CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Bali Sejuta Cinta dan Surga Dunia


__ADS_3

๐Ÿ“šSELAMAT MEMBACA๐Ÿ“š


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*********


NOTE :


"Untuk pembaca setiaku yang akan membaca chapter ini akan lebih terasa dan mendapatkan feel-nya bila kalian saat membaca dari bab awal hingga akhir khusus chapter ini diiringi dengan backsound lagu dari penyanyi Afgan feat Rossa yang berjudul :


Kamu Yang Ku Tunggu


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Pesawat yang membawa Tyo dan Safira sudah lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara. Tyo sengaja membawa privat jet miliknya untuk mengajak sang istri pergi ke suatu tempat. Di pesawat itu juga, Tyo membawa beberapa bodyguard dan orang kepercayaannya bernama Victor karena Dimas sedang menghandle urusan perusahaan bersama Papanya.


Papa dan Mama Tyo pun sudah mengetahui perihal sang putra yang tengah menjemput Safira. Tyo membawa istrinya ke pulau yang sangat terkenal baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Bahkan keindahan dan beraneka ragam budaya serta tempat wisata di pulau ini membuat nama Indonesia terkenal di kancah internasional bidang pariwisata. Pulau yang dikenal sebagai surga dunia bagi para wisatawan. Pulau Dewata adalah julukan ternama pulau ini.


Setelah melakukan perjalanan sekitar satu jam lebih empat puluh menit akhirnya privat jet yang membawa Tyo, Safira beserta para bodyguard mereka tiba di bandara Ngurah Rai, Bali. Setelah landing dan keluar dari bandara, mereka langsung bertolak ke daerah Ubud tepatnya di daerah Sayan.


Tyo membawa Safira pergi ke Pulau Dewata Bali dan memilih daerah Sayan, Ubud, karena di sana terkenal akan pemandangan yang indah terutama dalam hal keasrian serta kehijauan. Suasana desa Sayan yang cenderung sunyi, sepi namun indah menawan di hati berharap sang istri akan luluh dan menyukai kejutan liburan darinya. Tak tanggung-tanggung Tyo menyewa kamar termahal di hotel bintang lima di sana.


Saking mewahnya fasilitas yang ditawarkan oleh hotel termahal di Bali tersebut yang bernama Four Seasons Resort Bali at Sayan, Ubud, pernah diganjar sebagai salah satu resort terbaik di dunia oleh Condรฉ Nast Traveler's Gold List 2013. Dikelilingi oleh pemandangan alam khas Pulau Dewata yang hijau, kamu dapat menikmati beragam fasilitas mulai dari kamar-kamar yang mewah, kolam renang outdoor hingga 4 pilihan restoran kala bermalam di hotel paling mahal di Bali satu ini. Bahkan harga kamarnya saja mencapai puluhan juta rupiah untuk per malamnya.



Ketika tiba di hotel, Safira tengah tertidur karena kecapekan dan memang dirinya mengantuk. Tyo yang tak tega membangunkan akhirnya menggendong sang istri masuk ke dalam kamar yang telah ia rancang untuk ditinggali bersama istrinya dalam beberapa hari di sini. Jika memang nanti Safira tak menyukai hotel yang sekarang maka Tyo sudah siap untuk pindah hotel sesuai yang diinginkan istrinya itu.


Kamar ala pengantin bertabur bunga mawar merah kesukaan istrinya dan beberapa ornamen cinta membuat kamar tersebut hidup dan mempesona. Tyo merebahkan istrinya di ranjang dengan pelan agar tak membuatnya terbangun.

__ADS_1


"Eughh.." desah Safira dengan mata tetap terpejam nyenyak.


"Cup.." Tyo mengecup kening Safira lembut dan cukup lama.


"Tidurlah sayang dan semoga engkau maafkan atas segala khilafku" ucap Tyo lirih.


Lampu utama kamar telah Tyo matikan dan tinggal lampu tidur yang temaram ia nyalakan dan bergegas ia ke kamar mandi sejenak. Para bodyguard Tyo pun telah beristirahat menempati kamar-kamar di sekitaran tempat Safira dan Tyo berada.


Gemericik air kamar mandi membuat Safira terbangun dan ia melihat tak ada suaminya namun ia sudah bisa mengetahui jika Tyo sedang di dalam kamar mandi. Ia pun bangun dan melihat balkon kamarnya,.di luar nampak gelap hanya ada beberapa lampu hotel yang membuat pemandangan malam di luar sungguh elok. Bunyi aliran sungai yang gemericik dan suara jangkrik membuat suasana desa Sayan makin eksotik di malam hari.


Safira pun keluar kamar dan berjalan perlahan-lahan ingin menghirup udara desa yang kini jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Ia berdiri dekat pembatas hotel dengan aliran sungai di depannya yang banyak bebatuan. Sedangkan di dalam kamar, Tyo panik bukan main saat ia keluar dari kamar mandi tak mendapati istrinya di atas ranjang serta alas kaki istrinya pun tak ada.


Ia yang masih berbalut handuk dari pinggang ke lutut langsung menghubungi anak buahnya untuk segera mencari istrinya. Ia menduga Safira kabur darinya kala ia tengah mandi. Tyo pun bergegas memakai baju ala kadarnya hanya memakai kaos oblong yang membentuk body gagahnya serta celana pendek selutut berwarna hitam yang kontras dengan kulit putihnya.


"Kamu ke mana Fira sayang" ucap Tyo lirih sambil berjalan mengitari hotel tempat ia menginap.


Kebetulan hotel tempatnya menginap sangat luas sehingga ia pun meminta bantuan beberapa petugas hotel yang masih berjaga dan tentunya mereka dengan sigap membantu karena Tyo adalah tamu VVIP mereka bahkan memiliki saham di beberapa hotel berbintang di Bali salah satunya hotel yang mereka tempati sekarang.


Tak lama terdengar suara isakan yang tentunya Safira sangat mengenal akan aroma khas tubuh dan suara milik siapa yang tengah bersandar pada tubuhnya kini. Tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri tentunya.


"Jangan pergi lagi sayang, maafkan aku. Hukum aku sepuasmu tapi jangan pernah pergi karena jika kamu pergi maka aku tak bisa hidup yang berarti di dunia ini" ucap Tyo sesenggukan bahkan Safira merasakan tubuh lelaki di punggungnya itu kini sedang bergetar dan memeluknya erat bak takut kehilangan. Seakan anak ayam yang takut kehilangan induknya.


Ya, Safira merasakan pundaknya basah. Lelaki yang tengah bersandar memeluknya dari belakang ini sungguh menjadi lelaki rapuh dan cengeng berhadapan dengan istrinya. Isakan dan terus sesenggukan yang hanya bisa dilakukan oleh Tyo. Ia tak mampu mengeluarkan kata-kata yang sebelumnya ia susun untuk permohonan maafnya pada sang istri tercinta justru suaranya tercekat dan hanya keluar isakan saja.


Hati Safira tak tega melihat suaminya yang biasanya garang menjadi lemah seperti ini hanya karena dirinya. Apakah suaminya ini sangat mencintainya hingga dalam sampai-sampai lupa bahwa biasanya para lelaki adalah golongan yang tak bisa menangis apalagi di hadapan wanita yang dicintainya.


Safira pun berbalik dan melihat suaminya yang menunduk di hadapannya. Ia menarik dagu suaminya untuk melihatnya lalu ia usap dengan jarinya lelehan air mata yang membasahi pipi Tyo.


"Yuk masuk kamar, di luar dingin. Aku sekarang butuh yang hangat-hangat" ucap Safira dengan senyum renjananya.


Safira berusaha memukul jauh egonya karena ia melihat dari sorot mata suaminya tak ada kebohongan justru ia melihat kejujuran dan cinta yang mendalam serta penyesalan.

__ADS_1


"Mas mau ngabulin permintaan aku kah malam ini?" ucap Safira lirih.


"Apapun yang kamu mau pasti aku kabulin sayang asal jangan menyuruh aku berpisah dari kamu" ucap Tyo sendu.


"Gendong aku ke punggung Mas sampai ke kamar" cicit Safira seraya berbisik di telinga Tyo yang membuat lelaki ini tersenyum.


"Siap laksanakan perintah tuan Puteri" ucap Tyo penuh semangat lalu ia berjongkok sedikit depan istrinya dan Safira pun naik ke punggung Tyo dan tangannya melingkar pada leher suaminya.


Sepanjang perjalanan menuju ke kamar, mereka berdua berbisik mesra seakan pengantin baru yang tengah honeymoon. Setibanya di kamar, Safira diturunkan Tyo dengan pelan di tepi ranjang. Bergegas Safira masuk ke dalam kamar mandi dan Tyo pun menghubungi Victor untuk kembali ke hotel karena istrinya telah bersamanya.


Dalam kamar mandi Safira bergegas membersihkan keringat dengan mandi sejenak bersama air hangat. Lalu ia memakai sedikit wewangian di tubuhnya dan memakai bathrobe kala urusan di kamar mandi telah usai.


Dag..Dig..Dug...


Sungguh malam ini hatinya tengah berbunga kala melihat perubahan diri dari suaminya yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Namun jantungnya juga berdegub kencang kala melihat suasana kamar mereka seperti pengantin baru yang akan membuka segel saja.


Ketika pergi dari kamar dan merenung, ia banyak mempertimbangkan banyak hal terkait pernikahannya dengan Tyo. Berlanjut atau berpisah. Namun sebelum ia datang ke pernikahan Indri, dirinya sempat dihubungi oleh Mama mertuanya dan berbincang banyak hal.


Akhirnya dirinya mantap setelah melihat ketulusan cinta suaminya serta penyesalan dan perubahan diri suaminya yang sangat mencintainya bahwa yang lalu hanya sebuah kesalahpahaman belaka maka ia memutuskan memaafkan suaminya karena cinta dan janji suci pernikahan. Safira berharap menikah sekali seumur hidup seperti kedua orang tuanya yang hanya maut memisahkan.


Ceklek..


Safira keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe warna coklat susu dengan rambut yang tergerai indah membuat Tyo menatapnya tanpa kedip. Sungguh hasratnya mendadak naik melihat istrinya begitu cantik malam ini namun ia tak berani meminta haknya karena ia merasa tak pantas.


Istrinya sudah memaafkan dan tak pergi saja Tyo sudah bersyukur sehingga ia tak berharap lebih dari itu walau ular megalodonnya tengah menggeliat ingin naik ke permukaan menghirup udara karena di dalam tengah sesak nafas.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Para pembacaku jangan lupa kasih nafas buatan untuk ular megalodon, kasihan sudah puasa berabad-abad silam. Xixi..xixi..


Mau bonus chapter teman untuk Malam Jum'at apa tidak ya sobat Safira?

__ADS_1


__ADS_2