CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Hasil Lab


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


******


"Mas Tyo, hosh..hosh" teriak Indri berlari dan sudah sampai di depan Tyo dengan nafas tersengal-sengal.


"Ada apa Ndri? Kamu ada perlu di rumah sakit ini, siapa yang sakit?" tanya Tyo dengan mengernyitkan dahinya sambil mengedarkan pandangannya apa Indri bersama istrinya atau urusan lain.


"Oh, aku di rumah sakit lagi jagain Bunda sakit kak. Sudah beberapa hari ini opname karena darah tingginya kambuh plus asam lambungnya naik. Mas Tyo ke rumah sakit pasti periksa sama Safira ya? Selamat ya Mas" ucap Indri dengan senyum sumringah.


"Aku ke rumah sakit kebetulan Mama lagi kurang enak badan tapi aku sendirian saja tak bersama Safira. Selamat kenapa ya Ndri? Mas gak paham deh maksud kamu" ucap Tyo yang cukup penasaran dengan perkataan Indri karena Indri tidak marah padanya artinya ia belum tahu jika antara Safira dengannya sedang bertengkar.

__ADS_1


"Ini mas hasil lab milik Safira beberapa waktu lalu. Maaf lama berada di aku dan terlupakan mau menyampaikan ke Mas Tyo ataupun Safira karena aku sibuk ngurusin Bunda yang mendadak sakit jadi aku pulang ke Bandung dan baru ke Jakarta dua hari ini karena Bunda aku rujuk ke Jakarta agar lebih memudahkan aku dan keluarga di sini juga karena di Bandung sudah jarang sanak saudara di sana. By the way Selamat ya Mas, akan menjadi seorang Papa. Jangan lupa kabari aku jika keponakanku sudah lahir ya, hehe" ucap Indri dengan tersenyum dan tertawa tanpa tahu pria di depannya kini tengah mematung berusaha mencerna penjelasan Indri.


Sambil berkata pada Tyo tentang rasa bahagia Indri mengetahui Safira hamil, ia pun menyodorkan hasil lab tersebut pada Tyo dan dengan tangan gemetar Tyo pun menerima amplop itu.


Tyo pun membuka amplop tersebut dan membaca dengan seksama bahwa tgl periksa istrinya adalah di hari yang sama dengan peristiwa kecelakaan sang Mama terjadi. Ia makin dibuat bingung dengan keadaan dan hati yang berkecamuk di dalamnya.


Alhasil Tyo menyuruh Indri menemaninya ke kantin dan duduk berdua menjelaskan bagaimana hasil periksa ini ada di tangan Indri. Lalu dengan senang hati tanpa tahu apapun permasalah rumah tangga sahabatnya maka Indri menceritakan kronologinya.


Flashback


Di minimarket tersebut Safira tak sengaja bertemu Indri lalu mereka berbincang sejenak dan mendadak Safira pusing lalu Indri memanggil supir Safira dan mengantarkan ke rumah sakit terdekat. Saat di periksa ke poli umum, akhirnya dokter merujuk ke poli obgyn (kandungan) namun Safira masih diperiksa secara menyeluruh karena ditemukan tekanan darahnya cukup rendah dan hasil laboratoriumnya masih dalam proses.


Saat menunggu hasil laboratoriumnya, Safira tersadar akan janji dengan sang mama mertua maka ia harus bergegas menuju kediaman mertuanya dan kondisinya sudah lebih baik daripada sebelumnya. Akhirnya ia menyuruh Indri untuk mengambil hasil labnya nanti bisa di kirimkan ke rumahnya saja.


Safira bergegas ke rumah mertuanya dan selang satu jam hasil lab sudah keluar. Indri tentu sumringah mengetahui sahabat karibnya tengah hamil namun ada beberapa nasehat dokter untuk menjaga kondisi pasien karena tekanan darah cukup rendah bagi wanita yang sedang hamil sehingga bisa berujung mengeluh pusing yang cukup hebat saat kehamilan.

__ADS_1


Ketika Indri akan menghubungi Safira untuk memberitahu kabar kehamilan sahabatnya itu agar sang sahabat menjaga dirinya yang masih di awal kehamilan biasanya rawan keguguran namun mendadak ia dihubungi keluarganya dari Bandung bahwa Bundanya pingsan dan kini sedang dibawa ke rumah sakit terdekat.


Tentu sebagai seorang anak, Indri cemas akan kondisi sang Bunda. Alhasil dia pulang ke kosan untuk mengambil beberapa barang dan segera memesan tiket kereta untuk pulang ke Bandung saat itu juga. Surat hasil lab milik Safira pun tertinggal di laci kosan miliknya. Ketika di Bandung pun dirinya fokus dengan pemindahan sang Bunda untuk di rujuk ke rumah sakit di Jakarta sesuai hasil rundingan dengan pihak saudara lainnya.


Baru dua hari ini ia tiba di Jakarta dan saat hari kedua ia akan mengambil baju ganti ke kosan dan tak sengaja membuka laci meja riasnya baru lha surat hasil lab Safira ia baca dan akhirnya dirinya teringat belum memberitahukan hal ini pada sang sahabat. Akhirnya ia bawa surat tersebut dan dimasukkan ke dalam tasnya saat akan keluar kosan ia dihubungi Bundanya untuk datang ke rumah sakit menjaganya karena sang kakak akan pergi ke luar kota sedang ada pekerjaan mendesak.


Pucuk ulam pun tiba dan Indri tak perlu bersusah payah harus datang ke rumah Tyo dan Safira karena sejak tadi dirinya menghubungi Safira juga tidak bisa. Kini surat tersebut berakhir pada tangan suami sahabatnya itu yang tengah tercengang dan mematung sedang memegang surat hasil lab istrinya yang tengah berbadan dua mengandung benihnya yang mereka sudah nantikan.


Flashback off


"Terima kasih infonya Ndri, aku harus pergi dulu" ucap Tyo dengan raut wajah mendadak cemas dan pergi meninggalkan Indri begitu saja.


"Mas Tyo kenapa ya? Kok aneh begitu, bukannya kehamilan istri itu membahagiakan suami. Hmm, kapan aku nikah ya Tuhan biar bisa melendung kayak Safira nanti. Pasti ular berbisa Mas Tyo ganas hingga cepat tokcer bikin Safira hamidun..hahaa" ucap Indri sambil tertawa namun yang sedang dibahas oleh dirinya tengah berada tingkat kecemasan akut akan kondisi istrinya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bagaimana reaksi Tyo selanjutnya saat tak menemukan istrinya?


__ADS_2