
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan sesajennya ya baik VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
*******
Ketika di kamar pengantin lama sepasang suami istri sudah tertidur pulas setelah bermain cicak nungging dengan sengit dan penuh cinta. Di kamar yang lain pengantin baru itu pun susah untuk tidur nyenyak.
Bagaimana tidur nyenyak jika pemilik ular phyton mulai membengkak karena tak sengaja bersentuhan dengan kulit mulus istrinya. Mendadak kepala bawahnya pusing tujuh keliling sehingga ia memijit pelipis kepala bagian atas. Safira pun tak bisa tidur karena hawa dingin AC menyeruak pada tubuhnya karena baju haram yang ia pakai sungguh tipis dan serba terbuka dimana-mana.
Bahkan kedua aset kembarnya menyembul keluar dan terlihat belahannya bahkan pucuk merah jambunya malam ini mendadak mengeras makin berwarna merah jambu karena hawa dingin dan rasa canggung berdekatan dengan suaminya. Walau mereka tidur mengenakan selimut tetap h@srat dalam diri masing-masing sedikit bergejolak namun tertahan gengsi masing-masing.
Hacimm...
"Kamu flu?"tanya Tyo pada istrinya.
"Gak tahu mas, mungkin karena kedinginan AC" ucap Safira lirih.
"Aissshh ini gegara ulah Mama jadi begini. Mana remot AC nya dicuri Mama pula" gerutu Tyo.
__ADS_1
"Maaf Fir, bukan maksudku lancang. Kamu juga habis perjalanan jauh dan sebelumnya juga sakit di Maldives, aku gak mau kamu jatuh sakit lagi nanti merepotkan banyak orang. Jangan salah paham dengan yang kulakukan, sini kamu tidur deketan sama aku. Kita saling memeluk saja agar mengusir hawa dingin masing-masing gimana?" tanya Tyo.
"Jika kamu tak bersedia juga tak apa hanya saja jangan sampai besok kamu jatuh sakit lagi" ucap Tyo penuh sindiran.
Setelah memikirkan perkataan suaminya yang menurut Safira ada benarnya juga dan ia tak mau merepotkan mertuanya atau suaminya jika ia jatuh sakit kembali.
Akhirnya perlahan ia mendekat pada Tyo dan suaminya memeluknya erat dari belakang. Walau Safira tak tahu Tyo rasanya ingin bersorak kegirangan namun ia tahan hanya dengan senyum bahagia yang tak bisa dilihat oleh Safira.
Saat ia dipeluk oleh Tyo dengan erat, Safira sedikit bergerak sehingga kedua aset kembarnya di belakang menyentuh benda tumpul yang menonjol seperti tonggak. Safira yang bukan anak kecil lagi tentu tau benda apa yang tegak tersebut.
"Ehmm Mas, apa itu gak apa-apa semalaman seperti itu? ucap Safira lirih sambil meremas kedua tangannya.
"Sudah biarkan saja dia memang seperti itu jika ingin berdiri nanti juga tidur sendiri akan layu dengan sendirinya" ucap Tyo sambil memejamkan mata untuk menahan h@srat secara mati-matian yang tengah menyergapnya saat ini.
"Sudah kamu segera tidur daripada nanti kamu yang aku suruh menidurkan bagian tubuhku yang bangun tadi bisa kewalahan kamu nanti" ucap Tyo.
"Ih..mas jangan nakutin aku deh" ucap Safira gemas sambil mencubit lengan Tyo yang tengah memeluknya.
Dikarenakan mereka berbincang unfaedah hingga cukup larut yang berakhir keduanya tertidur pulas juga dengan posisi Tyo memeluk erat Safira dari belakang.
"Ayo Mas, aku jinakkan ular sancamu dengan aku menari di atasmu" ucap Safira dengan nada sensual yang telah dalam kondisi polos dan lingerie yang ia gunakan tengah teronggok mengenaskan di samping ranjang.
__ADS_1
"Fir, kamu yakin mau berkenalan dengan ular sancaku yang mengeluarkan bisa putih mematikan ini?" tanya Tyo heran menatap tingkah istrinya yang kini sudah berada di atas tubuhnya karena sebelumnya sudah melepaskan boxer yang dipakai oleh Tyo dan melemparnya.
"Iya sayang, aku akan buat Mas melanglang buana ke angkasa melihat bintang dan bulan" ucap Safira sambil menggigit bibirnya.
Tyo yang disuguhkan pemandangan indah nan halal baginya di depan mata tentu tak di sia-siakan olehnya. Ia langsung menyambar bibir merah delima itu bahkan menggigit kecil hingga sang pemiliknya membuka mulutnya dan Tyo langsung memasukkan lid@hnya dan membelitkan di rongga mulut istrinya.
Keduanya bertukar saliva dan Tyo sang Don Juan yang sudah memiliki sertifikat ISO berciuman maka dengan telaten mengajarkan pada istrinya yang pemula agar handal dalam teknik berbagi saliva dan teknik membuat bibir bengkak.
"Mmmmphhh...hoss ..hoss" nafas tersengal keluar dari Safira kala Tyo melepas pagutannya yang sudah cukup lama.
Tyo yang tak sabar langsung menyambar dua gunung kemb@r yang bergelantungan sejak tadi di depan wajahnya. Ia langsung memasukkan dalam mulutnya dan mengulumnya serta memainkan pucuk merah j@mbu itu dengan keahlian lidahnya yang membuat istrinya belingsatan. Tangan satunya pun ia usap pada pucuk merah jambu yang terselip di lemb@h kenikmatan istrinya yang di tumbuhi sedikit rambut halus itu.
"Kamu sudah basah sayang" ucap Tyo sambil terus melesatkan jarinya ke dalam untuk keluar masuk gerbang tol yang pintunya akan dibuka sesaat lagi olehnya.
"Ah..ah...Mas..Fira kenapa ya ini, kayak mau pipis ahhh" ucap Safira tersengal.
"Pipis aja sayang gak apa-apa kok" ucap Tyo yang semakin menaikkan tempo jarinya karena istrinya akan pelepasan pertama kalinya.
"Ah......Mas Tyo...eughh.." ucap Safira yang memeluk Tyo yang berada di bawahnya dengan erat dan ia merasa lega dan lemas pelepasan pertamanya terlewati juga.
Dan tak lama goyangan putar kanan putar kiri maju depan dan belakang bak penari profesional dilakoni Safira di atas tubuh suaminya yang membuat Tyo merem melek. Ia merasa diajak istrinya melayang ke udara sungguh memabukkan dan adiknya serasa dijepit dan di urut oleh milik Safira yang sempit.
__ADS_1
"Ohh Fir, ya terus sayang ohh enak milikmu arghh...." racau Tyo.