
"Saya terima nikah nya Ariana Binti Sofyan." Suara ijab kabul yang di bacakan Farid sontak membuat orang yang hadir di acara itu saling bertatapan. Karena yang menikah hari itu adalah Arika nabila, bukan Ariana.
"Nak Farid salah menyebutkan nama, mohon konsentrasi," ucap pak Penghulu.
Setelah di ulang akhirnya terdengar suara "Sah", dari para tamu yang hadir.
Yah, hari ini tepat hari pernikahan Farid dan Arika, bukan pernikahan karena cinta hanya keterpaksaan demi menjaga nama baik keluarga.
Sebenarnya yang ingin menikah bukanlah Arika, melainkan Ariana sang kakak.
Arika terpaksa menggantikan Ariana karena sehari sebelum pernikahan Ariana menghilang entah kemana.
Farid dan ariana sudah saling mengenal selama empat tahun. Farid sangat mencintai Ariana, karena Ariana seorang gadis yang lembut dan ramah. Berbeda dengan Arika adik nya yang cuek dan pendiam.
💝💝💝
"Silahkan Tuan dan Nona." Sambut Bik sumi sang asisten rumah tangga Farid.
"Bik antarkan dia ke kamar tamu,"
perintah Farid kepada Bik sumi sambil melirik ke arah Arika.
"Mari Non, biar Bibik yang bawa koper nya", Arika hanya diam dan berjalan mengikuti Bik sumi menuju ke kamar.
__ADS_1
Setelah meletakkan koper Arika, Bik sumi memperkenalkan diri. "Saya asisten rumah tangga disini, Non panggil saja saya Bik sumi."
"Saya Arika, baiklah Bik terima kasih."jawab Arika
Bik sumi segera keluar. Arika merebahkan tubuh nya di atas ranjang memandang kesekeliling kamar.
"Sekarang aku sudah menjadi istri dari orang yang mencintai kakak ku sendiri,"
gumamnya dalam hati. "Bisakah aku bahagia di dalam pernikahan ini?" Arika terus berfikir dan akhirnya dia tertidur.
Hari sudah hampir maghrib. Arika terbangun dan segera membersihkan diri lalu melaksanakan sholat maghrib. Selesai sholat maghrib Arika mengaji sembari menunggu sholat Isya.
Tok tok tok..
"Iya Bik,sebentar saya akan segera turun," jawab Arika dari dalam kamar.
"Hufff,,, kenapa rasanya berat jumpa dengan Kak Farid," gumam Arika.
Arika memang tidak terlalu dekat dengan Farid. Selama Farid berhubungan dengan kakak nya pun, Arika jarang bertemu dan bertegur sapa dengan Farid. Terlebih sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri, rasa nya jadi canggung.
Akhir nya Arika turun dan disinilah mereka sekarang makan berhadapan. Mereka makan tanpa ada yang bersuara, hanya suara sendok dan piring yang baradu.
"Arika saya tunggu di sofa,"ucap Farid,
__ADS_1
"ada yang mau saya bicarakan dengan kamu." Farid kemudian melangkah menuju sofa di ruang tivi tanpa menunggu jawaban dari Arika.
Setelah menyelesaikan makan nya Arika menyusul Farid ke ruang tivi. Arika melangkah perlahan dilihat nya Farid duduk sambil menonton televisi, lalu dia duduk di sofa sebelah Farid." Ada apa kakak memanggil ku?" Arika bertanya lebih dulu.
Farid kemudian mematikan televisi." Aku berharap kamu tidak menganggap serius pernikahan kita". Arika menoleh ke arah Farid.
"Ma maksud nya?" tanya Arika gugup.
Farid menghela nafas nya dan menatap Arika." Aku tidak mencintaimu dan tidak akan berusaha untuk mencintaimu. Karena di hatiku hanya ada Ariana." Arika hanya diam.
"Sampai Ariana kembali kita akan berpisah," lanjut Farid.
Deg." Inikah pria yang selama ini di cintai kakak. Sangat sombong, dia fikir aku suka pada nya," suara hati Arika.
"Oh ya selama kamu jadi istri ku kamu boleh menggunakan kartu ini,"Farid meletakkan kartu Atm di atas meja."Aku rasa sudah cukup ku harap kau mengerti kata kata ku tadi."
Farid beranjak menuju kamar nya.
TBC
Maaf bila ada typo
ini karya pertamaku
__ADS_1
💞💞💞