
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu dukungan kalian ya baik VOTE, GIFT, RATE Bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*******
Berbanding terbalik dengan kondisi Safira yang pulang dalam keadaan lelah fisik dan hatinya akibat ulah Tyo beberapa saat lalu. Justru sang CEO tengah menikmati sentuhan mulut dari kupu-kupu malamnya yang telah ia sewa untuk menyenangkan juniornya.
Selama ini mungkin Dimas dan kebanyakan orang diluar sana yang sering mendengar bahkan melihat Tyo membawa kupu malam eksklusif dari madam Ratu maka otomatis dibenak mereka bahwa keduanya menikmati malam panas yang membara bermandi peluh cinta idaman para wanita diluar sana yang mengidamkan seorang Tyo.
Padahal kenyataanya tak seperti itu, hingga sekarang Tyo belum pernah memasuki lembah cinta surga dunia milik wanita manapun bahkan mencium bibir kupu malamnya pun ia tak pernah.
Sebagai pria normal yang menghasilkan es krim vanila yang diproduksinya dan sewajarnya dikeluarkan sekitar tiga harian sekali dalam kondisi normal paling lama satu mingguan. Tentu saja hal ini penting sebenarnya demi kesehatan pria itu sendiri.
Terutama Tyo notabene pria yang berhasrat tinggi. Terkadang ia melakukan dengan tangannya sendiri di kamar mandi tentunya bermain sabun layaknya anak kecil namun bedanya anak kecil bermain sabun dengan mainan benda mati. Sedangkan Tyo bermain sabun dengan mainan benda hidup miliknya yang bisa membesar mengecil panjang dan berurat serta bisa berdiri kokoh layaknya sebuah Tugu.
Sungguh harga dirinya diinjak-injak dan ditertawakan oleh dinding kamar mandi serta benda-benda lain di kamar mandinya jika melihat aksi sang pemiliknya memainkan junior dengan tangan sendiri. Luruh sudah seorang Tyo sang CEO Arogan yang dikenal dingin dan kejam jika tengah menikmati aksinya sendiri bermain sabun entah merk sabun apa yang ia gunakan.
__ADS_1
Yang pasti bukan sabun yang biasa kita pakai di rumah kita pastinya xixi.. Maklum dia seroang CEO sedangkan kita mungkin hanya secuil dari jadi kelingkingnya saja.
Kupu-kupu malam yang ia sewapun dari madam Ratu sudah menandatangani surat perjanjian penting jika apapun yang dilakukan Tyo adalah ranah pribadi dan wajib tutup mulut atau Tyo bisa membuat hidup mereka sengsara seakan minta mati daripada hidup. Jika Tyo sudah murka akan kelakuan negatif seseorang yang berani mengusiknya. Maka ia tak akan segan-segan membuat hidup orang tersebut susah dalam segala hal.
Sesungguhnya banyak yang tak diketahui orang diluaran sana bahwa kupu-kupu malam itu hanya menyenangkan sang junior Tyo dengan tangan dan mulutnya saja karena pemiliknya tak mau mereka menyentuh bagian tubuh lainnya begitupun sebaliknya ia tak mau menyentuh atau menyenangkan kupu-kupu malam tersebut karena ia sang raja bebas mau minta apa namun sang pelayan tak berhak minta apapun selain uang dari tuannya itu.
Tyo boleh dibilang cukup jarang memanggil jasa kupu-kupu malam di madam Ratu jika tak terdesak atau sedang dalam kondisi penat dan emosi buruk. Berbeda dengan Dimas yang sering menyewa jasa kupu-kupu malam pada sang madam Ratu. Selepas perdebatan sengit dengan Safira beberapa saat lalu, membuat Tyo naik darah dan ingin melampiaskan pada sesuatu hal namun akhirnya pikirannya kembali pada menyenangkan sang juniornya.
Saat berdebat bersama Safira maupun kebersamaan di mobil ketika akan berangkat ke restoran untuk berbicara empat mata, sesungguhnya Tyo sudah berdesir melihat body Safira dengan gaun cantik nan jatuh berwarna merah menyala namun sedikit pekat sehingga cukup kontras dengan kulit putihnya.
Membuat darah kelakian seorang Tyo meningkat drastis bak roller coaster. Terlebih gaun tersebut dibagian paha ada belahan yang membuat kaki jenjang putih hingga lutut milik Safira terlihat begitu anggun mempesona. Walau paha cantiknya tidak terekspos berlebihan namun dengan sedikit melihat hal itu saja sudah membuat sang junior menggeliat dalam tempat asalnya.
Tyo selalu menyiapkan baju ganti miliknya di mobil bertujuan jika ada meeting atau urusan urgent dia tak perlu repot kembali ke apartemen atau menyuruh Dimas untuk membelikan baju ganti. Khawatir Dimas akan meledeknya setelah bermandi peluh jika kedapatan menginap di hotel.
"Ahh....faster...eughh...ya ahh..ucap Tyo dengan d3sahan sambil ia mencengkeram kepala sang kupu-kupu malam untuk lebih cepat bergerak dan memasukkan lebih dalam batang ajaibnya itu ke dalam mulut wanita di depannya kini yang tengah jongkok."
Ia terus meremas kepala kupu malamnya yang sedang menikmati lolipopnya dihisap dan dilumat tersebut dengan membayangkan tubuh serta wajah Safira. Gadis yang saat ini didustai oleh mulut namun sebenarnya sudah mulai masuk ke dalam hati dan pikiran seorang Tyo.
"Ahhh....Safira..eughh.." teriak Tyo menggema memenuhi kamar mewah hotel tersebut.
__ADS_1
Akhirnya es krim vanila dari permen lolipop itu meledak memenuhi mulut sang kupu malam yang hampir meluber sehingga membuat wanita itu langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkannya.
Setelah mentransfer sisa pembayaran dan memberikan tips atas atraksi sedotan permen lolipopnya yang telah membuncah mengeluarkan lahar dinginnya itu maka sang kupu-kupu malamnya langsung melesat pergi setelah kata dingin nan menohok pedas melesat dari bibir seorang Tyo.
Sang CEO Arogan pun langsung bergegas membersihkan dirinya dan tidur ke peraduan untuk mimpi indah karena hajatnya telah tuntas dengan pelepasan kenikmatan tadi.
Jam 5 pagi dering ponsel Safira berbunyi nampak nama Bosnya telepon. Rupanya Adrian pagi itu mendadak menghubungi Safira karena ia butuh sekretarisnya itu untuk menemani sarapan pagi seorang klien perusahan yang berasal dari Singapura, mereka yang semalam baru landing di Indonesia menginap di sebuah hotel berbintang di Jakarta.
Klien tersebut datang lebih awal dari jadwal lawatannya ke Indonesia tepatnya ke Jakarta. Biasanya Adrian akan bersama Niko sekretaris pribadinya yang sering menangani hal semacam ini di luar kantor. Karena Safira juga masih baru menjadi sekretarisnya dan dominan tugas Safira sekretaris dalam kantor saja belum pernah ada urusan di lapangan atau luar kantor.
Mau tak mau Safira mendapat tugas mendadak di hari Minggu walau sebenarnya itu hari liburnya tapi demi profesionalitas dan bosnya cukup baik selama ini jadi ia berdandan rapi dan cantik layaknya seorang sekretaris pada umumnya. Ia pun segera bergegas memesan taksi menuju hotel yang sudah di infokan oleh Adrian.
Sesampainya di lobby depan hotel, Adrian sudah menyambut Safira lalu ia menyerahkan beberapa dokumen ke Safira untuk dipelajari karena setengah jam lagi kedua tamu mereka akan turun untuk sarapan di restoran hotel tersebut. Klien mreka notabene sepasang suami istri, lelakinya asli Singapura dan sang istri adalah orang Indonesia yang telah lama menetap di Singapura.
Mereka berempat duduk di meja yang telah Adrian pesan. Kedua klien tersebut mengenakan baju santai karena memang hari ini sebenarnya tak ada jadwal meeting. Senin baru akan mereka mulai meeting di kantor BTS Group. Hari ini hanya agenda salam perjumpaan perdana saja sambil menemani sarapan klien mereka agar lebih akrab.
Di sudut lain nampak seorang lelaki melihat wanitanya bersama lelaki lain sehingga aura wajah tersebut dari senyum bahagia sajak berubah mendadak menjadi dingin dan tajam seakan seperti seekor singa jantan yang ingin menerkam mangsanya bulat-bulat. Tangannya mengepal menahan amarahnya yang berusaha ia tutupi dari hatinya namun tidak pada raut wajahnya kini.
Siapakah pemburu dan mangsanya serta apa yang terjadi selanjutnya. Simak kelanjutannya di next chapter ya..
__ADS_1