CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Selamat Datang Si Jantung Hati


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


*********


"Oekk..Oekk.."


Suara tangis kedua bayi menggema dalam ruangan operasi. Membuat suami istri yang tengah dilanda kebahagiaan atas kelahiran buah hatinya sungguh terharu dan menangis bersama. Dokter dan perawat yang ada di dalamnya pun ikut terharu melihat kemesraan dan kekompakan suami istri tersebut.


Beberapa waktu lalu ketika sang istri sedang cemas saat dibedah untuk mengeluarkan si kembar, suaminya terus mengecup sayang pada istrinya bahkan terus menggaungkan kata cinta yang menenangkan hati sehingga istrinya lebih rileks.


"Makasih sayang, maafin segala khilafku selama ini yang banyak menorehkan luka untukmu. Seumur hidup akan aku tebus dengan nyawaku dan cintaku, cup" ucap Tyo lirih dengan isakan kecil sembari mengecup kening Safira yang juga memejamkan matanya hingga tetesan air mata itu pun mengalir deras di pipinya.


Lalu Tyo mengusap air mata istrinya dengan kedua ibu jarinya serta ia juga menghapus air matanya sendiri seraya berkata,


"Mommy jangan menangis mulai detik ini harus bahagia dan tersenyum" ucap Tyo mesra.


"Ini air mata bahagia Mas, terimakasih CEO aroganku" ledek Safira.


"Astaga yank, nama di ponselmu untuk kontakku tetap kamu kasih nama itu?" tanya Tyo dengan setengah merajuk.

__ADS_1


"Iya, karena nama itu yang bikin aku klepek-klepek jatuh hati pada lelaki yang tengah berada di sampingku saat ini" ucap Safira dengan tersenyum bahagia yang membuat Tyo juga ikut tersenyum.


Namun kemesraan mereka harus di interupsi oleh seseorang.


"Maaf Pak Tyo dan Bu Safira konferensi meja kotaknya sudah apa belum? Kalau misal diskusinya masih belum, apa kedua bayinya mau di adzankan oleh pria lain?" tanya dokter meledek membuat singa jantan langsung menatap tajam padanya.


"Eh sembarangan dokter, lelaki mana yang mau mengambil job utama saya itu minta digantung di Monas apa, enak saja huft. Bikinnya saja sudah susah payah jebol gawang dan meluluhlantakkan hati si lapis legit hingga ikut kontes merayu tingkat sekabupaten eh main tikung saja. Coba saja berani nikung kalau besok gak tinggal nama itu orang jangan panggil namaku Tyo gagah perkasa kokoh kuat tak tertandingi" ucap Tyo ceplas ceplos lalu Safira mencubit pinggang suaminya itu yang telah membuat dirinya malu.


"Auchh..sakit yank, kalau mau cubit jangan yang itu enak yang di bawah saja bikin merem melek" ucap Tyo.


"Mirip iklan semen, apa Pak Tyo sekarang juga merambah dunia bisnis persemenan?" ucap dokter makin iseng.


"Boleh juga ide dokter nanti saya pelajari dulu dunia semen tapi kalo nyemen hati istri cuma buat saya seorang sudah dok, semen paten seumur hidup" ucap Tyo sambil cengar-cengir membuat Safira jengah melihat kemesuman dan kebucinan suaminya di tempat umum.


"Jadi anak yang sholeh ya nak dan berbakti pada mommymu terutama" ucap Tyo lirih membisikkan kalimat tersebut pada kedua telinga bayinya setelah usai mengadzani.


"Selamat datang jantung hati mommy dan daddy" bisik Tyo pada kedua baby boy.


Setelah usai segala hal urusan operasi cesar maka Safira sudah berada di kamar inap VVIP. Di sana sudah berkumpul kedua mertuanya, Bik Ijah, serta suaminya. Tak lama kedua baby boy pun dibawa masuk oleh perawat dan dokter ke kamar inap Safira berada.


"Sekali lagi selamat ya Pak Tyo dan Bu Safira atas kebahagiaannya dengan kehadiran si kembar dan Pak Tyo jangan lupa masih harus berpuasa minimal tiga bulan" ucap dokter setengah bercanda pada pemilik saham rumah sakit tersebut yang terkenal dingin.


"Eh yang bener saja dok? Seminggu saja belum sanggup puasa gimana tiga bulan yank" ucap Tyo seraya merengek seperti bocah minta es krim saja dengan mimik cemberut.

__ADS_1


"Kan nifas memang empat puluh hari Mas. Ularnya dirantai kapal dulu kata Mama" ucap Safira meledek suaminya sembari melirik Mama mertuanya.


Tyo yang melihat tatapan sang Mama, nyalinya mendadak ciut tenggelam dihempas angin bahorok hilang entah kemana. Tyo hanya membalas tatapan sang Mama dengan cengar cengir tanpa dosa.


"Minta dienakin mulu eh bareng di suruh puasa bentar saja sudah ngomel kayak emak-emak gak dapat jatah kredit panci" cibir Mama Tyo.


"Sabar-sabar emaknya singa lagi mengaum jangan sampai ke pancing atau nanti bisa-bisa bobok di genteng atau di bagasi mobil, wadidaw wadaw" ucap Tyo dalam hati sambil menghela nafas dalam.


"Baiklah saya dan perawat undur diri dahulu karena banyak pasien yang perlu ditangani. Jika ada yang dibutuhkan kami siap membantu, kami pamit" ucap dokter dengan sopan seraya melangkah keluar bersama para perawat.


"Terima kasih banyak dok" ucap Tyo dan keluarga.


"Eits aku lupa tanya sama dokter yank, apa dia kasih jalan buat si ular megalodon mengobrak-abrik lapis legitmu saat buka puasa nanti? Tidak dijahit semua kan itu jalan tolnya?" tanya Tyo dengan kepolosannya membuat semua orang di ruangan tersebut menatap horor padanya.


"Ih kenapa mendadak jadi serem sih ini kamar. Kayaknya mau pindah kamar saja deh banyak d3mitnya" ucap Tyo lirih yang langsung dihadiahi tonyoran Mamanya sendiri.


"WAHAI PANCAGALIB ADI BRAMANTYO SASONGKO, DULU SAAT PELAJARAN BIOLOGI SMA, KAMU SUKA BOLOS KEMANA? MOJOK MAIN KELERENG APA MOJOK MAIN HISAP-HISAPAN? HAH!!" teriak Mama Tyo sambil menjewer telinga putranya itu yang suka membuatnya darah tinggi hingga aksi mereka berdua membuat kedua bayi kembar tersebut bukan menangis justru makin tertawa terpingkal-pingkal ala bayi.


Penghuni lainnya di kamar tersebut hanya bisa tersenyum tertawa melihat ibu dan anak yang sangat akur tersebut dimanapun berada dengan gaya akur mereka yang unik daripada orang tua lainnya ke anak pada umumnya.


🍁🍁🍁


Akur\=rukun

__ADS_1


Sesaat lagi cerita ini Tamat dan lambaikan sayang kalian pada Safira dan Tyo beserta si kembar yang semoga bisa menghibur pembaca setia sobat Safira semua dari Sabang sampai Merauke. Hatur nuhun..


__ADS_2