
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
******
"Mmuach.. Love you sayang" ucap Tyo setelah menyatukan bibirnya dengan milik Safira.
Setelah mengecup istrinya, mendadak Safira menggeliat dan akan terbangun dari tidurnya. Sontak Tyo pun langsung kembali ke posisi awal dan memejamkan mata seperti kucing kedapatan habis mencuri ikan jadi belingsatan.
Safira begitu terkejut melihat aksi tidurnya yang liar hingga berada di atas dada suaminya dan memeluknya erat bahkan kakinya menyentuh senjata laras panjang milik suaminya.
"Dasar orang-orangan sawah, matanya tidur pulas, nafas teratur sudah kayak kerbau mati tapi torpedonya gak pernah mau tidur. Pagi-pagi begini sudah sekeras beton saja, huft" gerutu Safira yang bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Selepas Safira masuk kamar mandi, Tyo pun membuka matanya dan cekikikan sambil mengulum senyum setelah mendengar gerutuan istrinya itu. Rasanya ia ingin tertawa terbahak-bahak namun kondisinya belum fit betul.
"Dasar istriku masih polos, kalau pagi semua torpedo memang bangun sayangku cintaku dan doi butuh asupan gizi tahu bukan tempe" tukas Tyo sambil senyum sajak bahagia.
Sejak kejadian di restoran lalu yang menyebabkan keretakan dalam rumah tangganya, Safira tak pernah menemui atau merespon chat dan telepon Bagas walau lelaki itu masih sering menghubunginya.
Tyo pun tak memecat Bagas dari kantornya karena ia sebagai CEO Adi Corporation sangat menjunjung tinggi profesionalitas. Selama Bagas profesional maka ia pun bersikap yang sama karena kinerja Bagas pun sangat baik sebagai Manager Marketing selama di cabang Amerika.
Melisa dan Indri berencana datang ke rumah Safira untuk menjenguk Tyo karena Safira mengabarkan kalau suaminya sedang sakit jadi ia tak bisa berjumpa dengan kedua sahabatnya itu di luar rumah. Kebetulan mereka bertiga akan bertemu di mall untuk merayakan Melisa yang akan melepas masa lajangnya dan membagikan undangan pernikahannya yang akan dihelat dua minggu lagi.
Melisa dijodohkan dengan anak dari sahabat kedua orang tuanya. Selepas Melisa menikah, maka ia akan diboyong suaminya pergi ke luar Jawa. Akhirnya Safira memilih mengadakan acara makan-makan dan kumpul di kediaman suaminya karena setelah hari ini, Melisa dan keluarganya akan sangat sibuk dan ia dipingit sebagai calon pengantin.
"Kalian lanjutkan saja temu kangennya, aku masuk kamar dulu karena harus banyak istirahat" ucap Tyo lirih lalu ia pun bergegas masuk kamar karena tak ingin mengganggu acara istrinya dengan para sahabatnya itu.
Di dalam kamar, Tyo sedang rebahan setelah makan siang dan tak lupa ia sesekali mengecek ponselnya namun othor tak tahu nih yang di cek Tyo apaan. Lain kondisi di kediaman Tyo dengan kantor Adi Corporation, dimana sang asisten mengumpat sial pada bosnya karena sakit saat kondisi tak tepat menurutnya. Bahkan Dimas sempat berasumsi sakit bosnya itu hanya akal-akalan Tyo untuk meluluhkan hati Safira.
__ADS_1
"Dasar Tyo sialan, pekerjaan dan meeting sana sini aku yang jadi puyeng gegara dia gak masuk. Setelah ngerasain surga dunia maunya nemplok mulu sama istrinya sudah kayak cicak kawin saja" omel Dimas.
"Astaga aku lupa nanti malam sudah janji sama kupu malam madam Ratu untuk memberi nutrisi adikku yang sudah satu bulan ini puasa gegara bos durjana. Haduh gimana ini nanti sore harus meeting dengan Pak Richard pasti lama kelarnya" gerutu Dimas yang tengah pusing tujuh keliling kepala atas bawahnya cenat cenut.
Di kediaman Tyo, ketiga sahabat saling tertawa saat tengah menonton film romantis komedi di bioskop mini. Saat adegan cium@n tiba, ketiga sahabat tersebut hanya saling diam dalam keadaan canggung.
"Oh ya Fir, punya Mas Tyo sebesar apa nih" tanya Indri tanpa filter dengan cekikikan.
"Astaga Indri, hal begitu ditanya ke Safira haha.. kamu ada-ada saja. Makanya buruan nikah" ucap Melisa sambil tertawa.
Safira yang mendengar pertanyaan dan gurauan sahabatnya itu wajahnya langsung merah padam bak kepiting rebus. Ia kembali mengingat ukuran senjata laras panjang milik suaminya yang tentu saja berbeda dengan orang domestik karena impor punya. Maklum Papa mertua domestik sedangkan Mama mertua blasteran Indo Eropa. Otomatis milik putranya ikutan Big karena bahan campuran impor.
"Apaan sih Ndri, kayak gak ada bahasan lain saja" ucap Safira yang menahan malu dan canggung.
Di dalam kamar utama seorang pria tengah cekikikan melihat tingkah istrinya yang polos dan kedua sahabatnya itu. Ya, Tyo sedang sibuk mengecek cctv kediamannya yang terhubung dengan ponsel pribadinya. Ia mendengar pembahasan apa yang tengah dibahas oleh istrinya dan sahabatnya serta seluruh gerakan mereka pun tertangkap cctv.
__ADS_1
"Ah.. Fira rasanya aku gak tahan nih buat masuk ke rumahmu lagi yang legit itu" ucap Tyo sambil membayangkan malam p@nas mereka beberapa waktu lalu.
Siapkan Es Teh biar dingin 💋💋💋💋