya, beruntung kondisi cukup sepi sepertinya sedang terjadi pergantian shift jaga para security.
__ADS_1
Ia langsung naik menuju lift ke unit apartemennya dengan membopong tubuh Linda yang bergerak tak jelas. Ia juga sudah memakaikan jasnya pada Linda agar tubuh bagian atasnya tak terekspos.
Adrian langsung menekan passcode apartemennya walau sedikit kesulitan akan kondisinya akhirnya pintunya terbuka dan segera ia kunci. Linda langsung ia bawa ke kamar mandi pribadi di dalam kamar tidurnya.
Ia langsung mengisi bathupnya dengan air dingin. Ia pernah mempelajari metode ini via internet dan berharap semoga berhasil. Linda yang tanpa sadar berusaha melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya dicegah oleh Adrian dan langsung ia bopong tubuh Linda masuk dalam bathup itu.
Adrian pun menyalakan shower bathupnya dengan air dingin lalu menyemprotkan pada tubuh Linda mulai dari kepala hingga ke bawah. Setelah hampir 15 menit berjibaku di kamar mandi, Linda bukannya berhenti tetapi justru kini kondisinya sudah polos tanpa sehelai benang apapun.
Adrian yang melihatnya sungguh frustasi, ia tak mau merusak Linda, sekretaris Tyo itu. Tentunya ia berpikir bahwa Linda masih perawan karena ia tahu Linda belum menikah. Tubuh Linda yang sintal, karena Linda memang sangat menjaga berat badannya dengan banyak minum air putih dan rajin olah raga. Sehingga bentuk tubuhnya sangat aduhai bagi kaum Adam.
"Please tolong aku, ahh...aku sudah gak tahan" ucap Linda sambil m3rem@s r3m@s payud@ra dan rambutnya sendiri hingga acak-acakan kondisinya.
Adrian sungguh dilema karena ia tak mau dituduh memanfaatkan situasi ini yang tentunya menguntungkan baginya namun Linda yang merugi. Tapi ia tahu saat dahulu kuliah bila orang seperti kondisi Linda jika tak dituntaskan h@sratnya akan berbahaya bagi kesehatan tubuh orang yang terkena obat tersebut bahkan bisa ke mental juga jika cukup parah dosisnya.
Ia segera mengambil handuk, mengangkat tubuh Linda yang sudah polos. Ia mengeringkan tubuh Linda agar tak kedinginan terkena AC kamar tidurnya. Adrian pun langsung membopong Linda ke ranjangnya.
Linda yang sudah tak sanggup menahan h@srat langsung m3ncium Adrian dengan membabi buta hingga Adrian terjatuh di ranjangnya dan di kungkung oleh Linda. Ia pun dengan tak sabaran tanpa sadar melepas semua pakaian yang melekat pada tubuh Adrian dan melemparkan sembarangan.
Di ranjang ini, Linda adalah wanita kedua yang bercinta dengan Adrian setelah 10 tahun lalu istrinya meninggal dunia. Linda kini sudah berada di sela p@ha Adrian tuk mengulum kej@ntanan milik pria itu dengan mulutny@. Membuat sang pemiliknya mengerjapkan mata menahan sensasi nikmatnya.
"Ahh..Lin...Ahh..ohh..."
Tanpa basa basi karena sang junior Adrian sudah teg@ng dan berdiri kokoh maka Linda langsung memasukkan senjat@ Adrian ke dalam miliknya.
Jleb..Jleb...
__ADS_1
"Arghh...faster Lin,, kamu sungguh nikmat ahhh...." ucap Adrian dengan suara serak menikmati Linda yang sedang bermain di atas tubuhny@.
Adrian yang tak tinggal diam pun m3rem@s d@da bahkan mencubit pucuk m3r@h jambu Linda yang terombang-ambing s3xy karena sang pemiliknya sedang menari-nari di atasnya. Hingga ritme gerakan itu makin cepat karena mereka berdua akan sampai ke puncak acara.
"Arghhh...eughh.." lolongan panjang keduanya membuat tubuh mereka penuh p3luh cinta. Linda ambruk diatas tubuh Adrian bahkan sang junior milik Adrian masih menancap di dalam liang milik Linda.
Perlahan Linda dibaringkan oleh Adrian di sebelahnya. Mendadak entah perasaan seperti apa yang ia rasakan setelah 10 tahun lebih akhirnya ia harus berbuka puasa dalam kondisi seperti ini.
"Cup...terimakasih Lin" ucap Adrian setelah mengecup kening Linda dimana sang empunya tengah tertidur pulas.
Dikarenakan dirinya lelah juga maka ia langsung tertidur dalam selimut yang sama dengan Linda dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Ia pun tertidur masuk ke alam mimpi indahnya dengan merangkul Linda dari belakang tubuh wanita itu membuat juniornya menyentuh b0k0ng sintal milik Linda.
Namun ia tak mungkin melanjutkan ronde berikutnya sedangkan Linda sudah terbang ke alam mimpi. Entah bagaimana reaksi Linda esok hari pada Adrian. Lelaki itu tak mau ambil pusing karena dirinya pun sebenarnya tak sepenuhnya salah. Ibarat pepatah kucing diberi makan ikan secara gratis siapa yang nolak.
Pagi pun tiba dan saat terbangun, Linda merasakan ada sesuatu yang keras seperti tombak dan mengganjal di b0k0ngnya. Linda mengerjapkan matanya melihat sekeliling ia begitu kaget karena ini bukan kamar kosnya. Lalu ia melihat ada sepasang tangan melingkar di pinggangnya dan ia menoleh Adrian tengah tertidur disebelahnya tanpa sehelai benang pun begitu pun dirinya tengah telanj@ng bulat.
"Aaaaa....aaaa tidakk" teriak Linda seketika membuat Adrian terbangun hampir terjungkal dari ranjangnya.
"Ada apa Lin, ada maling kah? ucap Adrian yang berpikir ada maling masuk ke apartemen mewahnya.
Kata Othor :
Astaga bang Adrian habis iya iya an mendadak lemot, hari gini maling masuk di apartemen mewah lu lewat mana bang? jalan semut apa jalan tikus? Haha.....
Apa yang terjadi pada dua sejoli itu? Akankah mengikuti jejak Safira dan Tyo menikah atau justru tidak?
__ADS_1