
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT Rate bintang 5, serta Like dan Komen positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*******
Sepulang dari pertemuannya dengan Tyo yang membuat darah Safira mendidih. Ia langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang kamarnya setibanya di rumah sudah cukup larut malam.
Jangan dipikir Safira akan diantarkan Tyo pulang ke rumahnya dengan selamat lalu dibukakan pintu mobil oleh lelakinya layaknya seorang pangeran berkuda putih ke tuan putri pujaan hati. Oh..tidak..
Safira terpaksa pesan dan naik taksi karena setelah pembicaraan yang cukup panjang dan berjalan tak mulus dengan Tyo yang harus berdebat mengenai surat perjanjian yang mendadak berubah, Tyo dengan teganya menyuruh Safira pulang naik taksi dengan alasan ia masih ada urusan lain yang lebih penting daripada harus repot mengantarnya pulang.
Safira berusaha menekan rasa kesal sekaligus luapan amarahnya yang bercokol dalam hati. Karena ia juga tak mau dicap oleh Tyo sebagai wanita lemah yang tak mandiri tak bisa pulang sendiri semua harus dari lelakinya. Semua hal itu tak ada dalam kamus hidup seorang Safira.
Selama ia masih berpijak di bumi dengan kakinya sendiri maka ia tak mau terlalu bergantung pada lelaki calon suaminya itu. Bundanya pernah berpesan padanya agar ia menjadi wanita yang kuat dan mandiri walau kelak jodohnya lebih kaya dari dirinya. Mau tak mau ia harus mengakui Tyo sebagai calon suami karena memang tak ada jalan lain. Maju salah mundur pun tak bisa itulah yang terjadi dalam hidupnya kini.
Seperti makan buah simalakama yang tak ada pilihan baik untuk bisa ia pilih. Semua pilihan tak ada yang mengarah positif untuknya. Itulah yang sedang terjadi dalam hidupnya kini. Bak roller coaster saja kehidupannya.
__ADS_1
Kedua orang tuanya meninggal, terlilit hutang peninggalan kedua orang tuanya, adik lelaki satu-satunya sudah lima tahun yang lalu meninggalkan dunia ini dengan kesedihan mendalam dan masih banyak kejanggalan yang ia rasa atas kematian adiknya.
Lalu kini harus dijodohkan dengan CEO Arogan demi menjaga rumah peninggalan orang tuanya agar tak hilang dari genggamannya. Karena itu satu-satunya peninggalan berharga dari kedua orang tuanya yang wajib ia jaga apapun kondisinya.
Takdir sungguh ironi kenapa ia harus dipertemukan Tuhan oleh orang seperti Tyo yang arogan ,dingin seperti es balok dan kaku seperti tiang listrik. Safira juga heran kenapa para wanita diluar sana tergila-gila dengan calon suaminya itu. Apa hanya karena harta membutakan mata dan hati wanita diluaran sana dalam melihat sosok Tyo. Atau karena ketampanan seorang Tyo.
Safira pun bukan orang yang munafik, ia mengaku bahwa Tyo cukup tampan dimata dia sebagai wanita melihat sosok pria. Namun gosip diluaran sana pun yang ia dengar bahwa Tyo suka tidur dengan berganti ganti wanita bahkan banyak wanita menyodorkan dirinya hanya untuk menjadi pemuas ranjangnya.
Safira bergidik ngeri akan gosip tersebut jika benar adanya. Namun bagi Safira selama ia belum melihat langsung dengan mata kepalanya maka ia tak akan mudah percaya dengan berita seperti itu. Terutama melihat keluarga Tyo yang baik seperti Tante Sonya dan Om Adi, kedua orang tua Tyo sudah ia anggap seperti orang tua kandung dia sendiri.
Safira sendiri pun sebenarnya punya kriteria calon suami dalam benaknya selama ini, namun tanda kriteria itu tak ada sama sekali dalam diri seorang Tyo di mata Safira. Huft, helaan nafas berat sambil melihat langit kamarnya dilakukan Safira. Bajunya pun belum sempat diganti.
Begitu banyak hal yang perlu ia pikirkan akhir-akhir ini sehingga perutnya mendadak melilit.
Saat di restoran tadi pun bersama kedua orang tua Tyo, Safira hanya makan sedikit selain karena ia belum terbiasa makan dalam nuansa jamuan yang sangat mewah dan suasana makan malam pun cukup canggung. Apalagi saat melihat tatapan dingin dari seorang Tyo membuat nafsu makannya hilang entah kemana.
Saat akan pulang dari restoran bersama Tyo tadi, sang CEO Arogan itu pun memberi ultimatum kepada Safira untuk menjaga sikap diluar sana karena ia calon istri seorang CEO ternama. Harus bisa menjaga diri, membawa nama baik keluarga besar Adi Sasongko.
Tak lupa pula Safira harus segera resign dari BTS Group dan Tyo akan membayar segala denda yang di timbulkan jika Safira melanggar kontrak kerja karena resign lebih cepat dari jangka waktu perjanjian kerja disana. Namun hal itu belum disetujui Safira karena bagaimanapun ia ingin bersikap profesional di BTS Group dan juga kepada bosnya Adrian yang sudah baik hati selama ia bekerja disana.
__ADS_1
Tyo dan Safira tadi juga berdepat panjang mengenai status pekerjaan Safira itu sebagai sekretaris Adrian yang notabene perusahaan tempat Safira bekerja ada salah satu pesaing bisnis Adi Corporation walau belum Level tinggi. Akan tetapi dibenak Tyo sangat tak masuk akal calon istri dari CEO Adi Corporation justru bekerja pada perusahaan lawan bisnisnya. Ditaruh dimana kredibilitas dirinya dan perusahaan di mata publik.
Safira juga tetap ngotot agar Tyo menunggu selama tiga bulan setelah masa kontrak tahap pertama dia berakhir di BTS Group dan Safira tak akan memperpanjangnya untuk kontrak kerja setelah itu.
Safira sangat paham Tyo banyak uang bisa membantunya menyelesaikan denda kontrak kerjanya namun tak semua hal bisa selesai dengan uang dan suatu arogansi. Namun Tyo yang bersikeras dan mengancam Safira jika tak mau mendengar dan melaksanakan keinginannya tadi.
Bahkan Tyo tak segan membentaknya di dalam privat room mengatakan,
"Belum jadi istri sudah berani membantah apalagi ketika kamu menjadi istriku hah" teriak Tyo.
Beruntung privat room tersebut ruangan kedap suara dan didalamnya hanya mereka berdua karena hidangan pesanan mereka sudah datang dan pelayan hanya standby depan pintu privat room jikapun tamu ingin memanggil pelayan tinggal menekan tombol khusus maka pelayan baru akan masuk ke dalam.
Jika tidak maka teriakan Tyo tadi sudah bisa terdengar di seluruh penjuru restoran seperti suara singa mengaum saja.
"Apa yang harus kulakukan ya Tuhan, kasihan Tuan Adrian saat ini sedang ada beberapa project besar yang aku handle, sekretaris yang lama juga masih cuti melahirkan. Benar-benar egois dasar Tyo gila" gumam Safira dengan nada kesal.
Ia pun mengambil obat maag itu lalu meminumnya. Setelah itu ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera naik ke peraduan karena fisik dan batinnya sungguh lelah.
"Puaskan aku malam ini".
__ADS_1
Apa yang dipuaskan dan siapa yang minta dipuaskan. Simak kelanjutannya di next chapter ya sobat readersku semua.
Mohon dukungannya selalu, hatur nuhun.