
πSELAMAT MEMBACAπ
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*********
Flashback On
Setelah kepergian Gabriela ke Indonesia, tak lama Rosiana sudah menyusun strategi agar putranya yaitu Frans kembali memegang bisnis warisan sang suami yang maju pesat karena ia ingin pensiun dan melihat Frans juga menikah dengan Bella calon menantu yang sudah ia siapkan untuk putranya itu.
Bella adalah gadis yatim piatu dan kedua orang tuanya telah lama meninggal dunia. Gadis itu bekerja sebagai asisten pribadi di butik milik kakak pertama Frans. Gadis muda tapi sangat pandai memasak dan hal lainnya serta lemah lembut tergambar dari sosok Bella.
Rosiana yang memang tengah sakit menyuruh anak pertamanya untuk memanggil Frans ke kediaman utama. Tentu saja Frans sangat mencintai sang Mama ia datang karena dikabarkan bahwa wanita cinta pertamanya itu tengah sakit. Hati Frans mendadak sedih melihat sang mama makin kurus namun tetap cantik di usianya yang sudah senja. Frans memasuki kamar sang mama kala melihat mamanya tengah memejamkan mata.
"Ma, kenapa sampai sakit? Mengapa tak menjaga kesehatan hingga kurus begini. Bagaimana kakak menjaga Mama sih?" gerutu Frans sambil mengelus rambut dan pipi sang Mama. Rosiana yang tengah dibelai sang anak otomatis membuka matanya dan tersenyum sambil berkaca-kaca. Air mata kerinduan pada sang putra tak dapat ia bendung dan akhirnya menetes di pipinya.
"Ma, kenapa malah nangis?" ucap Frans sendu.
"Mama bahagia karena putra Mama mau jengukin Mamanya yang sudah bau tanah ini" ucap Rosiana lirih.
"Ma, jangan bilang begitu Frans gak suka. Mama masih muda dan cantik serta sehat untuk berumur panjang. Jangan pergi ninggalin Frans tanpa pamit seperti Papa hemmm" ucap Frans seraya memeluk Mamanya dan punggung lelaki itu bergetar.
Rosiana membalas pelukan sang putra dan ia tahu Frans tengah menangis karena mengingat mendiang Papanya yang ketika sakit hingga meninggal, Frans tak ada di sisi sang papa. Hal itu yang membuat Frans menyesal sedalam-dalamnya dan ia tak mau kejadian serupa menimpa sang Mama.
"Sebelum Mama pergi menemani Papa di sana, maukah kamu mengabulkan permintaan Mama untuk terakhir kalinya? Menikahlah dengan gadis pilihan Mama dan mendiang Papamu. Maka Mama pasti akan pergi dengan tenang dan bahagia bersama Papa di sana" ucap Rosiana dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ma tapi.."
"Jika kamu tak bersedia juga Mama tak akan memaksa. Lebih baik kamu pulang sekarang karena buat apa Mama dahulu melahirkan kamu penuh dengan taruhan nyawa tapi berujung memiliki anak yang pembangkang. Karena kepergianmu membuat Papamu meninggal dan kini jika penolakanmu juga membuat Mama pergi untuk selamanya maka itu kado pahit di akhir hidup Mama yang harus ikhlas aku terima sebagai seorang ibu" ucap Rosiana dengan bibir bergetar dan membalikkan tubuhnya memunggungi Frans.
Frans tidak mau berdebat dengan sang Mama akhirnya memilih mengalah untuk kembali pulang ke apartemennya. Ia menghubungi Gabriela dan menyuruh kekasihnya untuk cepat kembali ke Eropa namun sayang sang kekasih masih terobsesi untuk memiliki Tyo karena Frans tahu dalam hati Gabriela masih tersimpan banyak cinta untuk Tyo bukan untuknya.
Tak lama ketika akan memejamkan matanya karena hari sudah larut malam, ia dikejutkan oleh telepon dari sang kakak bahwa Mamanya drop dan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Frans terkejut bukan main karena tadi siang masih melihat sang Mama terbaring di kamar kediaman utama dan sekarang harus masuk rumah sakit. Pikiran negatif Frans langsung mengelilingi otaknya. Ia tak mau ditinggal pergi oleh sang Mama tercinta karena sebagai anak ia merasa belum berbakti pada wanita yang telah melahirkannya itu.
Ketika tiba di rumah sakit saat akan memasuki kamar inap sang Mama, ia dibuat tertegun oleh seorang gadis muda nan cantik jelita yang tengah memakai piyama tidur sopan bermotif bunga-bunga dan memakai sandal jepit rumahan biasa. Namun gaya sederhana pada gadis itu membuat pesonanya makin terpancar kuat.
Gadis itu tengah mengelus wajah Mamanya dan memijat ringan tangan Rosiana lalu tak lama memberikan minum air putih dengan telaten pada ibunya. Sungguh pertama kali melihatnya, Frans terpesona melihat gadis ini.
Dari pertemuan di rumah sakit itulah akhirnya Frans mengenal Bella dan ketika menjaga sang Mama di rumah sakit, ia bermimpi bertemu sang Papa dan Frans meminta maaf pada Papanya dengan sesenggukan. Frans sungguh mengalami ketakutan mendalam khawatir Papanya datang dalam mimpinya untuk menjemput sang Mama. Karena sejak Papanya meninggal dunia belum pernah Frans didatangi sang Papa dalam mimpi.
Sejak saat itu Frans mulai berubah apalagi Gabriela semakin sulit dihubungi dan ia berpikir mungkin rencana Gabriela berhasil dan ia ingat kalimat petuah sang Mama.
Terlebih Frans mendapat sebuah pesan tak terduga tentang video entah siapa yang mengirimkan hal itu kepadanya. Video berdurasi satu menit yang menunjukkan percakapan antara Gabriela dengan Ivon kala mereka berdua sedang break pemotretan.
Ivon bertanya pada Gabriela tentang hubungan asmara yang tersiar antara Gabriela dengan Frans. Gabriela menjelaskan bahwa ia hanya menganggap Frans sebagai manajer dan teman yang baik tak lebih bahkan ia tak akan menikah dengan Frans karena ia sudah cinta mati dengan lelaki lain bernama Tyo.
Di percakapan itu Ivon sengaja menghina bahwa Frans hanya sebagai ban serep buat Gabriela dan pemuas ranjangnya saja tak lebih. Frans kecewa dengan Gabriela dan akhirnya ia memilih menutup semua hal tentang wanita yang pernah ia cintai itu.
Frans menyetujui perjodohan dirinya dengan Bella dan beberapa bulan melakukan pendekatan akhirnya keduanya pun sudah merasakan jatuh cinta karena Bella sosok gadis yang baik dan keibuan sehingga sangat cocok untuk ibu calon anak-anaknya kelak.
Flashback Off
__ADS_1
Sedih ,menyesal dan patah hati menyakitkan itulah yang tengah dirasakan Gabriela. Ia telah pergi meninggalkan Gedung area pernikahan Frans dan Bella setelah Rosiana mengancam akan membuat hidupnya lebih menyakitkan jika masih berani mengganggu kehidupan sang putra dan menantunya.
"Frans kau jahat"
"Bukan...aku yang jahat padamu"
"Tyo yang jahat haha"
Muka sembab, raut wajah kusut serta rambut berantakan mirip seperti orang yang tidak waras yang tampak pada Gabriela tengah berjalan di tepi jalan. Lalu mendadak Gabriela tertawa dan ia hendak meyebrang jalan untuk mengambil sebuah balon yang tengah terbang ke udara tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah truk dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Citt... Brakk...
πππ
Setelah kecelakaan yang menimpa Gabriela lalu setelah pergi dari area pernikahan Frans, Gabriela mengalami lumpuh total dan karena kecelakaan itu mengenai bagian perut hingga bawah sehingga selain membuat kakinya lumpuh, rahimnya pun terpaksa di angkat karena benturan cukup keras.
Setelah dinyatakan cukup sehat dari luka fisiknya pasca beberapa operasi yang ia jalani, kini Gabriela harus mengalami luka mental dan menghuni di sebuah rumah sakit jiwa di Paris. Entah sampai kapan dirinya akan menjadi pasien rumah sakit jiwa tersebut karena dokter mengatakan pasien sulit disembuhkan.
Frans dan Bella pernah mengunjungi Gabriela di rumah sakit jiwa sebelum ia dan keluarganya hendak pergi meninggalkan Paris untuk selama-lamanya. Frans dan keluarga berencana kembali tinggal di negara asal mendiang Papanya di Jerman karena bisnis keluarganya juga masih berpusat di sana.
Bella sudah mengetahui masa lalu Frans dan Gabriela bahkan hingga urusan ranjang keduanya tak ditutupi oleh Frans. Bella awalnya sudah mengetahui hal itu dari keluarga Frans sendiri terutama dari Rosiana namun ia tak menyangka bahwa Frans akan jujur padanya sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih serius. Bella pun menerima dengan ikhlas apapun masa lalu Frans karena ia tulus mencintai pria itu dan keluarganya.
"Maafkan aku Gab, semoga kamu segera pulih kembali seperti sedia kala dan mendapatkan kebahagiaan seperti diriku saat ini bersama Bella dan keluargaku" ucap Frans dalam hati kala ia tengah berada di dalam pesawat menuju Jerman meninggalkan Paris bersama keluarga dan istrinya.
πππ
"Cinta akan bermuara pada takdirnya yaitu pemilik jodohnya masing-masing"
__ADS_1
"Cinta dan obsesi beda tipis seperti benci dan cinta jadi jangan terlalu cinta atau bucin pada seseorang yang tak pada hakikatnya"
"Karma dibayar kontan pada siapa saja yang merusak kehidupan rumah tangga orang lain"