
📚SELAMAT MEMBACA📚
Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.
3S ( Salam Sayang Safira )
******
"Hah...darah apa ini? Aduh perutku kenapa sakit sekali ya Tuhan" ucap Safira lirih dengan menahan sakit dan tangis.
Safira berusaha bangkit dan mengambil beberapa pakaiannya yang ia bawa sebelum menikah dengan Tyo dalam sebuah koper kecil dan seluruh kartu pemberian Tyo diletakkannya di atas nakas. Ia hanya membawa dompet yang berisi uang cash dan debit card miliknya sebelum menikah yang memiliki isi cukup banyak karena memang selama menjadi istri Tyo, Safira cukup menghemat uang bulanan yang Tyo berikan padanya sehingga ia rajin menabung di tabungan pribadinya yang tak diketahui oleh suaminya.
Taksi pesanannya pun datang dan wajah pucatnya tak bisa menutupi kecemasan dalam dirinya. Seluruh pengawal dan pembantu yang tahu majikannya tengah bertengkar sudah diberi ancaman oleh Tyo agar tak membantu sang istri berkemas dan tak mencampuri urusan pribadi sang majikan karena jika melanggar pasti akan dipecat dan hukuman yang mengerikan tentunya sehingga tak ada yang berani melanggar titah tuannya itu.
Di dalam taksi Safira menangis sambil menahan perih di perutnya. Ia meminta sopir taksi di antar ke rumah sakit namun ia memilih rumah sakit yang agak jauh dari kediaman Tyo dan bukan rumah sakit mewah.
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit, Safira langsung ditangani dokter bahkan di lobby ia sudah dibopong oleh perawat jaga karena wajahnya pucat pasi seakan mau pingsan dan darah yang menetes pada pangkal pahanya semakin deras.
"Saya kenapa ya dok? Pusing dan itu darah apa?" tanya Safira lirih.
"Maaf, suami atau keluarga Ibu di mana?" tanya dokter.
"Suami saya sedang ada pekerjaan di luar negeri dan saya yatim piatu dok" ucap Safira sendu dan terpaksa berbohong tentang suaminya yang tengah berada di luar negeri padahal dirinya di usir suaminya sendiri.
"Maaf Bu, jika saya membuat Anda makin sedih karena kami harus segera melakukan tindakan kuretase sebab Anda tengah hamil namun janin berusia sembilan minggu dalam kandungan Anda tak dapat bertahan. Apa Anda baru saja mendapat kekerasan fisik dari seseorang?" tanya dokter.
Kuret atau kuretase adalah prosedur untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim.
Air matanya makin menetes deras dan hatinya sedih tak bisa ia jabarkan dengan kata-kata. Hadirnya sang buah hati yang sangat ia nantikan kini hilang kembali ke sang pencipta sebelum ia menyadarinya.
Jika ia tahu dirinya tengah hamil pasti ia akan menjaganya dengan segenap jiwa raga untuk melindunginya ketika suaminya melukainya. Dirinya menyalahkan dirinya sendiri karena merasa menjadi calon ibu yang gagal.
__ADS_1
Safira pun setuju tindakan kuretase atas saran dokter dan setelah ini ia ingin pergi sejauh mungkin karena kondisi mentalnya sudah down dan ingin menyendiri dahulu.
Proses kuretase pun selesai dan Safira kini sedang istirahat untuk pemulihan. Ia memilih kamar inap yang berisi satu kamar untuk tiga pasien karena dirinya ingin menghemat uang yang ia miliki karena memang kehidupan sebelum pernikahannya ia sudah terbiasa hidup biasa dan tidak boros. Jadi seperti sekarang ini sudah biasa untuknya.
Malam hari pun tiba, Tyo tengah mabuk dan diantar oleh Dimas ke apartemen milik Tyo karena Tyo berkata tak mau pulang ke rumah. Ia benci pada istrinya bahkan Tyo terus memaki istrinya yang sudah membuat mamanya koma.
Dimas berulang kali menjelaskan ke Tyo bahwa ia tak percaya jika Safira yang ia kenal baik hati berubah buruk seperti yang Tyo ucapkan. Akan tetapi mata hati Tyo sudah buta akan cinta dan kebaikan sang istri kepadanya selama ini hanya karena tuduhan yang belum terbukti jelas sehingga Dimas berbicara hingga berbusa pun Tyo tak menggubrisnya apalagi dalam kondisi mabuk seperti ini.
"Sepertinya ada yang janggal nanti coba aku selidiki dulu. Semoga kamu tak salah mengambil keputusan bro" ucap Dimas dalam hati.
Di sebuah apartemen cukup mewah milik Frans, Gabriella tertawa terbahak-bahak melihat Tyo dan istrinya berpisah. Dia menyewa orang untuk memata-matai kediaman Tyo dan Safira. Anak buahnya melihat Safira pergi membawa koper naik taksi dan sebelumnya Tyo sudah pergi dari kediamannya karena marah pada istrinya berujung pergi ke club.
"Hahaaaa.... sebentar lagi kalian pasti bercerai dan saat Tyo terpuruk aku akan datang sebagai sosok Gabriella yang baru dan bertaubat di matanya akan selalu setia bersama Tyo seorang. Selama ini Tyo selalu menahan untuk menyatu ketika berpacaran denganku dulu. Aku sudah gak sabar menikmati seberapa besar dan perkasa ular miliknya pasti ukurannya Big, hmm" ucap Gabriela seraya membayangkan berapa meter panjang kali lebar kali tinggi ukuran ular megalodon milik Tyo dan beratnya berapa ton.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Kira-kira para pembaca bisa tahu gak berapa itu panjang dan berat si ular megalodon?🤔
Yuk keluarkan alat hitung kalian baik kalkulator, sempoa, batang lidi, timbangan tapi yang besar ya jangan timbangan kue punya Mama kalian nanti Mama gak bisa buat kue xixi....