CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Sebuah Mimpi Indah


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*******


"Ohh Fir, ya terus sayang ohh enak milikmu arghh...." racau Tyo.


Akhirnya Tyo membalikkan posisi dimana Safira dibawah kungkungannya dan ia melesatkan ular sancanya hingga menyentuh bagian terdalam dari milik istrinya hingga membuat Safira menganga dan m3ndes@h tak karuan akan rasa yang pertama kali ia rasakan.


Tyo pun mempercepat laju pelayaran ular sancanya hingga akhirnya bibit-bibit unggulnya tersembur ke dalam rahim istrinya hingga tumpah ruah membasahi sprei ranjang mereka.


Setelah cukup beristirahat sejenak, sang ular sancapun kembali bangkit dari tidurnya hingga sudah berdiri kokoh dan tegak tapi bukan keadilan lebih mirip sebuah tugu.


"Ah Mas, aku capek" gerutu Safira sambil memejamkan matanya.


"Sayang, ular mas masih pengen nih. Itu sudah bangun lagi minta makan. Kamu urut gih minta di elus nih ma tanganmu" ucap Tyo dengan nada merayu sambil membawa tangan Safira ke senjata masa depannya yang sudah kokoh berdiri menjulang.


Akhirnya mau tak mau Safira memanjakan si ular sanca dengan pijatan tangan untung bukan kocokan telur apalagi blender jus. Entah jadi apa itu ular kalau menggunakan alat perdapuran milik sang mama mertuanya terutama. Haha....


"Arghhhh....eugh....."

__ADS_1


Akhirnya semburan bisa putih ular sanca meluber dan membuat lega yang kedua kalinya si pemiliknya.


Tak lama bunyi alarm berbunyi, dan Tyo memicingkan matanya lalu tangannya meraba ke atas nakas mematikan alarm yang sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi.


Saat ia akan bangun, sungguh ia terkejut dengan pemandangan di depannya. Sang istri masih mengenakan lingerienya dan ia juga masih menggunakan boxer hitamnya walau tanpa atasan.


"Basah apa ini?" ucap Tyo kala ia melihat ujung bawah boxernya sedikit basah dan ia terkejut kala tangan istrinya menyentuh ular sancanya walau dari luar boxer.


"Ya ampun aku mimpi basah. Astaga malunya kalau sampai istriku lihat. Mau ditaruh dimana ini muka yang tampannya seantero Nusantara" ucap Tyo dengan nada narsis walau sedikit panik melihat kenyataan ternyata bayangan indah tadi cuma sebuah mimpi indahnya bersama sang istri dan pada kenyataannya sekarang boxernya kebanjiran karena ular sancanya nakal.


Perlahan ia singkirkan tangan sang istri lalu sedikit membersihkan spreinya dengan tisu kering dan ia lari terbirit-birit masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak lupa ia mencuci celana d@lamnya di kamar mandi untuk membersihkan sisa bisa ular sancanya agar tak kepergok istrinya kembali seperti kejadian di Maldives.


Saat ia akan bangun, ia bercermin sejenak dan terkejut kenapa ada dua tanda merah di dekat pucuk mer@h jambu gunung kembar miliknya. Apa nyamuk Maldives menyerang dirinya lagi semalam saat pulas tertidur?


"Ini pasti ulah orang yang sedang mandi di dalam, huft" gerutu Safira menatap tajam pada pintu kamar mandi.


Tak lama Tyo pun keluar dari kamar mandi mengenakan bathrobes. Air menetes dari cucuran rambutnya yang basah membuatnya makin tampan bak Dewa Yunani.


"Sini mas duduk, aku keringkan rambutnya" ucap Safira yang langsung cekatan mengambil handuk kecil mengeringkan rambut suaminya.


Tyo pun dengan senang hati menerima pelayanan dari istrinya. Ia terus senyum membayangkan mimpi indahnya semalam yang seakan nyata.

__ADS_1


"Kenapa Mas senyum-senyum terus?Lagi seneng ya?" ucap Safira dengan raut yang tak terbaca.


"Ya seneng akhirnya terbebas dari ulah Mama yang menyebalkan yang membuat kita kedinginan semalaman" gerutu Tyo mengalihkan kegugupannya atas sorotan mata Safira padanya.


"Aku heran deh Mas, di rumah Mama kok sama kayak di Maldives sih" ucap Safira.


"Sama gimana maksudmu?" tanya Tyo penasaran.


"Ini aku di gigit di bagian sini sama nyamuk, yang lalu di leher aku. Tandanya sama kan artinya nyamuknya sama. Apa koper kita yang lalu dihinggapi nyamuk dari Maldives ya Mas? Sampai gigit aku kembali,huft" gerutu Safira.


"Nanti biar aku semprotin lagi biar gak ada nyamuk nakal. Ya sudah sekarang kamu mandi yang bersih biar aku hubungi mama buat anterin baju ganti kita" ucap Tyo mengalihkan pembicaraan.


Akhirnya Safira bergegas mandi dan saat akan mengetuk pintu kamarnya ternyata sudah bisa dibuka alhasil pelayan di kediaman orang tuanya sudah berdiri depan kamarnya untuk menyerahkan dua koper yang berisi baju milik Tyo dan Safira.


Di dalam kamar mandi Safira mengomel tak jelas karena suaminya tak mau mengaku juga jika ia yang meninggalkan bekas cupangnya tadi.


"Dasar lelaki arogan, gengsi aja yang digedein. Tinggal ngakuin aja apa susahnya walau tanpa sadar juga. Bodoh kamu Fir, tidur sudah kayak kebo saja" gerutu Safira.


Sedangkan di kamar pengantin lama pagi-pagi sudah berendam bersama di kamar mandi melakukan ujian praktikum cicak berendam hingga tanpa sadar sudah satu jam lebih keduanya berada di kamar mandi.


Di meja makan pengantin baru yang sudah duduk menanti pengantin lama begitu terheran tumben sudah jam tujuh pagi namun papa dan mama belum juga keluar kamar.


Safira terheran lain halnya dengan Tyo yang memutar bola matanya jengah setelah ia menyadari pasti Papa dan Mamanya terlambat ke meja makan gegara sibuk membuat adonan di kamar.

__ADS_1


"Yang pengantin baru itu anak dan menantunya eh kenapa malah nih orang tua yang honeymoon di kamar coba, huft" gerutu Tyo dalam hati.


__ADS_2