
Empat bulan berlalu kini Arka sudah berusia 7 bulan tubuh nya yang gembul membuat orang yang memandang nya ingin sekali mencium dan mencubit pipi nya. Kini Arka sudah mulai belajar duduk.
Arika senang melihat perkembangan bayi nya yang aktif dan kini sudah pintar berceloteh.
Hari ini adalah hari kebebasan Ariana. Dia pulang di jemput oleh Mama nya. Arika di larang oleh Farid untuk menemui Ariana, Farid takut Ariana berbuat nekad.
Hingga suatu pagi saat Arika bermain dengan Arka di halaman depan. Ariana tiba-tiba muncul bertamu. Arika membawa Ariana masuk ke dalam.
"Silahkan duduk kak. Aku suruh bibi buatkan minum dulu." Arika masih berdiri menggendong Arka.
"Biar aku yang gendong Arka. Humm gemes nya ponakan anty." Arika ragu hendak memberikan Arka tapi ia tidak enak pada Ariana.
Setelah pelayan meletak kan minuman di atas meja, Arika mempersilahkan Ariana minum.
"Arika kakak minta maaf atas apa yang kakak lakukan padamu. Kakak sungguh menyesal." Ariana memeluk Arika. Arika masih nampak canggung.
"Kakak sadar, kamu dan Farid memang sudah berjodoh, maafkan kakak yang sudah memisahkan kalian." Ariana masih terisak.
Arika menatap wajah kakak nya melihat kesungguhan di mata kakak nya Arika berkata, "Rika sudah memaafkan kakak, syukurlah kalau kakak sudah menyadari nya."
__ADS_1
"Makasih ya, kakak akan pergi dari kota ini." Kata Ariana sontak Arika langsung menoleh pada nya.
"Pergi?" Arika mengerutkan dahi nya.
"Iya, kakak akan pindah bersama Mama, mungkin lusa sudah berangkat. Mama minta kalian untuk datang makan malam dirumah." kata Ariana.
"Kak, kenapa mendadak sekali. Arika tidak punya keluarga disini, hanya kakak dan Mama yang Arika punya." Arika tampak sedih.
"Kamu punya suami, ada Arka dan kedua mertuamu sangat menyayangi mu." Ucap Ariana.
"Tapi kak,"
***
Malam hari Farid dan Arika datang memenuhi undangan makan malam Mama nya. Arka di jaga oleh Pelayan. Mereka makan berempat. Ariana memulai pembicaraan.
"Farid, aku minta maaf. Aku menyesal telah memisahkan kalian." Ucap Ariana menatap Farid. Farid hanya diam tidak menjawab, Arika memegang tangan suami nya.
"Aku sadar kesalahan ku sangat fatal. Aku janji tidak akan pernah mengusik keluarga kalian." Ariana berkaca-kaca.
__ADS_1
"Baik lah," jawab Farid singkat.
Setelah makan malam selesai mereka ngobrol di ruang keluarga. Jam 10 malam Farid dan Arika pamit pulang, karena Arka sudah tertidur dan tidak baik pulang terlalu larut.
"Mas, aku kasihan melihat kakak." Arika memulai pembicaraan sambil tangan nya mengelus elus kepala Arka. Farid yang tengah menyetir menoleh pada istri nya.
"Kenapa harus kasihan?"
"Ya kalau aku tidak bersedia menikah dengan Mas, pasti kalian bisa bersama." Seru Arika.
"Sayang, semua ini sudah takdir. mas berjodoh nya sama kamu. Berhenti merasa bersalah, lagi pula Mas sudah tak punya perasaan sama dia, Kamulah sekarang wanita yang sangat Mas cintai."
"Tapi Mas?"
"Tidak ada tapi, kamu tahu saat Ariana pergi sebelum hari pernikahan Mas sakit hati, sedih. Tapi Mas lebih sedih lagi saat kamu pergi. Mas hancur." Ucap Farid.
"Kan Mas yang nyuruh aku pergi." Kata Arika.
"Maaf Mas khilaf waktu itu."
__ADS_1
💝💝💝