
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*********
Tyo perlahan melangkah menuju tempat Safira yang tengah berdiri dengan statis dan tak berkedip memandangnya. Ia genggam erat tangan istrinya dan perlahan mereka berdua melangkah menuju lift.
Dag..dig..dug.. sungguh detak jantung keduanya mirip suara gendang yang sedang bertalu-talu.
Ada perasaan canggung yang dialami keduanya namun juga ada rasa rindu yang mendalam dibalut kecewa dan penyesalan. Rasa yang makin campur aduk di dalam sanubari keduanya masing-masing.
Baik di dalam lift maupun berjalan di lobby hotel keduanya masih terdiam tak ada yang berbicara satu pun namun genggaman tangan keduanya masih terpaut bahkan Tyo menggenggam erat tangan istrinya khawatir lepas atau menghilang kembali. Sebelum mobil Tyo yang dikendarai supir pribadi sekaligus beberapa bodyguard yang mengawalnya datang, Tyo membuka suaranya dengan nada lembut namun tegas.
__ADS_1
"Berikan kartu kamar hotelmu?" ucap Tyo seraya tangannya terbuka untuk meminta kartu kamar hotel tempat Safira menginap.
"Eh, iya" ucap Safira terbata karena terkejut akan permintaan suaminya namun tatapan Tyo yang teduh penuh cinta dan memohon seakan menghipnotisnya.
Safira pun memberikannya pada Tyo dan tak lama mobil mewah milik suaminya sudah berada di depan keduanya. Salah satu bodyguard lelaki keluar dari pintu depan sebelah supir pribadi Tyo untuk membuka pintu bagian penumpang di belakangnya.
Safira pun masuk lalu pintu tertutup dan saat Tyo berjalan ke arah pintu satunya di sebelah Safira, ada bodyguard lain berjenis kelamin wanita keluar dari mobil lain di belakang Tyo. Lalu ia berjalan ke hadapan Tyo dan tuannya itu menyerahkan kartu pass kamar istrinya pada sang bodyguard wanita.
"Laksanakan perintahku" ucap Tyo seraya menyerahkan kartu tersebut.
"Siap Tuan" ucap sang bodyguard wanita lalu ia berbalik dan masuk kembali ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada dua orang bodyguard lelaki bersamanya. Semuanya adalah bodyguard sekaligus orang kepercayaan Tyo yang memang selalu bersamanya.
Safira menatap jendela di sebelah kirinya untuk menutupi rasa canggungnya sedangkan Tyo menghadap lurus ke depan dan sesekali melirik istrinya itu. Begitu banyak hal yang ia ingin ucapkan namun tertahan di bibir karena entah keluh atau ia sendiri bingung ingin mulai dari mana.
Tanpa sadar kini mobil mereka sudah tiba di Bandara Husein Sastranegara. Safira cukup terkejut ia pikir suaminya akan mengantarnya ke hotel tempat dia menginap yang jaraknya sekitar dua puluh menit dari hotel tempat acara Indri dan Bagas. Namun justru ia dan suaminya kini berada di bandara.
__ADS_1
Apa akan kembali pulang ke Jakarta atau pergi ke mana? Sungguh dirinya tak tahu dan akan bertanya pun pada suaminya langsung namun entah mengapa suaranya tercekat di tenggorokan sehingga bibirnya tetap tertutup rapat tanpa suara.
Setelah keluar dari mobil, Tyo langsung menggandeng tangan Safira dengan mesra menuju arah pintu keberangkatan mereka. Sungguh hati Safira dibuat cemas entah kemana kini Tyo membawanya.
"Huh lelaki ini datang-datang bukannya minta maaf atau basa basi malah main culik seenaknya saja. Dasar CEO Arogan" gerutu Safira dalam hati.
"Mau makan dulu atau mungkin minum?" tanya Tyo lembut seraya menatap Safira dan sempat menghentikan langkahnya yang otomatis Safira juga berhenti melangkah.
"Ehm aku tak lapar atau haus tapi aku mengantuk rasanya ingin tidur saja" ucap Safira seraya pura-pura menguap walau sejujurnya memang dirinya cukup lelah karena perjalanan panjang berangkat dari suatu kota tempat ia bersembunyi dari suaminya lalu datang ke tempat pernikahan Indri di Bandung.
"Sebentar lagi kamu bisa istirahat. Ayo kita langsung masuk saja" ucap Tyo yang langsung menggandeng tangan istrinya mesra menuju gate untuk melakukan boarding karena penerbangan mereka akan segera tiba.
Di malam hari menembus awan, pasangan pengantin lama tengah melakukan penerbangan cinta yang akan membawa mereka entah kemana karena hanya author yang tahu tiket dan jadwalnya serta rundown acara pengantin lama tersebut. Xixi....xixi...
Sedangkan pengantin baru di sebuah kamar hotel di kota Bandung tengah berbagi p3luh cinta, keduanya terbang ke peraduan cinta karena acara buka gembok berhasil landing dengan selamat dan sukses setelah tiga kali berusaha untuk melakukan take off dari pesawat tempur yang masuk ke landasan pacu. Akhirnya berhasil menembus kenikmatan yang hakiki bahkan sudah mencapai dua ronde yang entah sampai berapa ronde nantinya untuk dicapai hanya mereka berdua yang tahu karena othor gak ikut nonton siaran livenya. Othor sedang sibuk nonton Piala Dunia 2022 daripada nonton pengantin baru yang sedang sibuk praktikum gaya cicak kawin.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Kira-kira Tyo bawa Safira ke mana yaaaa? Simak lanjutan kisah mereka menuju tamat.