
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*********
Akhirnya setelah drama ular megalodon yang kena tampar telah usai, maka kini keduanya tengah berada di rumah sakit bagian poli obgyn guna memeriksakan kondisi Safira karena tadi saat di rumah sudah melakukan test pack dan hasilnya positif.
Akan tetapi suami dan mertuanya tetap memaksa ke dokter kandungan untuk cek lebih lanjut. Saat ini dokter tengah memeriksa kandungan Safira dan wow penampakan di layar monitor membuat mata Safira berkaca-kaca dan Tyo hanya bisa linglung karena belum paham.
"Selamat Pak Tyo sebentar lagi Anda memiliki pewaris untuk keluarga Sasongko yang meneruskan Adi Corporation. Nyonya Safira tengah hamil dan usia kandungannya menginjak 4 minggu" ucap dokter yang memang mengenal keluarga mereka karena Tyo juga memiliki saham cukup besar di rumah sakit tersebut.
"Jadi di dalam sini ada bibit unggulan saya yang sudah jadi dok?" tanya Tyo seraya menunjuk dengan jarinya ke arah perut Safira.
"Iya Pak Tyo betul bahkan bibit tersebut kembar dua sehingga nanti akan hadir dua bayi keturunan bapak" ucap dokter memperjelas.
"Kok bisa kembar Dok? Kan saya dan istri tidak ada turunan kembar? Terus bibit satunya lagi kapan jadinya kok gak bilang-bilang dulu langsung jadi saja padahal saya nembak juga sekali walau beberapa ronde main congklaknya" tanya Tyo yang aneh dan membuat Safira bersemu merah juga kesal namun justru sang dokter dan suster di dalam ruangan tersebut tertawa mendengarnya.
"Jika Tuan dan Nyonya tak ada keturunan kembar artinya itu mukjizat dari Tuhan. Banyak sekali pasangan suami istri yang mengidamkan kehamilan kembar namun sayang ada banyak yang belum beruntung. Sekali tembak juga bapak langsung mengeluarkan ribuan bahkan ratusan juta sel sp3rm@ yang siap membuahi telur yang siap dibuahi (ovum) milik Nyonya. Jadi tembakan milik Tuan bukan satu kali semburan hanya ada satu sel sp3rm@ saja tetapi banyak" tutur Dokter dengan senyum.
__ADS_1
"Satu hal lagi karena masih trisemester awal dan sedang kehamilan kembar maka dimohon suami harus menahan hawa nafsunya untuk membuat istri sering keramas alias berhubungan intim karena masih rentan akan keguguran dan perhatikan juga asupan gizi untuk sang mommy karena ada dua janin yang tengah dikandungnya" ucap dokter.
"Hah, berapa lama saya harus puasa dok? Baru juga buka puasa masak harus disuruh puasa lagi sih. Kebangetan nih dokter suka ngadi-ngadi deh" tanya Tyo dengan nada kesal.
"Bisa berkisar 3-4 bulanan tergantung kondisi sang ibu dan juga janin. Wajib melakukan secara perlahan-lahan dan jangan semburkan lahar panasnya ke dalam khawatir nanti terjadi kontraksi dini" ucap dokter dengan lugas.
Tyo masih terus bertanya ini itu hingga detail pada sang dokter bahkan gaya bercinta yang aman, durasi bercinta serta kondisi lainnya baik asupan maupun psikis sang ibu harus dijaga agar tak stress dan lain-lain yang dibahas oleh keduanya membuat Safira terenyuh sekaligus malu juga bila sudah membahas hal yang intim.
Rasanya Safira ingin sekali menenggelamkan diri ke Samudera Hindia saja karena suaminya menanyakan hal yang cukup vulg@r pada sang dokter. Akan tetapi tetap kebahagiaan mereka yang kini ia rasakan karena bisa hamil kembar seakan Tuhan tengah mengganti anak mereka yang pertama yang telah meninggal dunia.
Sungguh Tuhan begitu baik pada mereka berdua setelah diuji kehidupan rumah tangga yang penuh liku, air mata, luka seperti berada di neraka namun segera diganti dengan tawa dan senyum bahagia menyambut kedua malaikat kecil yang akan menemani hidup mereka menjadi lebih berwarna dan bermakna.
7 Bulan Kemudian
Lelaki itu berkeringat dingin memasuki ruang operasi yang akan dilakukan tindakan cesar pada istrinya sesaat lagi. Sungguh dirinya merutuki tindakan bodohnya hingga istrinya yang berkeinginan melahirkan secara normal harus kandas menjadi lahiran cesar.
Ya, mereka adalah Tyo dan Safira yang tengah menantikan kelahiran buah hati kembarnya yang dengan terpaksa melahirkan lebih awal dari perkiraan dokter. Seharusnya Safira melahirkan tiga minggu lagi namun karena hasrat ular megalodon yang membumbung tinggi selepas sholat Subuh membuatnya harus melahirkan si kembar pagi ini juga.
Awalnya Safira ingin menolak ajakan suaminya bercinta ketika mendapat serangan fajar dari Tyo yang terus menempeli dirinya usai Subuh. Alhasil pakaiannya langsung dilucuti oleh sang suami yang entah mengapa pagi itu l!bidonya sedang naik tajam sehingga tak bisa diganggu gugat apalagi di pending.
Akhirnya sebagai istri yang taat dan takut akan dosa maka ia pun menuruti permintaan suaminya untuk berbagi keringat di pagi hari apalagi suaminya beralasan ingin membuatkan jalan lahir untuk bayi kembar mereka agar saat menyapa dunia landasan pacu sudah licin dan ready sehingga cepat keluar bebas hambatan seperti lewat jalan tol.
__ADS_1
Saat ular megalodon yang tengah akan naik ke puncak nirwana dan sang pemiliknya terlalu terlena akan kenikmatan hakiki yang diberikan si lapis legit membuat konsentrasinya tak fokus dan seharusnya seperti sebelum-sebelumnya vanila berbisanya keluar di luar sarangnya namun naas semburan vanilanya justru tumpah ruah di dalam lapis legit.
"Maafin aku yank, ularnya kelepasan nyembur" cicit Tyo lirih terus menunduk tak sanggup menatap banteng betinanya yang tengah merajuk parah.
Akibat ulahnya itu kini pagi buta harus menggegerkan seisi penghuni kediaman mertuanya. Kebetulan sebulan menjelang lahiran memang Safira sudah tinggal di rumah sang mertua untuk berjaga-jaga bila melahirkan secara mendadak khawatir Tyo sedang di kantor atau bepergian.
Apalagi ketika terjadi kontraksi di rumah mertuanya pagi ini, Tyo keluar kamar masih menggunakan boxer dengan b3rtelanj@ng d@da memanggil kedua orang tuanya bahwa Safira akan melahirkan. Setelah penjelasan dan pengakuan panjang Tyo yang berujung geram Mama Sonya akhirnya pinggang dan telinga Tyo jadi sasaran amukan Mamanya sendiri.
"Dasar suami durhakim, kenapa tuh ular gak sekalian kamu rantai biar gak kelepasan terus. Kalau perlu rantai kapal nanti Mama belikan di Priok banyak" ucap Mama Tyo geram sambil menjewer telinga dan mencubit pinggang putranya sendiri.
Papa yang melihat interaksi istri dan putranya itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Akibat kejadian pagi buta itu, Safira terus merajuk dan malas menatap suaminya yang kini malah Tyo tengah sesenggukan di sampingnya. Tak lama terdengar suara dokter masuk ruang operasi.
"Eh Pak Tyo akhirnya memilih jalur operasi untuk istrinya pasti supaya jalur untuk bapak tetap rapat dan menjepit enak ya Pak karena masih orisinil terus" ledek dokter.
"Hah..." respon Tyo seakan bingung dengan ucapan sang dokter yang membuat Safira memutar bola matanya jengah melihat respon suaminya itu.
🍁🍁🍁
Tyo ini bikin gemesin gak?
Cocok jadi suami siaga apa belum?
__ADS_1
Enaknya diberi hukuman apa buat Tyo?