
Farid yang melakukan nya lagi dengan Arika. Entah apa yang merasuki nya, rasa cemburu yang mungkin belum di sadari nya.
"Kenapa kau melakukan nya lagi? hiks hiks," Arika menangis sambil memukul dada Farid. Farid tak bisa menjawab. "Kau bilang kita harus melupakan kejadian semalam, tapi kenapa kau," Arika menangis tak bisa melanjutkan kata-kata nya.
Farid yang iba melihat Arika mencoba memeluk nya yang masih terisak, "maaf kan aku." Itulah kata yang di ucapkan Farid untuk menenangkan Arika.
Farid merasakan Arika tak bergerak, di lihat nya istri nya itu sudah terlelap. Dia merebahkan Arika dan menyelimuti nya, lama di pandangi nya wajah cantik yang bersedih itu, di kecup nya kening Arika lalu ia beranjak membersih kan diri.
Setelah selesai mandi, Farid memesan makanan lewat telfon. Karena dia tahu Arika belum makan malam sama sekali, saat di pesta pun dia tidak menyentuh makanan.
Setelah makanan nya datang Farid meletakan nya di atas nakas.
"Arika," panggil nya lembut, Arika mengerjapkan mata nya. "Makan lah dulu, aku tahu kamu pasti belum makan kan?" Arika tidak menjawab. Dia hendak berdiri tapi dia merasakan sakit di seluruh tubuh nya. Farid yang mengerti langsung mengangkat nya ke kamar mandi. Arika tidak berontak karena dia pun tak sanggup untuk berjalan.
__ADS_1
"Keluar lah aku bisa mandi sendiri." Ucap Arika ketus.
"Tapi tubuh mu masih lemas, biar aku membantu mu," tawar Farid.
"Kau fikir siapa yang membuatku begini,?" Arika hampir menitikkan air matanya lagi. Farid cepat- cepat melangkah keluar tak ingin membuat Arika tambah sedih.
Dua puluh menit berlalu Arika belum keluar dari kamar mandi. Farid mondar mandir di depan pintu kamar mandi dia khawatir dengan Arika tapi dia takut untuk melihat nya.
Sementara di dalam kamar mandi Arika masih terisak. Dalam hati nya," bagaimana bila aku hamil?" Arika takut bila itu terjadi. Apalagi bila sang kakak kembali maka dia akan berpisah dengan Farid.
"Ayo makan aku akan menyuapi mu," ucap Farid. Arika menggeleng, dia tidak berselera.
Farid berjongkok di depan Arika, di genggam nya tangan putih itu. "Arika aku minta maaf, aku tidak akan meninggalkan mu meskipun Ariana kembali." Bujuk Farid.
__ADS_1
"Bagaimana bila aku hamil?" akhir nya Arika bersuara. Di pandang nya lekat wajah Farid menunggu jawaban apa yang akan suami nya katakan.
Farid menghela nafas nya di berdiri lalu duduk di samping Arika." Kita tidak akan berpisah, kita akan mulai dari awal.
"Bila kak Ariana kembali, bukan kah kita akan berpisah." Arika kembali terisak.
"Aku akan melupakan Ariana dan mencoba membuka hati untuk mu. "Kata- kata itu terucap dengan sendiri nya dari bibir Farid.
Arika menatap wajah suami nya.
"Sekarang kamu makan dulu. Aku takut nanti kamu sakit."
Arika makan di suapi oleh Farid. Selesai makan Farid membantu Arika merebahkan tubuh nya lalu dia pun menyelimuti nya. Farid melangkah ke arah balkon. Di hidupkan nya rokok nya sambil memandan ke atas langit yang ber bintang, entah apa yang di fikir kan nya.
__ADS_1
💝💝💝
TBC