CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Mansion Putra Mahkota


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*******


Ketika mobil mereka memasuki pelataran sebuah mansion megah milik sang putra mahkota pewaris tunggal Adi Corporation membuat mata Safira tak berkedip.


Lalu ia segera merubah ekspresi terkejutnya dengan bersikap datar dan biasa saja agar suaminya tak meledeknya kampungan. Maklum mulut suaminya terkenal pedas melebihi pedasnya abon cabe ataupun nasi goreng gila yang pedasnya selangit. Ia sudah cukup paham mengenal karakter suaminya itu.


Setibanya di dalam mansion, mereka di sambut pelayan yang berjejer memberi hormat pada Nyonya muda mereka.


"Selamat datang Nyonya muda" ucap mereka serempak.


Tyo pun langsung masuk ke kamar utama tak menghiraukan Safira yang berjalan di belakangnya sedang melihat-lihat kondisi mansion secara menyeluruh agar ia tak tersesat suatu saat.



Setelah puas berkeliling dan dijelaskan oleh kepala pelayan yang bernama Santi, ia kembali melangkahkan kaki menuju kamar utama dimana suaminya sudah berada di sana sejak tadi.


Saat ia membuka pintu kamar utama, ia tak menemukan suaminya. Namun ia mendengar gemericik air kamar mandi. Dalam benak Safira apa suaminya sedang di dalam apa tidak. Kamar mandi utama di desain tanpa kunci sehingga bisa dibuka.

__ADS_1


Kebetulan pintu kamar mandi belum tertutup sempurna dan Safira membuka secara perlahan untuk mengintip apa suaminya di dalam. Alhasil mulutnya menganga lebar dan matanya membola.


Ia melihat pahatan gagah perkasa dan maskulin yang membuatnya tersihir sejenak. Suaminya tengah mandi namun Tyo dikarenakan sedang mendengarkan musik favoritnya jadi ia tak mendengar suara pintu kamar mandi dibuka oleh istrinya.


Tyo tengah memejamkan mata menikmati musik dan sibuk membersihkan diri di bawah guyuran shower tentu dengan kondisi tubuh yang p0los. Beruntung sang torped0 tengah tertidur. Jika sedang terbangun mungkin Safira bisa pingsan berdiri karena melihat pertama kali benda pusak@ yang ukurannya tentu berbeda dengan orang lokal.



Walau jarak pandang matanya dengan posisi sang suami mandi terhalang kotak kaca sedikit samar karena terkena percikan air. Namun ini pertama kalinya ia melihat seorang pria tel@nj@ng di depan matanya langsung.


Safira langsung menutup pintu kamar mandi secara perlahan dan ia memutuskan keluar memanggil Santi menanyakan apa semua kamar mandi di mansion suaminya sama seperti kamar utama yang tak ada kuncinya.


Santi berkata jika hanya kamar mandi utama saja, sedang kamar mandi di kamar lain maupun di area pelayan semua menggunakan kunci.


Tak lama ia melihat Tyo keluar dari kamar utama sepertinya menuju ruangan kerjanya. Safira pun balik ke kamar utama karena dirinya juga gerah dan memutuskan segera mandi cepat sebelum singa jantan kembali ke kamar mereka.


Malamnya mereka memutuskan berkunjung ke mansion orang tua Tyo. Rencana awal untuk makan malam saja, namun sang mama menyuruh mereka untuk menginap dan keduanya tak bisa menolak karena sang Ibunda Ratu sudah mengeluarkan titah.


"Bagaimana putra mama, apa dia berlaku baik atau tidak padamu Nak?" tanya Mama Tyo sambil menatap tajam Tyo.


"Baik ma. Saat di Maldives, Fira sakit itu pun yang merawat Tyo dengan telaten hingga sembuh ma" ucap Safira tulus.


"Oh ya, wah ternyata putraku bisa double job dari CEO menjadi dokter cinta untuk istrinya" kelakar Mama Tyo yang membuat Tyo serta Papanya memutar bola matanya jengah.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi cucu mama di dalam sini apa sudah dicicil? Kalau belum jadi nanti malam bisa dicicil kembali. Kamar kalian sudah mama siapkan dengan baik" ucap Mama Tyo sambil mengelus perut Safira.


Tyo dan istrinya hanya bisa memalingkan wajah karena wajah sudah memerah seperti tomat rebus.


"Mama jangan bahas cucu terus ah, mungkin pengantin baru masih ingin penjajakan jadi jangan direcokin dulu. Kayak dulu kita juga pas awal menikah mencoba berbagai gaya dulu sebelum akhirnya jadi adonan yang di depan kita ini" ucap Papa Tyo sambil melirik putranya.


"Ih Papa dan Mama suka bikin menantunya malu deh, lihat aja istriku wajahnya sudah merah bak kepiting rebus gitu mendengar obrolan kalian yang bikin darting saja seperti tak ada bahasan lainnya" ucap Tyo jengah.


"Yuk, masuk kamar saja daripada di sini obrolan unfaedah dari pengantin rasa lama" ucap Tyo sambil menggandeng tangan istrinya masuk ke kamar.


"Mah Pah, Fira pamit dulu" ucapnya sambil terbata karena ia terkejut tangannya ditarik oleh suaminya.


"Pakai gaya baru cicak nungging dan cicak berendam biar cepat jadi cucu Mama ya" ucap Mama Tyo sambil senyum membuat sang suami di sebelahnya terpelongo.


"Astaga Mama, itu kan gaya baru yang tadi kita baca dari buku kok langsung di sampaikan ke mereka?" tanya Papa Tyo.


"Iya gak apa-apa Pah, biar mereka makin semangat sepertinya torped0 putra kita sudah gak tahan minta diasah jadi langsung ngajak Fira masuk kamar" ucap Mama Tyo pelan sambil cekikikan.


"Yuk, kita praktek ma. Kan tadi kita cuma baca saja belum praktek. Masak Papa didahului sih sama si sableng itu nyoba gaya baru tadi. Papa sudah kepengen nih ma" ucap Papa Tyo yang bibirnya sudah mengendus-endus seperti kucing ke leher sang istri.


"Au ah..gelap" ucap Mama sambil melangkah ke dapur mengambil sekotak es krim rasa stroberi favoritnya.


Kira-kira itu es krim mau dibuat apa sama mama ya?

__ADS_1


Tyo dan Safira berani coba gaya baru dari sang Mama apa tidak? Buat memecahkan telur. Simak terus kisah mereka.


__ADS_2