
Arika bersiap di dalam kamar di bantu oleh penata rias yang di pesan oleh Mama mertua nya, sedangkan Farid sudah duluan ke tempat acara yang di adakan di bawah.
Arika keluar dari lift dan berjalan menuju acara, banyak orang menoleh pada nya. Arika sangat cantik malam itu dengan riasan tipis dan gaun warna gold yang panjang.Farid yang melihat istri nya berjalan ke arah nya pun tak mengedipkan mata nya.
"Maaf aku terlambat" Arika berdiri di samping Farid.
"Tidak apa- apa," jawab Farid.
"Wah wah Tuan Farid benar-benar pandai memilih istri," ucap salah satu kolega bisnis Farid. Dia terlihat kagum dengan kecantikan Arika.
"Ya seperti nya Anda sangat beruntung Tuan Farid," sambung teman nya yang lain.
"Terima kasih atas pujian nya," jawab Farid.
Arika tampak tidak nyaman karena banyak mata yang memandang ke arah nya, dan dia merasa canggung karena tak ada yang di kenal nya di acara itu sedangkan Farid sibuk mengobrol dengan teman nya.
Arika ingin cepat-cepat pergi dari situ, dia berjalan ke arah taman hotel. Saat akan mendudukan diri nya di kursi taman, seseorang memanggil nya.
"Arika?" sapa orang itu. Dia adalah Doni kakak kelas Arika sewaktu Smu.
"Kak Doni?" , jawab Arika
__ADS_1
"Iya, sudah lama ya kita tidak ketemu," Ucap Doni.
"Ya sejak perpisahan,ngomong-ngomong kakak ngapain disini?" tanya Arika lagi.
"Aku menghadiri acara pembukaan hotel ini. Tapi aku seperti melihat mu, jadi aku mengikuti mu."
"Aku merasa tidak cocok dengan pesta seperti itu makanya aku keluar."
"Oh ya apa yang kamu lakukan di hotel ini? dan ya penampilan mu juga hmm cantik sekali." Tanya Doni sambil memuji Arika. Doni memang menyukai Arika sejak Smu, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaan nya.
Arika menunduk dia bingung mau jawab apa.
"Dia hadir bersamaku Tuan Doni," tiba-tiba Farid menjawab sambil berjalan ke arah mereka. Ternyata Farid sudah memperhatikan mereka sejak tadi.
"Oh ya, hebat sekali kamu Arika bisa hadir dengan orang hebat seperti Tuan Farid." Doni memuji Farid. Arika hanya diam saja.
"Kamu kenal dengan Arika?" tanya Farid.
"Ya, kami satu sekolah saat Smu dia adalah adik kelas ku.
"Wah, kebetulan sekali kalian bertemu disini" mata nya memperhatikan Doni yang sering menatap pada Arika. Dari tatapan nya dia tahu seperti nya Doni menyukai Arika. Ada perasaan yang mengganjal dihati nya.
__ADS_1
"Baiklah sepertinya aku harus pulang, sudah jam 10." pamit Doni. "Arika boleh aku minta nomor mu?" pinta Doni.
Arika menoleh pada Farid. Farid hanya diam dengan tatapan dingin. Lalu Arika mengeluarkan ponsel nya menyerahkan pada Doni.
Setelah selesai mencatat nomor nya di ponsel Arika dan memanggil nomor nya." Itu nomor ku, kau bisa menghubungi ku kapan saja,"ucap Doni.
Arika hanya mengangguk.
Setelah Doni pergi, Farid langsung menarik tangan Arika menuju ke kamar, sesampai nya di kamar di hempaskan nya Tangan Arika.
Arika kaget dengan perlakuan Farid yang agak kasar.
"Apa hubungan mu dengan Doni?" tanya nya agak keras.
"Tidak ada," jawab Arika yakin karena memang dia dan Doni tidak punya hubungan apa apa.
"Bohong," bentak Farid. "Aku lihat dia memandang mu dengan tatapan berbeda," lanjut nya.
"Benar, aku hanya adik kelas nya di Smu dulu." Arika agak takut karena Farid terus saja menatap nya tajam.
💝💝💝
__ADS_1
TBC