CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Maldives


__ADS_3

Setibanya di Maldives, pemandangan indah menghampar luas di sana. Pantas saja banyak orang menyarankan honeymoon ke Maldives yang di kenal sebagai Surga Dunia bagi para pengantin.


Berikut Visualnya semoga para readersku bisa menyusul Safira dan Tyo honeymoon ke Maldives tentunya dengan pasangan halal masing-masing. Aminn...



Namun sejak tiba hingga hari kedua mereka di sana, bukannya menikmati honeymoon atau menjebol gawang per@wan justru Tyo sibuk dengan laptop, ponsel dan urusan pekerjaannya tanpa menghiraukan Safira.


"Huft.. ini pindah kerja apa honeymoon sih" gerutu Safira dalam hati sambil menatap sebal pada Tyo dari jauh.


"Aku mau jalan-jalan ke pantai. Apa kamu mau ikut?" tanya Safira pada Tyo.


"Aku sibuk, pergilah sendiri jangan sampai tersesat dan jangan buat aku repot atau bikin malu di negeri orang" ucap Tyo.


Tanpa menjawab ucapan Tyo karena Safira sudah jengah dan jika dibalas maka perdebatan mereka tak akan berujung selesai seperti hari pertama mereka datang sudah berdebat soal urusan tempat tidur, Safira langsung pergi meninggalkan kamarnya.


Safira berjalan menyusuri jalan menuju pantai dan berusaha menikmati liburannya kali ini yang ia anggap bukan honeymoon tapi wisata sendiri karena ia merasa sendiri di sini walau bersama suaminya.




Safira menikmati bermain pasir, berjemur, bermain perahu kano maupun snorkeling untuk memanfaatkan waktunya liburan di sini secara gratis. Ia pertama kali menginjakkan ke Maldives. Dalam mimpi pun ia tak menyangka bisa berlibur ke sini karena destinasi wisata Maldives terkenal akan biaya yang sangat mahal untuk berwisata ke sini.


Setelah puas menikmati berbagai wahana air, tenaga Safira cukup terkuras sehingga ia memesan langsung makan siang di tepi pantai. Saat ia sedang menunggu pesanannya datang, tiba-tiba ada lelaki muda berwajah bule datang menghampirinya.


NOTE :

__ADS_1


Selama dialog yang terjadi di luar negeri atau mancanegara maka tetap menggunakan teks Bahasa Indonesia agar para pembaca mudah memahami arti percakapan. Anggaplah mereka sedang berdialog menggunakan Bahasa Inggris ya teman.


"Hai, kamu sendirian saja di sini?" tanya pria itu sopan pada Safira.


"Oh aku bersama suamiku ke Maldives. Hanya saja beliau sedang ada urusan meeting jadi aku memutuskan jalan sendiri ke pantai" ucap Safira sopan.


"Wow, suamimu gila juga melepas wanita cantik di Maldives begini" ucap pria bule itu.


"Perkenalkan aku Arnold dari Australia. Kalau boleh tahu namamu siapa dan berasal dari mana?" tanya Arnold si pria bule.


"Namaku Safira dari Indonesia. Kamu sendirian di sini, Arnold?" tanya Safira balik.


"Kebetulan aku sama teman-temanku kerja ke sini, berbicara hal pekerjaan sekaligus liburan biar tidak penat" ucap Arnold santai.


Mereka berdua larut bicara tentang dunia kerja dan terkesan sejenak ketika makanan pesanan mereka datang. Teman-teman kerja Arnold yang lain duduk tak jauh dari posisi dimana Safira berada.



"Iya Fira, di sini terkenal dengan kepiting dan aneka seafood lainnya hanya saya best seller tetap kepiting rajanya" ucap Arnold.


"Wah, kamu sepertinya mengenal betul daerah sini. Pasti sering datang kemari ya?" tanya Safira.


"Gak juga, hanya beberapa kali pernah kemari" ucap Arnold.


Lalu mereka asyik makan menikmati kepiting Maldives yang sungguh lezat. Sedangkan di sebuah kamar mewah seorang pria menggerutu karena sang istri sudah lama pergi namun belum kembali juga dari jalan-jalan di pantai.


"Dia beneran ke pantai apa tersesat sama ubur-ubur sih?" gerutu Tyo.

__ADS_1


Akhirnya ia mengunci pintu kamarnya dan bergegas menuju ke pantai untuk mencari Safira karena sudah hampir tiga jam belum kembali juga.


"Bicara pekerjaan, aku jadi rindu kerja"ucap Safira sendu.


"Kamu mau bekerja di kantor tempatku kerja di Aussie? Jika mau, aku bisa bantu dan pasti kamu langsung diterima oleh atasanku" ucap Arnold penuh semangat.


Saat mereka tengah berbincang mendadak ada suara bariton menyela pembicaraan kedua insan yang tengah santap siang.


"Dia tak perlu bekerja karena suaminya bisa menghidupinya dari ujung rambut ke hingga ujung kakinya" ucap Tyo dengan tegas.


Lalu Arnold dan Safira menoleh ke arah suara tersebut. Safira langsung terkejut melihat suaminya ada di hadapannya karena ia mengira Tyo masih sibuk dengan pekerjaannya dan bersikap acuh padanya.


"Ehmm, Mas Tyo" ucap Safira.


"Berjam-jam pergi meninggalkan kamar hanya untuk bersama lelaki lain yang baru kamu kenal hah?" bentak Tyo.


Arnold yang secara notabene sering pergi ke Bali sehingga dia sudah cukup memahami sedikit Bahasa Indonesia. Dia jadi paham bahwa suami Safira sepertinya salah paham dan sedang cemburu melihat istrinya makan siang dengannya.


"Maaf bro, Safira tak salah. Ini hanya salah paham saja dan kami tak ada hubungan apapun hanya bersantap siang bersama secara tak sengaja" ucapan Arnold penuh hati-hati karena ia melihat banteng jantan tengah di landa cemburu tak kasat mata.


"Anda tak perlu ikut campur urusan saya dengan istriku karena aku tak berbicara pada Anda" ucap Tyo penuh intimidasi dan ia menarik tangan Safira dengan kasar lalu membawanya kembali ke resort mereka menginap.


"Lepaskan Mas! Kamu kasar sekali tanganku sakit" ucap Safira sendu.


"Dasar wanita murahan, sudah punya laki juga masih gatel lihat pria bule. Memang kamu perlu di hukum biar tahu diri dan ngaca" ucap Tyo penuh sarkas.


Hukuman apa yang terjadi pada Safira ya? Simak terus kisah mereka hingga tamat di aplikasi ini.

__ADS_1


__ADS_2