
Setibanya di kamar mereka, Safira di hempaskan ke ranjang lalu Tyo mendadak beringas akibat cemburu yang tak kasat mata namun berusaha ia elak dari hatinya kala melihat Safira bersama lelaki lain.
Ia cium dan gigit bibir Safira secara brutal membuat sang empunya menangis tersedu-sedu kala ia berusaha berontak akibat ulah suaminya yang membuat dirinya terkejut akibat berlalu kasar padanya.
"Apakah hari ini aku akan menyerahkan mahkotaku padanya ya Tuhan dengan kondisi seperti ini?" ucap Safira dalam hati dengan penuh derai air mata menetes dari kedua kelopak matanya.
Cium@n pertamanya direnggut suaminya dengan kekasaran tanpa kelembutan. Pengalaman pertama yang bukan untuk ia kenang karena bahagia akan tetapi hanya sebuah goresan luka nan pedih di hati.
Maldives mungkin bagi banyak orang menjadi tempat Surga Dunia terutama pengantin baru namun hal itu tak berlaku pada Safira. Di tempat ini banyak kenangan buruk yang terjadi padanya sehingga banyak meneteskan air mata serta hatinya makin rapuh.
Akan kah ia sanggup bertahan akan semua ini. Senyum kedua orang tua Tyo serta almarhum kedua orang tuanya yang menguatkan hatinya untuk bertahan.
Perlahan Tyo melepaskan celana pada tubuh Safira dan menjauh kala ia merasakan tetesan air mata membasahi bibirnya yang tengah mem@gut bibir istrinya itu. Ia lekas membanting beberapa benda fasilitas resort yang ada di kamarnya lalu pergi meninggalkan Safira begitu saja tanpa pamit.
Entah kemana perginya suaminya itu karena Safira sudah menunggu di kamar mereka hingga larut malam namun Tyo belum juga kembali.
Setelah pemaksaan cium@n pertama mereka yang berbuah air mata Safira, lekas ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan membereskan kekacauan kamarnya dengan memanggil pihak resort untuk membersihkannya.
Safira juga sempat meminta maaf dan berkata bahwa ia serta suaminya akan mengganti kerugian pihak resort atas fasilitas kamarnya yang rusak atau pecah. Tentunya pihak resort tak masalah karena mereka sudah mengenal Tyo adalah CEO Adi Corporation dan Papa Tyo sendiri yang memesankan serta membayar semua paket honeymoon mereka selama di Maldives sebagai kado pernikahan.
Malam di Maldives saat itu suhu udara cukup sejuk sehingga banyak penghuni yang menghabiskan malam indah di dalam kamar yang mungkin kebanyakan berakhir panas di atas ranjang.
__ADS_1
Tyo berjalan sempoyongan menuju kamar yang ia tempati bersama Safira. Ia terlalu banyak minum di area bar dekat pantai yang masih satu area dengan resort tempat ia menginap.
Entah mengapa hari ini sungguh membuat suasana hatinya panas terlebih melihat Safira bersama lelaki bule tadi. Akhirnya ia banyak minum alkohol yang berujung mabuk.
Saat Tyo masuk ke kamarnya maka saat itulah Safira terbangun lalu ia melihat Tyo seperti orang mabuk. Ia membopong Tyo namun sudah dihempas oleh sang empunya.
"Jangan berani sentuh aku" bentak Tyo.
"Kamu dari mana saja? Sudah makan atau belum? Kenapa pakai acara mabuk segala sih" tanya Safira.
"Tak usah sok peduli padaku huh, pedulikan saja pria bulemu itu yang mungkin bisa menghangatkan ranjangmu" ucap Tyo kala masih dalam pengaruh alkohol.
Safira tak mau ambil pusing atas perkataan Tyo yang sedang mabuk sehingga ia masih berpositif thinking bahwa mungkin Tyo tak sadar atas ucapannya.
Keesokan paginya Safira sudah terbangun dan bergegas pergi ke arah pantai berniat menikmati matahari terbit untuk melepas kegundahan maupun kemarahan hatinya. Tak lupa ia meninggalkan secarik kertas di atas nakas dekat ranjang suaminya terlelap.
Safira menuliskan pesan bahwa ia jalan ke pantai untuk sesaat melihat matahari terbit agar sang suami tak cemas mencarinya. Dan ketika setibanya di pantai, ia justru bertemu Arnold dan team kantornya ternyata mereka akan bersiap untuk kembali ke Aussie. Safira berjalan menuju mereka untuk berbicara pada Arnold sejenak sebagai teman.
"Arnold, maafkan atas sikap suamiku yang kemarin. Kamu jangan ambil hati akan sikap galaknya yang mungkin kurang sopan padamu" ucap Safira lirih.
"Haaahaa... tenang saja Fir, aku bukan tipe pendendam. Aku sangat paham jika sikap suamimu seperti itu karena itu menunjukkan bahwa ia cinta sama kamu sehingga cemburu merasukinya saat melihatku dekat denganmu walau kita hanya berteman biasa tak lebih" ucap Arnold bijak.
"Sampai jumpa lagi dan hati-hati di jalan ya Arnold" ucap Safira tulus.
__ADS_1
"Makasih Fir, oh ya ini kartu namaku disitu juga ada kantor tempatku berada. Misal ada hal urgent atau kamu ke Aussie segera hubungi aku maka pasti aku akan menjadi tuan rumah yang baik untuk kalian" ucap Arnold.
"Oke, makasih Arnold" ucap Safira sambil melambaikan tangan karena Arnold sudah naik ke pesawat amfibi untuk meninggalkan Maldives.
Dalam benak Safira tadi Arnold mengatakan jika kemarin sikap suaminya seperti itu karena ia cinta sehingga itu reaksi atas cemburu di hatinya.
"Apa betul saat ini kamu sudah mencintaiku?" ucap Safira dalam hati.
Lalu tak lama setelah melihat matahari terbit nan elok, ia memutuskan kembali ke kamarnya khawatir suaminya telah bangun dan membutuhkannya. Ketika tiba di kamar ia mendengar gemericik suara di kamar mandi artinya Tyo sedang membersihkan diri.
Maka ia menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya dan membenahi kamar mereka agar terlihat lebih rapi.
Mereka berdua sarapan dengan hening tanpa ada yang saling memulai kata terlebih dahulu hingga selesai makan pagi. Tyo kembali berkutat dengan pekerjaannya dan Safira duduk di teras kamarnya sambil melihat laut.
Tyo merasa tak fokus pada pekerjaannya karena sejak pagi melihat Safira lebih banyak diam dan menunduk. Namun gengsinya melebihi perasaan cemasnya sehingga untuk meminta maaf pada istrinya pun urung dilakukan.
Malam pun tiba kembali dan tiba-tiba ketika mereka semua terlelap tidur karena jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Safira tengah dilanda demam tinggi dan mengingat yang membuat Tyo terkejut melihat tubuh Safira berkeringat dingin dan demam.
"Ayah, Bunda aku kangen huhu...aku mau ikut ke sana saja hiks..hiks.." ucap Safira tanpa sadar dengan mata terpejam, air mata yang menetes dan keringat dingin yang membanjir.
Tyo begitu terkejut mendengar gumaman Safira yang menyayat hatinya dan melihat kondisi istrinya sakit langsung ia membopong Safira ke ranjang dan menyelimutinya.
Tyo menghubungi pihak hotel untuk meminta obat demam dan makanan kecil serta teh hangat. Ia kompres Safira karena ia pernah lihat sang mama melakukan hal itu kala dirinya demam.
__ADS_1
Setelah pihak hotel datang, ia meminumkan obat pada Safira, karena kondisinya yang lemas maka istrinya langsung tertidur pulas.