
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*******
Glek..Glek..
Tyo menelan salivanya dalam-dalam kala melihat Safira dari dekat dengan posisi tidur seperti ini sungguh sangat sexy baginya. Ular phyton di bawah sana yang sering dijuluki torpedo sama mamanya itu yang selalu di tuduh karatan. Sekarang tengah bangkit dari tidurnya namun lagi-lagi karena ego yang tinggi ia memutuskan bermain solo karir daripada harus berduet.
Padahal kalau bermain duet gajinya double enak justru Tyo gak mau. Apa enaknya solo karir. Haha.....
"Dasar lelaki aneh" kata readers.
Alhasil di dalam kamar mandi Tyo diolok-olok oleh seisi benda di dalamnya bahkan sikat pembersih kloset pun mengoloknya penuh senyuman sindiran. Sudah sah punya buku nikah tapi masih main solo karir. Xixixi...(kehaluan bersama).
__ADS_1
Safira terbangun mendengar suara gemericik air dari kamar mandi dan ia mengedarkan pandangan ke ranjang namun Tyo tak ada. Lalu ia bangkit ke ruang santai depan juga tak melihat suaminya. Barulah ia kembali ke sofa karena sudah memastikan jika yang di dalam kamar mandi tersebut adalah Tyo.
Namun Safira tak tahu di dalam sana Tyo sedang main tombak-tombakan dengan sabun mandi untung bukan sabun colek, xixi...
Kebetulan kamar mandi tersebut dirancang kedap suara sama seperti kamar yang mereka huni.
Saat matanya akan memejam, Tyo keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dari beberapa tetesan air turun membasahi perutnya yang berkotak-kotak yang suka membuat wanita klepek-klepek jika melihatnya.
Hanya berbalut handuk putih di pinggangnya yang menutup senjata tempur masa depannya yang tertidur lemas bukan senjata pembunuh massal. Setelah mengeluarkan es krim vanilanya dengan main solo-soloan yang sudah jadi sosis solo.
"Ehm, Mas kenapa sudah larut malam begini mandi lagi? Bukannya tadi sudah mandi?" ucap Safira polos.
"Suka-suka aku mau mandi seribu kali pun pihak hotel gak akan melarang, kenapa kamu yang sewot?" bentak Tyo sengaja untuk membuang kegugupannya.
"Bukan apa-apa mas, khawatir nanti sakit. ACnya kurasa cukup dingin nanti kamu masuk angin" ucap Safira jujur.
"Ah, kamu baru jadi istriku belum ada sehari sudah main mengatur berapa kali aku mandi. Nanti kamu atur juga berapa kali aku buang angin. Dasar tak tahu diuntung" sarkas Tyo.
__ADS_1
Hatinya bagai tertusuk ribuan belati mendengar ucapan suaminya itu. Padahal dalam hatinya, Safira betul mencemaskan kesehatan sang suami. Ia juga tak tahu menahu bila suaminya mandi tengah malam karena menahan ha@srat sehingga main bersama sosis solonya sendiri.
Mungkin jika Safira tahu, pasti dia akan bersedia menjadi istri yang sesungguhnya menyerahkan mahkotanya pada Tyo.
Lalu Safira memejamkan matanya dan berbalik memeluk gulingnya menghadap ke sandaran sofa dan berusaha tidur untuk melupakan kata pedas suaminya itu yang sudah seperti Bon Cabe level akut.
Tyo menghela nafas dalam sesungguhnya ia tak mau berkata kasar pada Safira, namun entah mengapa dirinya jadi emosi begini karena hampir saja terpergok main solo karir di dunia persosisan.
Air mata menetes menemani tidur Safira di malam pengantinnya. Berharap hari segera berlalu sehingga ia ingin segera melupakan pahitnya malam pengantinnya. Kata orang malam pengantin akan mengalami sakit di bagian kewanita@n serta mengeluarkan darah per@wan namun yang terjadi padanya justru sebaliknya.
Status sudah menjadi pengantin namun belum menjadi suami istri yang sesungguhnya dan tak ada pendarahan dalam bentuk sebenarnya. Namun sakit tak berdarah terjadi pada hatinya sehingga hanya luka dan air mata yang menemaninya saat cinta mulai bersemi di hatinya untuk satu nama yaitu Pancagalib Adi Bramantyo Sasongko.
Adzan Subuh berkumandang, Safira bangun mengerjapkan pandangannya dan melihat suaminya masih tertidur pulas di atas ranjang. Ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah mencuci muka di wastafel, ia begitu terkejut melihat seonggok sesuatu. Ia didera penasaran dan mendekati benda itu. Setelah mengambilnya sontak ia menjatuhkan benda tersebut dan mulutnya menganga. Ia langsung menutup dengan tangannya.
Benda apa itu ? Tebak-tebak buah manggis yukssss...
__ADS_1