
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*******
Safira yang bingung akhirnya mau tak mau ia membuka perlahan kotak kecil tersebut dan wajahnya sungguh pias dan terkejut kala ia melihat isi dalam kotak pemberian Bagas tersebut.
"Aaapa maksudnya ini kak Bagas?" tanya Safira terbata-bata kala melihat sebuah cincin emas putih bertahta berlian mungil yang ia taksir berharga puluhan juta rupiah tersebut berada dalam genggaman tangannya kala membuka kotak kado dari Bagas.
Bagas pun langsung berjongkok di depan Safira dan ia langsung mengutarakan isi hatinya bahwa ingin melamar Safira. Tentu Safira dibuat terkejut dengan beberapa pelayan yang datang ke meja mereka bukan untuk membawa pesanan makanan maupun minuman mereka tapi pelayan-pelayan itu membawa sebuah buket bunga serta balon bertuliskan " I LOVE YOU and WILL YOU MARRY ME". Bahkan Safira yang tak memesan es krim pun di meja mereka dihidangkan semangkuk es krim bertuliskan "Safira, I Love You".
Sungguh Safira dibuat tercengang melihat yang dilakukan Bagas karena dia sudah menikah mana mungkin ia mengkhianati suaminya walau mungkin di hati Tyo belum tersemat cinta untuknya.
Seorang lelaki terus menatap tajam dari kejauhan bahkan hingga rekan bisnisnya sudah pergi karena meeting mereka di area privat room sekaligus makan siang telah usai. Ketika akan beranjak melangkah menuju pintu keluar, dirinya terkejut melihat istrinya bersama lelaki lain di restoran yang sama dengan dirinya berada saat ini.
Akhirnya mau tak mau ia mengambil meja lain yang cukup jauh agar bisa melihat keduanya. Tyo mengepalkan tangannya melihat itu semua, ia merasa dibohongi dan dibodohi oleh kepolosan istrinya selama ini. Tadi istrinya berjanji bertemu temannya yang bernama Melisa dan Indri namun yang kini ia lihat hanya Safira dan seorang lelaki yang tak ia kenal.
__ADS_1
Sebelumnya ia telah menyelidiki sepak terjang Safira. Sebelum menikah dengan dirinya, Safira yang memang tak pernah berpacaran atau memiliki kedekatan dengan lelaki manapun. Pengalaman pengkhianatan Gabriela padanya dulu yang membuatnya selalu waspada terhadap yang namanya wanita dan cinta. Karena masa lalu yang kelam dan hati yang terkoyak membuatnya trauma akan sebuah pengkhianatan cinta.
Saat itu memang tak lama setelah Bagas menjadi karyawan Adi Corporation, ia langsung ditempatkan di cabang Amerika. Tyo pun tak tahu jika lelaki yang bersama istrinya itu karyawan di perusahaannya sendiri.
Siang itu Dimas tak bersama Tyo karena ia ada meeting rutin dengan karyawan di kantor mewakili Tyo yang sedang meeting dengan klien di luar bersama bagian lapangan lainnya. Akhirnya Tyo memutuskan pergi dari restoran tersebut karena sudah muak dengan apa yang dilihatnya.
"Brengsek, dasar semua wanita sama saja" ucap Tyo dengan geram sambil memukul kemudi mobilnya. Bahkan dering ponsel mahalnya diabaikan ia matikan dan banting ponselnya ke jok belakang. Bergegas ia menekan pedal gas pergi meninggalkan area parkir restoran tersebut dengan emosi yang menggunung yang entah akan surut dengan apa nantinya untuk memadamkannya.
Di dalam restoran, Bagas dibuat tercengang dengan penolakan Safira dan pernyataan wanita yang ia cintai itu. Sungguh ia merasa takdir mempermainkan dirinya. Wanita yang akan ia jadikan ratu di hidupnya ternyata sudah dimiliki oleh kumbang jantan lainnya tanpa sepengetahuannya.
"Maaf kak Bagas, aku tak bisa menerima ini semua. Selama ini aku hanya menganggap kita semua berteman baik dan kak Bagas sudah seperti kakak kandungku sendiri tak lebih. Cinta tak bisa dipaksakan dan tak harus memiliki. Mungkin jodoh kak Bagas bukan bersamaku. Yakinlah sudah ada jodoh yang diatur oleh Tuhan untuk kak Bagas di luar sana yang lebih segalanya daripada aku" ucap Safira kala ia menolak dengan halus lamaran Bagas kepadanya.
"Iya kak Bagas, walau kami dijodohkan tapi aku sangat mencintai dan menghormati suamiku hingga nanti kami menutup mata" ucap Safira penuh senyum.
"Apa dia juga mencintaimu dan berlaku baik padamu selama ini?" tanya Bagas kembali.
"Iya kak, jika aku tak diberlakukan baik mana mungkin aku seperti ini dan bisa keluar menemui teman-temanku dengan mudah" ucap Safira yang berusaha menutupi kegelisahannya dan seraya menunduk.
Melihat ucapan dan gaya tubuh Safira, Bagas pun paham bahwa Safira mencintai suaminya namun sebagai laki-laki ia paham juga bahwa Safira berbohong padanya. Dirinya melihat bahwa Safira tak bahagia bersama suaminya dan ia yakin suaminya tak mencintai Safira seperti dirinya.
__ADS_1
Namun hingga Safira pamit pulang karena situasi diantara mereka sudah tak cukup nyaman, Bagas tak sempat menanyakan siapa nama suaminya maupun asal usul atau latar belakang suaminya.
Ia termenung meratapi kegagalan cintanya sehingga es krim serta beberapa lilin cantik yang menghiasi acara lamaran dadakannya itu meleleh semua. Bahkan beberapa pelayan dan pengunjung sempat berbisik-bisik kasihan melihat nasib seorang lelaki yang ditolak cintanya oleh wanita yang dicintainya.
Indri melangkah santai memasuki restoran mencari keberadaan Safira dan Bagas. Namun saat pandangan matanya menemukan Bagas melamun, ia langsung menghampirinya. Indri terkejut membaca hiasan-hiasan lamaran untuk Safira dan melihat kondisi Bagas yang sedih pasti ia yakin Safira menolak cinta Bagas.
"Kak Bagas, Safira kemana?Kok kakak sendirian saja?" tanya Indri lirih.
"Dia sudah pergi Ndri, Safira ternyata sudah menikah. Kenapa kamu tak memberitahuku sewaktu kita chit chat saat aku di Amerika dulu?" tanya Bagas sembari mendongakkan kepalanya melihat Indri.
"Maaf kak Bagas saat itu aku betul lupa karena keasyikan ngobrol. Safira pun menikah secara dadakan karena ia dijodohkan dan demi menebus hutang juga" ucap Indri sendu dan menunduk tak berani melihat wajah Bagas secara langsung.
"Apa dijodohkan? Hutang? Maksudnya gimana Ndri? tanya Bagas penasaran karena ia tadi tak sempat bertanya detail pada Safira.
Lalu Indri pun menceritakan tentang kisah Safira yang harus menerima perjodohan dengan Tyo mulai dari tak sengaja menabrak mobil Tyo, orang tua Tyo yang ternyata sahabat dekat mendiang orang tuanya Safira hingga rumah peninggalan mendiang orang tua Safira yang dijaminkan di Bank. Mau tak mau Safira menyetujui perjodohan tersebut.
Indri pun menasehati Bagas untuk mengikhlaskan Safira karena suaminya adalah CEO Adi Corporation tempat Bagas bekerja. Namun Bagas pantang menyerah karena dari cerita Indri, ia yakin Safira hanya terpaksa dan tak ada cinta antara keduanya. Maka Bagas merasa masih berpeluang merebut hati Safira dari suaminya yang tak mencintai Safira.
"Aku akan merebutmu Fir" ucap Bagas dalam hati.
__ADS_1
Apa yang terjadi dengan Safira setelah ini? Siapkan mental kalian💋💋