CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Kehilangan


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


********


"Plakkk....Plakkk...."


Dua tamparan langsung melesat kembali pada pipi CEO Adi Corporation yang tampan itu setelah usai menceritakan hal yang ia alami. Sonya begitu murka pada sang putra karena dengan teganya melukai fisik dan batin menantu kesayangannya. Air matanya menetes sebagai seorang ibu ia merasa gagal mendidik sang putra agar bersikap lembut pada wanita.


Ia tak pernah mendidik putranya untuk menjadi orang yang kasar serta arogan terhadap wanita apalagi notabene wanita tersebut istrinya sendiri. Suami yang ia cintai begitu menjunjung tinggi perasaan dirinya sebagai wanita, ia lindungi segenap jiwa raganya agar tak tergores sedikitpun. Namun putra yang ia lahirkan dari rahimnya sendiri ini sungguh berbeda dengan perangai suaminya yang tampak dingin dan tegas kepada orang di luaran namun lembut dan penyayang bagi keluarganya.


"Ma..."ucap Tyo lirih sambil memegang pipinya yang merah setelah di tampar Mamanya. Ia tak mengerti kenapa Mamanya justru membela Safira daripada dirinya.


"Kamu bukan putraku Tyo, seorang yang berdarah Sasongko tak akan tega melakukan hal seperti itu pada wanita apalagi dia istrinya sendiri. Papa kamu saja tak pernah berkata kasar atau bernada tinggi kepada Mama, apalagi hingga kekerasan fisik. Seujung rambut Mama pun dijaganya agar tak terluka apalagi hal lainnya. Mama kecewa sama kamu Tyo. Pergi dan keluar dari ruangan Mama sekarang. Mama muak melihatmu" bentak Mama Tyo dengan keras dan penuh emosi serta linangan air mata.


"Ma, salah Tyo apa. Tyo hanya kesal sama Safira yang sudah melukai Mama. Apa salah seorang anak membela orang tuanya?" tanya Tyo dengan lirih.

__ADS_1


"Tak ada yang salah seorang anak membela orang tuanya. Perlu kamu tahu dan dengar baik-baik, Mama seperti ini bukan karena Safira. Istrimu pusing dan pingsan di dekat tangga darurat yang sepi. Saat Mama akan menolongnya, Mama tak bisa menjaga keseimbangan sehingga terjatuh di tangga darurat dan berakhir di ranjang pesakitan ini. Mama tak sadarkan diri sehingga setelah itu Mama tak tahu apa yang terjadi. Saat bangun sudah berada di kamar ini denganmu. Bukan Safira pelakunya sehingga Mama tentu marah karena kamu sudah menghakiminya secara sepihak seperti itu" ucap Mama Tyo dengan berlinang air mata penuh kecewa dengan sang putra.


Tertegun, diam dan mendadak pikiran kosong itulah yang terjadi pada Tyo hingga tanpa sadar amplop yang ia genggam hasil lab kehamilan Safira terjatuh di lantai dekat ranjang sang Mama. Lalu seperti orang kesetanan ia keluar dari kamar sang Mama tanpa pamit. Sonya berusaha memanggil putranya itu namun tak digubris oleh Tyo karena Sonya yakin kini putranya tengah syok dan menyesal atas tuduhan tak berdasar itu.


Sonya pun mengambil ponselnya di atas nakas dan menghubungi seseorang.


"Kamu selidiki apa yang terjadi denganku di Mall beberapa hari yang lalu saat aku bersama menantuku hingga aku masuk rumah sakit seperti sekarang ini. Temukan segera semua orang yang terlibat di dalamnya. Tangkap hidup atau mati untuk dibawa ke hadapanku. Jika sudah menemukan maka bawa saja ke markas tempat biasanya. Jangan sampai suamiku tahu" ucap Sonya lalu sambungan telepon pun terputus.


Tyo menembus kemacetan kota Jakarta karena kini hari sudah sore waktunya jam pulang kerja. Apalagi besok akhir pekan sehingga macet melebihi dari hari biasanya. Tyo menekan klakson berulang kali namun sepertinya dirinya harus banyak bersabar.


Biasanya perjalanan yang hanya ditempuh 20-30 menit maka kini sudah satu jam lebih ditempuh akhirnya Tyo sampai juga pada kediamannya. Mobilnya ia parkir sembarangan di halaman rumahnya padahal biasanya ia masukkan di garasi. Dengan tergopoh-gopoh ia setengah berlari masuk ke dalam rumahnya memanggil nama istrinya.


Beberapa pembantu di dapur yang mendengar suara majikannya memanggil nama istrinya begitu heran.


"Bik, kenapa den Tyo manggil nama istrinya? Bukannya yang lalu sepertinya dia sudah mengusir istrinya yang aku dengar saat mereka bertengkar? Apa den Tyo sekarang menjadi CEO Amnesia?" ucap Siti meledek sambil cekikikan.


"Huss, sembarangan kamu kalau ngomong. Urusan orang kaya tak perlu kamu hiraukan mau amnesia atau nangis kejer yang penting gajian lancar buat keluarga di kampung. Inget kita cuma pembantu harus tahu diri dan paham posisi kita. Cukup kita doakan saja semoga majikan kita sehat dan langgeng pernikahannya. Riak-riak pernikahan seperti mereka bibi sudah hafal karena banyak makan asam garam kehidupan. Ya sudah kerja lagi sana semua daripada kita kena semprot pemilik uler megalodon yang lagi pusing nyari pawangnya karena disembunyikan othor di lubang semut" ucap Bik Lastri, pembantu senior di kediaman Tyo.


Saat sudah masuk ke dalam kamar utama, arah matanya melihat ke dalam kamar yang nampak rapi dan kondisi kamar mandi serta ruang ganti secara keseluruhan tak ada nafas dari wanitanya itu.

__ADS_1


Tyo pun bergegas keluar ke tempat pembantunya ingin menanyakan istrinya dimana.


"Bik, Safira ke mana ya? Di kamar maupun ke ruangan lain kok tidak ada" tanya Tyo yang semakin menunjukkan bahwa dirinya amnesia padahal saat ini tidak sedang mengalami amnesia sesungguhnya.


Bik Lastri yang ditanyakan seperti itu juga heran. Majikannya ini beneran amnesia apa tidak kok malah tanya hal yang telah ia lakukan beberapa waktu lalu pada istrinya itu.


"Eh maaf den, Nyonya muda bukannya pergi dari rumah karena sudah di usir sama aden ya beberapa waktu lalu. Otomatis sekarang nyonya sudah gak ada di rumah ini lagi. Aduh gimana ya bicaranya jadi bingung bik Lastri, den" ucap Bik Lastri sambil menundukkan kepalanya dan meremat kain celemek yang bertengger pada tubuh bagian depannya.


Jedar....


Bagai disambar petir di siang bolong, Tyo langsung masuk ke kamarnya memeriksa lemari dan di ruangan ganti ia melihat sebagian baju yang Safira miliki sudah tak ada hanya tersisa baju yang baru yang belum pernah di gunakan. Saat akan keluar kamar, matanya bersibobrok dengan sesuatu di atas nakas.


Ketika sudah di depan nakas, ia tertunduk lemas langsung duduk di tepi ranjang sambil menggenggam sesuatu. Air matanya kian menetes dan dirinya langsung ingat kejadian beberapa waktu lalu saat dirinya menyakiti istrinya. Sungguh ingin rasanya sekarang ini dia mengakhiri hidupnya saja.


"Maafkan aku sayang. Fir, kamu di mana?" ucap Tyo seraya menatap foto pernikahannya yang terbingkai di pigura besar dalam kamarnya yang tampak megah itu dengan tatapan sendu karena belahan jiwanya pergi entah kemana.


🍁🍁🍁


Othor : Firanya sedang aku sembunyikan Kang. Tunjukkan dulu buktinya kamu menyesal karena wanita bukan hanya butuh ucapan belaka. Setuju tidak wahai kalian pembaca wanita?xixi...

__ADS_1


Gemes gak sih kalian jika ketemu lelaki modelan Tyo begini. Mau diapakan enaknya?


__ADS_2