CINTA , LUKA Dan NERAKA

CINTA , LUKA Dan NERAKA
Kemarahan Mama


__ADS_3

📚SELAMAT MEMBACA📚


Ditunggu taburan VOTE, GIFT, Rate bintang 5, serta LIKE dan KOMEN positif kalian para pembaca setiaku. Biar aku makin semangat lanjutin cerita Safira. Terimakasih semua.


3S ( Salam Sayang Safira )


******


"Apaaa Safira sakit?" suara sengit menggelegar hingga membuat si penelepon menjauhkan ponselnya karena telinganya terkejut akan suara bak petir menyambar.


Mama Tyo langsung menutup telepon rumahnya dengan kesal karena menantunya jatuh sakit gegara putranya yang ajaib itu. Kemarin saat Safira bertandang ke rumahnya sehat wal'afiat namun sekarang sudah sakit parah kata pelayan di kediaman putranya yang ia tugaskan sebagai cctvnya.


"Dasar anak durhakim, berani-beraninya bikin putri kesayanganku yang cantik jelita mendadak babak b3lur dan jatuh sakit sampai bangun dari tempat tidur susah" gerutu Mama Tyo.


Papa yang keluar dari kamar mandi selepas membersihkan diri akibat mereka berdua berenang menyelami cinta di atas r@njang hingga penuh keringat. Ia melihat istrinya mengomel tak jelas di depan cermin meja riasnya.


"Ada apa sayangku, cintaku, ehemku?" ucap Papa Tyo.


"Putramu itu lho pah keterlaluan deh, masak buat menantu kesayangan kita jatuh sakit sampai bangun dari tempat tidur saja katanya tak bisa" gerutu Mama Tyo.

__ADS_1


"Ya sudah daripada sibuk mengomel tak jelas mending kita jengukin Safira dan tanya putramu agar jelas masalahnya biar gak buram samar begini" ucap Papa Tyo.


Tak lama kedua orang tua Tyo datang ke kediaman putranya. Tyo keluar kamar karena pelayan mengatakan kedua orang tuanya kini ada di ruang keluarga.


"Mah Pah, tumben ke sini gak kabar dulu. Ada apa ini jam segini sudah kangen sama putranya yang tampan ini ya" ucap Tyo menggoda.


Plakk...


"Kamu apakan putri Mama hah? Kalau kalian memang ada masalah kan bisa bicara baik-baik. Jika sudah tak sudi dengan Safira maka pulangkan baik-baik karena kita meminang dia juga dengan cara yang baik", ucap Mama Tyo tegas.


"Maafin Tyo mah, aku khilaf" ucapnya lirih sambil menunduk tak berani menatap wajah sang ibunda ratu yang sudah seperti banteng betina mengeluarkan tanduknya siap menerkam mangsanya membuat nyalinya menciut surut perlahan tapi pasti.


"Yuk Pah kita pulang" ucap Mama Tyo sambil menarik tangan suaminya yang tengah duduk di sofa sibuk membaca koran.


"Lho acara konferensi meja bundarnya sudah kelar?" tanya Papa Tyo meledek.


"Sudah pah, dan hasil konferensinya nilai rapor merah semua dan akan diremedikan tergantung usaha putramu meluluhkan hati menantu kita" ucap Mama Tyo gemas dengan suaminya.


"Papa pikir akan kelar sampe besok subuh konferensi kalian berdua" ucap Papa Tyo yang memuat Mama Tyo memutar bola matanya jengah.

__ADS_1


"Silahkan kamu minta maaf yang bener ke istrimu dan mendapat maaf darinya. Selama belum memenuhi hal tersebut dengan baik jangan pernah injakkan kakimu di rumah kedua orang tuamu. Mama kecewa punya putra yang menyakiti sesama wanita" ucap Mama Tyo yang langsung pergi tanpa menggubris ucapan Tyo lagi walau putranya merengek sedih hingga mengikutinya sampai masuk mobil bahkan hingga mobilnya melaju meninggalkan kediaman sang putra.


Mama Tyo masih melirik dari spion jika putranya yang memang tampak sedang kalut dan sedih. Sungguh dalam hatinya juga ikut sedih namun rasa kecewa mendalam sehingga dia pun melakukan hal ini agar putranya segera sadar.


Ketika kedua orang tua Tyo berkunjung ke rumah putranya, Safira tengah terlelap pulas akibat efek obat yang diresepkan Sarah sehingga ia tak mengetahui mertuanya berkunjung. Tak lama pintu kamar terbuka dan suaminya yang tengah menunduk sedih melangkah masuk ke kamar mereka dan menutup pintunya.


Safira yang mengetahui hal itu dan sedang malas dengan suaminya maka ia pun langsung memunggungi suaminya dan tetap dalam mode silent. Tyo pun datang naik ke ranjang dan mendekap istrinya dari belakang dengan erat.


Tak lama Safira merasakan pundaknya tempat kepala sang suami bersandar padanya mendadak basah seakan ada tetesan air hujan namun bukan hujan karena sedang di dalam kamar.


"Hiks..Hikss..Fir, apa yang harus kulakukan agar kamu mau maafin aku?Jangan diem begini dong. Lebih baik kamu pukul aku, cakar marah ke aku tapi jangan diemin aku" ucap Tyo sambil meneteskan air matanya yang dengan cepat ia seka.


Seumur hidup Tyo tipe lelaki yang tak mudah cengeng, namun hanya pada Safira kini pertahanan itu roboh seketika melupakan pria tulen yang tak pernah menangis akhirnya ia menumpahkan air mata penyesalan pada istrinya. Safira yang mendengarnya sesungguhnya telah memaafkan suaminya namun luka di hatinya masih menganga lebar dan ia butuh waktu untuk menyembuhkannya. Yang paling krusial tentu menghilangkan trauma atas kejadian malam naas tersebut baginya.


"Tak mungkin..tak mungkin Tyo sudah menikah. Wanita mana yang berani merebut lelakiku akan berhadapan denganku" ucap seorang wanita geram menatap foto pernikahan Tyo yang dikirim seorang temannya via aplikasi chat.


Jangan lupa vote gratis dan kembang kopinya 🧁🧁


💋SELAMAT HARI SENIN💋

__ADS_1


__ADS_2