CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Ular Megalodon Basah Kuyup


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


******


Ketika fajar mulai menyingsing, kedua anak manusia sudah mulai menggeliat dan jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Kala jam empat subuh selepas beribadah, keduanya terlelap melanjutkan tidur karena lelah akibat konser semalam suntuk.


"Eughh..." suara Safira melenguh kala ia merasakan ada setitik cahaya matahari menyusup masuk dari celah korden kamar mereka.


Pagi ini ia terbangun dengan senyum merekah di kedua sudut bibirnya yang sudah bengkak karena ulah bibir lelaki di depannya kini yang tengah terlelap dengan memeluknya secara posesif seperti anak yang takut kehilangan induknya saja. Membayangkan ganasnya aksi keduanya tadi malam sungguh wajah Safira mendadak jadi tomat rebus berwarna merah pekat.


Ia pun tak tahu bagaimana ia bisa liar begitu bahkan sempat berpacu di atas tubuh pemilik ular megalodon kesayangannya ini. Bahkan suaminya terus m3ndesah bahkan terus mensesap buah jambu kembarnya kala ia memimpin serangan.


"Aku tahu aku tampan sayang, jadi pandangi terus kalau perlu kamu belai juga gak apa-apa kok sayangku cintaku mmuachh" ucap Tyo terbangun karena merasa Safira terus memperhatikan wajahnya kala tidur.

__ADS_1


Serangan bibir Tyo yang mengejutkannya sekaligus memabukkan membuat Safira makin dibuat terpesona akan ulah suaminya yang kelewat narsis bin m3sum ini.


"Udah pagi, aku mandi dulu ya" ucap Safira kala ia akan bangkit dari ranjang mereka, mendadak Tyo bangun dan langsung menggendongnya untuk mandi bersama.


"Nyonya ratu gak boleh nolak sang raja ular karena dia butuh dimandikan" ucap Tyo tanpa filter.


"Ah..Mas kamu kelewatan deh masak semalem masih kurang juga. Pasti mandinya nanti lama bikin masuk angin badanku saja huh" gerutu Safira.


"Kalau kamu masuk angin ya tinggal aku kerokin aja sayang kalau perlu pijat plus plus biar aku telan nanti masuk anginmu pasti dijamin sehat langsung deh" ucap Tyo dengan pedenya.


Ketika di kamar mandi, Tyo menundukkan Safira di marmer wastafel dan ia bergegas menyiapkan air dalam bathup baik suhu dan diberi aromatherapy lavender untuk membuat lapis legitnya bengkaknya menyusut akibat ukuran ular megalodon yang oversize sehingga menyebabkan lubang kecil itu jd bengkak memerah namun masih sempit nan legit.


"Kapan benda itu tidur, masak tiap detik bangun terus kerjaannya" gerutu Safira dalam hati saking gemes bin kesel sama itu ular megalodon yang jarang tidur maunya bangun terus minta nutrisi.


Bahkan kini sang pemiliknya dengan tak tahu malunya berbicara mesra padanya namun tangannya sudah merajalela kemana-mana. Yang satu tengah *3***** memilin jambu kembar miliknya. Sedang satunya sudah m@suk m3nyodok lapis legitnya hingga membuatnya belingsatan tak karuan akan rasa yang hadir padanya.


"Ahh...Mas Tyo sudah tangannya jangan nakal nanti Fira basah terus" ucap Safira dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Kalau basah nanti Mas yang bagian keringkan" ucap Tyo serasa mulutnya sudah m3ngendus leher jenjang Safira yang dipenuhi cap stempel kepemilikannya.


"Kecip@k k3cipuk.." suara air dalam bathup bergelombang meluber karena di dalamnya sedang terjadi pacuan kuda laut hingga membuat ombak-ombak buatan yang kian intens dan memb@ra.


Selepas gelombang cint@ datang dari pemilik lapis legit yang membuatnya lemas tak berdaya beberapa menit kemudian Tyo mengangkat tubuh pemilik lapis legitnya menuju shower untuk dibersihkan dari busa sabun. Namun kembali lagi serangan dilancarkan karena ular megalodonnya meringsek masuk dari jalur belakang setelah tadi mengoy@k jalur depan lapis legitnya itu.



"Mas..ah..aku pipis lagi" ucap Safira dengan nafas tersengal.


"Pipis saja sayang kan ini lagi di kamar mandi memang tempatnya pipis" ucap Tyo dengan senyum sumringah karena telah membuat istrinya itu pipis berkali-kali dalam tanda petik di dalam kamar mandi.


Bahkan setelah jalur belakang usai untuk menuju puncak bagi Tyo pun ia tetap memakai jalur depan dengan mengangkat satu kaki pemilik lapis legitnya ini. Hingga ritme cepat dan tak lama gelombang cinta pun datang menerjang keduanya secara bersamaan.


Seakan seperti terkena tsunami akhirnya banjir seketika. Tak lama mereka berdua segera membersihkan diri terutama Tyo sungguh tak tega melihat istrinya yang lemas karena capek berdiri. Bahkan Tyo dengan telaten mengeringkan badan istrinya dengan handuk dan menggendongnya ke ruang ganti serta memakaikan pakaian santai yang biasa istrinya pakai di rumah.


Safira pun ia tidurkan di ranjang dan ia meminta pelayanan membawa sarapan untuk mereka ke dalam kamar karena keduanya memutuskan makan di kamar dan Tyo berencana seharian ini akan terus bersama guling hidupnya yang sudah membuatnya candu. Ia segera menghubungi Dimas untuk memintanya menggantikan pekerjaannya hari ini karena ia tak bisa ke kantor.

__ADS_1


"Astaga bos satu ini apa gak bisa bikin orang santai sejenak. Mendadak gak masuk dan gak mau diganggu. Mana ponsel langsung tak bisa ditelepon balik pula. Emang urusan penting apa sih? Apa bertengkar lagi sama Safira atau Nyonya besar? Hmm..gini nih bikin malas saja buat nikah enak juga single bebas kayak gue" gerutu Dimas setelah sambungan telepon diputus sepihak oleh Tyo tanpa aba-aba.


__ADS_2