CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Tuduhan


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


******


Brakkk....meja di gebrak oleh Tyo setelah ia memutuskan telepon tersebut lalu pergi mengambil kunci mobilnya. Berjalan tergesa-gesa seperti hendak menerkam orang saja, betul-betul mengerikan seperti hantu.


Tyo melajukan mobilnya secara brutal bahkan hampir menabrak pengendara lainnya. Ia menginjak pedal gas kereta besinya dengan kecepatan penuh seperti seorang pembalap saja. Berbagai umpatan dari pengendara lain tak digubris oleh Tyo. Dengan penuh emosi ia mencengkeram kemudinya dengan keras.


"Awas kamu Fir jika ada apa-apa dengan Mama aku tak akan memaafkanmu" ucap Tyo dengan rahang mengeras.


Setibanya di rumah sakit, ia memakirkan mobilnya secara asal dan berlarian mencari ruangan sang Mama berada. Dari kejauhan tampak dokter yang akan masuk ke ruang penanganan Mamanya dan ia mencekal tangan dokter itu ingin bertanya kondisi mamanya. Namun sang dokter melepas paksa karena pasien harus segera ia tangani dan perawat langsung menutup pintu ruangan tersebut.

__ADS_1


Tyo duduk lemas di bangku depan ruangan sang Mama dan tiba-tiba ada dua orang perempuan yang berada di sebelahnya dengan dandanan biasa mengajaknya bicara. Ketika datang ia tak memperhatikan jika di depan ruangan sang mama ada dua orang wanita tak ia kenal sedang duduk di sana.


"Maaf apa Anda putra dari wanita tua yang menjadi pasien di dalam sana?" tanya wanita muda usia sekitar dua puluh tahunan.


"Iya betul saya putranya. Anda siapa dan apa kenal dengan Mama saya?" tanya Tyo.


"Perkenalkan saya Via dan ini adik saya Pertiwi. Kebetulan tadi di lantai 4&5 escalator sedang dalam perbaikan jadi kami menggunakan tangga darurat untuk turun. Saat akan turun dari lantai lima sebelum memasuki pintu tangga darurat, kami mendengar pertengkaran hebat terjadi antara wanita tua itu dengan seorang wanita muda kalau tak salah dengar namanya Fira dan tak lama saat pintu kami buka tiba-tiba wanita yang bernama Fira itu mendorong pasien yang ada di dalam dan akhirnya jatuh dari tangga darurat tersebut dan bersimbah darah" ucap wanita bernama Via.


"Apa wanita ini yang mendorong Mama saya?" tanya Tyo seraya menunjukkan foto istrinya.


Tyo yang mendengar penjelasan dari kedua wanita tak dikenalnya itu mengetatkan rahangnya karena istrinya telah melukai sang mama. Emosi sudah menguasai dirinya sehingga ia tak berpikir jernih terlebih dahulu dengan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dari versi lain atau bukti lain. Karena mempercayai satu pembicaraan orang lain tanpa bukti jelas maka bisa menjadi boomerang diri kita sendiri bila informasi tersebut tak benar adanya.


Di sudut lain seorang wanita tengah melihat gelagat Tyo dari jauh yang tampak sedang marah. Ia menyunggingkan senyum menyeringai karena merasa langkahnya sudah berjalan cukup baik dan berhasil menghasut Tyo. Namun jangan lupa bila tindak kejahatan pasti akan meninggalkan secuil titik noda yang belum ia bersihkan. Suatu saat kebenaran pasti akan terungkap.


Sepandai-pandainya menyimpan suatu kejahatan atau kebusukan pasti ke depan akan terbongkar juga.

__ADS_1


Ceklek...pintu ruangan rawat sang mama terbuka dan dokter pun keluar menyapa Tyo.


"Kondisi Mama saya bagaimana Dok?" tanya Tyo penuh cemas.


"Masa kritis sudah terlewati namun karena benturan yang cukup keras menyebabkan pasien belum sadarkan diri dan akan memakan waktu beberapa hari atau bahkan lebih. Kita berharap pasien jangan sampai terjadi koma walau kemungkinan itu kecil terjadi. Tapi celah itu pasti ada jadi yang perlu kita lakukan saat ini banyak berdoa. Saya permisi dulu karena masih banyak pasien yang perlu saya tangani segera, permisi" ucap sang dokter.


"Terima kasih Dok" ucap Tyo.


Dikarenakan Papa Tyo sedang berada di Luar Negeri untuk perjalanan bisnis yang tak bisa ia tinggalkan, maka untuk kecelakaan sang mama ia tak memberitahukan pada sang Papa karena tiga hari lagi Papanya juga akan pulang ke Indonesia. Tentu ia berharap sebelum sang Papa pulang, Mamanya sudah siuman.


Ia menghubungi Dimas untuk segera ke rumah sakit dan sisa pekerjaan kantor biar di handle Niken. Tyo sudah membayar jasa perawat pribadi khusus untuk menjaga dan merawat sang Mama ketika ia tinggal pergi sejenak. Ketika Dimas sudah menghubungi Tyo bahwa akan segera sampai di rumah sakit, maka Tyo bergegas pulang ke kediamannya.


"Plak cetas...cetas..."


"Aa...ampun Mas...ampun...hiks hiks"

__ADS_1


__ADS_2