CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Kejadian Naas


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT, RATE bintang 5 serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*******


Sepasang pengantin baru akhirnya dengan terpaksa tidur di bawah selimut yang sama dalam satu ranjang. Tyo yang terbiasa tidur hanya memakai boxer pun tetap melakukan hal yang sama. Ia pun bertelanjang dada dan memakai boxer saja.


Walau awalnya Safira sempat protes kecil karena kaget melihat bentuk tubuh suaminya dalam kondisi lampu masih terang. Bahkan Tyo tanpa basa basi atau malu berjalan hanya mengenakan b0xer saja sampai Safira yang terkejut langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Sungguh dalam hati Tyo melihat tingkah istrinya itu dibuat gemas dan ingin tertawa namun ia tahan. Tyo pun tak mengindahkan protes istrinya dan bukan Tyo namanya jika tak bisa mengelak dengan jurus seribu langkah suka suka dirinya. Mau tak mau Safira mengalah.


Safira pun tak bisa tidur dengan gaun yang sudah hampir seharian ini digunakan. Akhirnya ia dengan terpaksa mengambil sebuah lingerie hitam untuk dipakai tidur malam ini.


Saat Safira akan keluar dari ruang ganti, kepalanya menyembul keluar melihat suaminya sudah memejamkan matanya. Merasa kondisi sudah aman maka ia keluar dan langsung jalan cepat seakan terbirit-birit langsung masuk dalam selimut yang sama.


Tyo pun sebenarnya belum tidur, ia hanya pura-pura memejamkan mata agar istrinya tidak terus berdiam di ruang ganti. Apa kata dunia pengantin baru, jika sampai istrinya tertidur di ruang ganti baju sampai pagi.

__ADS_1


Sedangkan di belahan dunia kamar lain di atap yang sama, sepasang pengantin lama rasa menggelora justru mengalahkan pengantin baru. Keduanya sedang berbagi peluh setelah Papa mengeluarkan jurus maut rayuan gombalnya bukan jurus mau naga geni bapak sableng apalagi jurus flash sale 10.10 atau 11.11 karena sang ratu tak akan pernah takluk dengan diskon atau kartu semacamnya.


Ibunda Ratu sudah kaya sejak lahir jadi rayuan belanja gratis dan lain lain dari papa itu sudah hal biasa. Sehingga mau tak mau sang pemilik pisang bangkok harus merayu dengan cara lain sehingga sang ratu takluk untuk praktikum gaya cicak.


"Ah...ohhh....pah..mama gak tahan nih buruan ih tadi katanya pengen masuk, kaki mama kesemutan nih nungging terus" omel mama.


"Bentar mah, papa lagi demen ma gaya nih nemplok ke mama. Biar mama banjir dulu buat si cicak mudah masuk" ucap Papa.


Akhirnya karena sudah mengalami pelepas@n dua kali, cicak beraksi sudah memasuki gua terdalam yang membuatnya terjepit dan merasa di urut nikm@t.


"Ah..sayang milikmu masih singset rapet njepit ngalahin jepitan jemuran baju kalau dijepit di jari. Ohh...eughh...aku mau sampai sayang" racau Papa yang semakin menaikkan tempo permainan mengobrak abrik memutar mutar gua terdalam sang ratu hingga pemiliknya mulutnya menganga tak tahan akan sens@si nikm@tnya.


Akhirnya pemilik pisang bangkok sukses mendaratkan benih-benihnya ke dalam gua terdalam sang ratu.


"Makasih sayangku, cintaku, ibu dari putraku yang tampan selangit Nusantara, belahan jiwaku muach" ucap Papa sambil mengecup kening, pipi, hidung hingga bibir Mama tak luput dari serbuannya.


"Pah, cicak berendamnya besok saja ya, mama capek ngantuk nih" ucap Mama yang sudah menguap karena kelelahan di gempur si pemilik pis@ng bangkok.


"Iya sayang, besok saja. Yuk tidur biar besok bisa berendam sama cicak lagi" ucap Papa.

__ADS_1


Mungkin beberapa pembaca menanyakan kenapa Mama Tyo tak hamil kembali bila melihat intensitas hubungan r@njang dengan Papa boleh dibilang masih teratur.


Saat Tyo akan berulang tahun yang ke-2 tahun, Mama kembali hamil dan usia kandungan saat itu sudah menginjak lima bulan. Adi Corporation tengah menanjak dalam rating bisnisnya sehingga Papa sering bolak balik keluar negeri meninggalkan anak dan istrinya.


Saat itu di rumah hanya ada Mama Tyo dan Oma Lidya (ibunda Mama Tyo) serta beberapa pelayan di mansion utama. Tyo sedang diajak ke Bandung sejenak melihat perkebunan teh milik keluarga Sasongko oleh Opa James ( Ayah Mama Tyo ). Kedua orang tua dari Papa Tyo sudah lama meninggal dunia sebelum keduanya menikah.


Siang itu naas bagi keluarga Sasongko, hari bersejarah yang menjadi kesedihan mendalam mendera mereka semua. Karena lift di mansion utama sedang di service oleh tukang lift. Mama Tyo sangat antusias mengatur pernak pernik kamar Tyo yang ada di lantai 2 bersama anggota birthday party organizer.


Besok adalah hari ulang tahun Tyo genap yang ke-2 tahun. Saat itu Papa Tyo sedang ada di Eropa dan besok pagi ia sudah tiba di Jakarta sesuai jadwal karena acara ulang tahun putra pertama mereka.


Mama Tyo tengah menerima telepon dari Papa Tyo, mereka tengah asyik membahas persiapan ulang tahun putra mereka serta kondisi kehamilan Mama Tyo. Secara notabene adik Tyo tak menyusahkan Papanya berbeda dengan saat hamil Tyo. Berbagai ulah ngidam mulai dari hal lucu sampai ekstrem pun pernah dilakukan Papa Tyo demi menyenangkan sang istri dan anaknya agar tak ileran dan lain lain bila ngidam tak dituruti.


"Kamu pengen apa sayang? Mau dibawakan apa dari sini mungkin?" ucap mesra Papa Tyo.


"Gak ada pah, babynya lagi gak pengen apapun tapi mamanya yang kepengen di elus punggungnya nih sama Papa" ucap Mama renyah.


"Baiklah besok Papa elus mama sampai mama nyenyak deh" ucap Papa.


"Aaaaaaaaa....."

__ADS_1


🧁SELAMAT BERAKHIR PEKAN🧁


__ADS_2