CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Demi Kesembuhan Safira


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*******


Safira telah tertidur pulas di atas ranjang king size. Seorang Dokter jaga yang disediakan dari pihak resort mengatakan Safira terkena demam dan flu indikasi kecapekan serta banyak pikiran yang cenderung beban atau stress namun belum kategori berat.


Jika dalam 3-4 jam ke depan demam juga belum turun atau makin meningkat maka bisa digunakan metode cepat menurunkan demam dengan skin to skin.


Awalnya Tyo kurang paham metode skin to skin itu bagaimana. Namun setelah dijelaskan oleh sang dokter ia langsung paham dan mukanya berubah merah bak kepiting rebus.


Sang dokter pun heran bukankah mereka pasangan pengantin baru. Membicarakan skin to skin sudah merah seperti tomat rebus. Sang dokter dihinggapi berbagai spekulasi pertanyaan di benaknya namun ia abaikan setelah memberikan beberapa obat dan informasi pada Tyo lalu ia pergi dari kamar tersebut.


Tyo bersandar pada ranjang dan sambil melihat kompresan di dahi istrinya. Mengecek juga suhu tubuh Safira apa demamnya sudah turun atau belum. Namun sudah tiga jam berlalu demam tersebut bukan turun tapi makin meningkat


Bahkan kini bibir dan tubuh Safira menggigil. Tyo melihat bibir yang biasanya merah delima itu kini berubah menjadi pucat pasi. Ia sungguh iba melihat istrinya seperti ini. Namun ia ragu jika melakukan hal yang disarankan sang dokter khawatir Safira terbangun dan menuduhnya yang tidak-tidak.


Sudah empat jam berselang kondisi istrinya masih sama akhirnya ia tak tega melihatnya makin memburuk. Dengan terpaksa ia melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan hingga menyisakan boxernya saja yang membungkus torped0 kebanggaannya itu.

__ADS_1


Perlahan ia membuka baju tidur istrinya hingga menyisakan celan@ dal@mnya saja yang berwarna merah cabai. Sungguh proses yang melelahkan untuk Tyo karena hal itu memacu adrenalin jantannya yang terpaksa harus ia tahan dan pukul mundur demi kesehatan istrinya.


Tak mungkin juga ia memanfaatkan situasi saat istrinya tak sadar akibat obat demam yang sepertinya menyebabkan tidurnya cukup pulas. Selimut membungkus kedua tubuh yang hampir polos total tersebut.


Tyo memeluk Safira dan alhasil kedua kulit tanpa perantara saling bergesekan dan menyentuh. Jangan lupakan sang torped0 jantan yang sudah bangun dari tidur panjangnya. Menjulang tinggi, berurat dan kokoh berdiri.


Lima menit, tujuh menit, 10 menit dan pertahanan sang pemilik lolipop itu akhirnya runtuh. Perlahan tapi pasti ia mencium bibir Safira dengan lemah lembut walau tak dibalas oleh sang pemiliknya.


Cium@n itu turun ke leher jenjang istrinya yang putih mulus tanpa cacat dan tak lupakan saat mulut sang maestro bergerak maka tangannya sudah bergerilya mencari tempat nutrisinya.


Saat tangannya menemukan pucuk mer@h jambu maka ia memilin serta mer3masnya hingga warnanya makin memerah. Ia meraba lekuk tubuh istrinya hingga perut bagian bawahnya dan saat akan membuka cel@na dal@m istrinya ia tersadar kondisi istrinya tengah sakit.


"Cepat sembuh baby" ucap Tyo lirih.


Tak Lama ia pun terlelap tidur dengan memeluk guling hidupnya. Sebelumnya sejak di Maldives awal tidur selalu resah hingga sering begadang.


Matahari menyelinap masuk di balik celah gorden kamar pasangan pengantin yang tidur dengan saling berpelukan. Safira mengerjapkan matanya dan melihat sekitarnya ia yakini masih berada di kamar tempat mereka menginap di Maldives.


Ia terkejut ada sebuah tangan kekar memeluk rapat pinggangnya bahkan letak tangan tersebut mengarah hampir ke bawah ke area intimny@. Safira menatap pahatan gagah nan tampan di depan wajahnya kini.


Rahang yang tegas, alis tebal serta bibir pedas lelakinya yang suka menyayat hatinya namun ia tak bisa membenci lelaki di depannya ini. Sungguh perasaan yang membuat Safira lemah dan memporak-porandakannya.

__ADS_1


Ia ingin menyentuh wajah suaminya namun tangannya ia masukkan kembali dalam selimut. Sesaat ia begitu terkejut meraba ke dalam selimut lalu membukanya. Sontak ia berteriak refleks dan membangunkan sang jantan disebelahnya yang tengah bermimpi indah hingga sesuatu yang berada di dalam boxernya sudah bangun di pagi hari nan sejuk itu.


"Aaaaa...." teriak Safira.


"Eughh...ada apa sih pagi-pagi sudah berisik" ucap Tyo.


"Kamu dan aku kenapa bisa telanj@ng begini? Apa semalam kita melakukannya?" ucap Safira lirih dan malu-malu.


"Huft.. kamu di negara orang bikin repot aku saja pakai sakit segala. Jadinya buat nurunin demam kamu semalam terpaksa begini atas saran dokter. Jika bukan demi kesehatanmu tentunya aku tak mau melakukan hal ini dan tenang saja kamu masih disegel paten belum q buka juga segelnya, puas kamu" ucap Tyo.


Lalu Safira hanya bisa menunduk dan membungkus selimut hingga ke d@danya karena malu akan kondisi tel@njangnya berada dekat Tyo walau notabene suaminya sendiri karena masih dilanda kecanggungan.


"Terima kasih dan maaf merepotkanmu" ucap Safira lirih seraya menunduk.


Dua hari kemudian kondisi Safira sudah sangat sehat dan bugar kembali. Selama dirinya sakit, Tyo memberikan perhatian yang cukup walau terkadang masih diiringi dengan nada ketus dan pedasnya.


Hari ini, mereka memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena waktu honeymoon mereka sudah habis walau Tyo bisa menambah masa cuti kerjanya sebagai CEO karena Adi Corporation di handle baik oleh sang Papa dengan Dimas selama dia masih honeymoon. Namun, Tyo yang gila kerja dan ia juga masih gengsi mendekati Safira maka ia memilih untuk lebih baik pulang saja.


"Sampai jumpa Maldives..semoga kelak bisa kembali ke sini dengan cinta pada orang yang sama" ucap Safira dalam hati kala ia naik pesawat amfibi meninggalkan Maldives.


"Tunggu aku Safira, satu bulan lagi aku kembali ke Indonesia. Aku akan melamar kamu secara langsung" ucap seorang pria yang tengah memandang foto Safira wisuda lalu di ponselnya yang merknya bergambar buah Apel kroak.

__ADS_1


__ADS_2