
Sebulan berlalu dari kedatangan Arika dan Farid.
Zahra pun tidak pernah lagi mengurus keperluan Farid. Dia hanya memasak untuk diri nya sendiri. Zahra juga melamar menjadi guru TK di komplek perumahan mereka. Untuk mengusir kebosanan nya.
Doni mulai merasakan perubahan sikap Zahra. Zahra pun jarang berada di rumah, selesai mengajar TK biasa nya ia sering berkunjung kerumah tante nya.
Doni sengaja pulang cepat dari kantor, "Aku lapar, tolong masakan aku makanan." Perintah Doni.
Zahra yang duduk sedang membaca menoleh ke arah Doni dan mengerutkan kening nya. "Tidak ada bahan makanan." Tumben sekali dia, biasa nya juga gak pernah makan di rumah, batin Zahra.
"Ya .. kamu belanjalah," Jawab Doni gugup.
Zahra segera beranjak dari dudukan nya mengambil tas nya di kamar lalu keluar ingin belanja.
"Biar aku antar," ucap Doni lagi, ia berjalan ke arah mobil nya dan menghidup kan nya. Lagi-lagi Zahra heran melihat sikap Doni. Zahra naik ke kursi belakang. Doni tidak menyalakan mobil nya.
"Duduk di depan!" Perintah Doni.
"Gak, disini aja." Jawab Zahra cepat.
"Kalau begitu kita tidak berangkat."
__ADS_1
Zahra turun dan berpindah ke kursi depan. Apa sih mau nya? fikir Zahra.
Doni melajukan mobil nya, 10 menit kemudian mereka sampai di Swalayan. Zahra turun memilih belanjaan yang akan di masak. Zahra hanya membeli ikan, tiba-tiba dari arah samping Doni memasukan daging ayam dan daging sapi. "Aku ingin semur ayam," ujar Doni cepat karena melihat wajah heran Zahra.
Zahra berjalan menuju kasir, Doni menahan tangan nya.
"Cuma segini?" tanya Doni.
"Hanya untuk hari ini." Jawab Zahra.
"Tambah lagi, mulai sekarang aku makan di rumah." Doni meraih troli yang di pegang Zahra mengarahkan nya kembalu ke tempat kebutuhan dapur. Zahra malas protes dan hanya menurut saja.
Lima menit kemudian troli sudah penuh dengan segala macam kebutuhan pokok.
Doni memasukan seluruh belanjaan di kursi belakang, agar Zahra tidak duduk di belakang. Sampai rumah Zahra mengambil bahan yang ingin di masak nya. Sementara Doni menata belanjaan yang lain.
Doni duduk di meja makan menatap ke arah Zahra yang memasak. Selesai memasak Zahra menata makanan di meja. Lalu beranjak hendak ke kamar tapi Doni menahan pergelangan tangan nya. "Temani aku makan."
Zahra duduk tanpa menyentuh apa pun.
"Kamu tidak makan?" tanya Doni.
__ADS_1
"Aku tidak lapar." jawab Zahra.
Selesai makan Doni tidak kembali ke kantor. Zahra yang sudah ada janji dengan tante nya hendak pergi.
"Mau kemana?"
"Mau kerumah tante."
"Aku antar." Tawar Doni.
Lagi-lagi Zahra heran dengan sikap Doni. "Gak usah, aku udah pesan taksi,"
"Batalkan." Perintah Doni.
"Taksi nya sudah di depan."
Doni segera keluar menghampiri taksi yang di pesan istri nya. Zahra menatap dari dalam pagar dan melihat Doni mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan nya pada sopir taksi. Taksi itu pun pergi.
Doni masuk ke dalam mengambil kunci mobil. Zahra masih berdiri mematung. Kemudian Doni keluar lalu mengunci pintu.
Doni membukakan pintu depan mobil nya agar Zahra naik di depan. Doni melajukan mobil nya menuju rumah Tante Aini.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka sama-sama diam. Hanya ada suara musik yang terdengar menemani perjalanan mereka.
💝💝💝