Cinta Arika

Cinta Arika
Bulan madu


__ADS_3

Zahra keluar dari kamar mandi sambil menundukkan kepala, ia tak berani menatap Doni yang masih duduk di tepi tempat tidur. Doni yang tahu kalau Zahra pasti merasa malu karena kejadian tadi. Doni segera berlalu menuju kamar mandi.


Huh


Zahra merasa lega saat Doni masuk ke kamar mandi. Dengan segera ia menyisir rambut nya dan memakai hijab nya. Zahra turun ke bawah menyiapkan makan malam. Di bawah Zahra melihat mertua nya sedang memasak.


"Bu, biar Zahra bantu." Ucap nya lembut.


"Loh Zahra udah pulang?" tanya Bu sukma kaget karena tidak tahu Zahra sudah pulang.


"Iya Bu, di jemput sama Mas Doni." jawab Zahra.


Bu sukma senyum-senyum melihat ke arah Zahra. "Ibu senang akhirnya Doni mau membuka hati nya," Zahra menunduk. "Ibu do'akan semoga kalian bahagia selamanya."


"Aamiin," jawab Zahra.


Setelah selasai menata meja makan Zahra seperti ragu memanggil suami nya untuk makan, karena masih teringat tentang kejadian tadi.


"Kamu panggil suami mu." Parintah Bu sukma. Zahra melangkahkan kaki nya menaiki tangga menuju kamar nya. Saat hendak membuka pintu Doni pun keluar dari kamar. Zahra langsung menunduk. Sementara Doni tampak menahan senyum nya. Doni mendahului Zahra turun ke bawah.

__ADS_1


"Doni Zahra?" Sebut Bu sukma, kedua nya sama-sama menoleh pada nya.


"Ibu punya hadiah buat kalian." Sambil menyodorkan kertas pada anak menantu nya.


"Hadiah apa Bu?" tanya Doni penasaran.


"Kalian buka saja dulu." Ucap Ibu nya. Doni segera membuka amplop itu terlihat dua buah tiket untuk bulan madu ke Thailand.


"Ibu sudah ingin punya cucu. Besok kalian berangkat. Ibu harap tidak ada penolakan." Ibu sukma beranjak menuju kamar nya.


"Kamu setuju?" tanya Doni pada Zahra sebab Zahra hanya diam saja sedari tadi. Zahra menganggukan kepalanya.


Kedua nya kini terbaring di kasur setelah selesai berkemas, Zahra yang duluan terlelap karena capek baru pulang piknik sore tadi. Doni menarik selimut menutup tubuh istrinya lalu di kecup nya lembut kepala istrinya.


***


Pagi hari nya Zahra dan Doni sudah bersiap akan pergi.


"Kalian baik-baik disana, jangan lupa oleh-oleh cucu." Ucap Bu sukma. Zahra menunduk malu mendengar permintaan mertuanya. Lain dengan Doni yang tersenyum.

__ADS_1


"Kami berangkat Bu." Pamit mereka setelah saling berpelukan.


Bu sukma kembali ke rumah. Doni dan Zahra menaiki pesawat yang akan mereka tumpangi ke Thailand. Di dalam pesawat Doni menggenggam tangan Zahra.


Zahra belum masih canggung belum terbiasa dengan perlakuan Doni. Meskipun mereka sudah memutuskan untuk melakukan pendekatan.


Turun dari pesawat mereka langsung menuju hotel yang sudah di pesan kan ibu nya. Zahra nampak takjub melihat pemandangan dari dalam kamar yang hanya berdinding kaca. Memperlihatkan pemandangan nan indah. Dalam hati ia bersyukur bisa melihat pemandangan indah seperti ini.



Zahra membuka pintu kaca menuju balkon dan berdiri di pembatas pagar balkon. Masih menatap dengan rasa takjub. Tiba-tiba sepasang tangan memeluk pinggang nya dari belakang Zahra memutar tubuh nya. Kini wajah mereka saling berhadapan. Zahra berusaha melepas rangkulan Doni. Tapi Doni memegang nya erat. Zahra menunduk malu. Doni yang tahu istri nya pemalu harus banyak berusaha. Di raih nya dagu Zahra dengan satu tangan nya di ke**p nya lembut bibir wanita yang sudah berhasil mencuri hati nya itu. Mata Zahra membulat sempurna kala menerima perlakuan Doni.


Doni me***at bibir Zahra seakan candu oleh rasa manisnya. Zahra memukul dada Doni pelan kala di rasa ia hampir kehabisan nafas. Doni melepas tautan bi**r mereka. Kedua nya nampak terengah karena ciu**an Doni yang cukup lama.


Doni meraih kambali tubuh Zahra kedalam pelukan nya. Ada perasaan aneh yang menjalar di tubuh mereka, hingga tangan Doni mulai meraba punggung Zahra. Zahra menerima semua perlakuan suami nya. Ada gelenyar aneh yang dirasakan nya. Doni me***cup leher istri nya yang putih, Setelah gejolak nya memuncak Doni menggendog Zahra ke dalam kamar, Zahraz melingkarkan tangan nya di leher Doni. Di baringkan nya tubuh Zahra, mereka menyatukan cinta mereka yang seharus nya terjadi beberapa bulan yang lalu.


Kedua nya kini terbaring lelah setelah melakukan beberapa kali pertempuran. Saling menatap penuh cinta di bawah selimut yang sama hingga kedua nya terlelap.


💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2