
Setelah pertemuan Doni dengan Arika, dia selalu memikirkan Arika. Arika sudah menceritakan semua nya. Meskipun ia mencintai Arika tapi dia tidak mau egois. Dia ingin mencari tahu apa yang menyebabkan Farid berubah. Kalau memang Farid sudah tak mencintai Arika lagi dia siap menerima Arika dan bayi nya.
Di rumah Farid, Ariana nampak kecewa melihat hasil tespeck yang di genggam nya. Dia sangat berharap segera hamil karena itu lah satu-satu nya penyelamat nya sebelum sandiwara penyakit nya ketahuan oleh keluarga dan suami nya.
Arika berjalan menuju dapur hendak minum, dia melewati Farid yang tengah sarapan bersama Ariana. Arika tidak pernah lagi sarapan bersama karena sakit melihat kemesraan Farid dan Ariana. Farid curi-curi pandan pada Arika yang menuang air ke dalam gelas lalu meminum nya. Farid merasa kalau Arika bertambah cantik dengan perut buncit nya. Ariana melihat tatapan Farid.
"Sayang aaa," Ariana menyuapkan nasi ke mulut Farid untuk mengalihkan tatapan Farid pada Arika. Farid langsung menoleh pada nasi yang di suap kan Ariana.
Setelah Farid berangkat ke kantor, Ariana mendatangi Arika di kamar nya, dan membuka pintu dengan kasar.
Braak.
__ADS_1
Arika yang tengah bermain ponsel kaget dan langsung menoleh ke arah pintu." Ada apa?" Dia langsung bertanya pada Ariana.
Ariana berjalan mengitari tempat tidur sambil memilin ujung rambut nya dengan jari. "Hmm, aku sudah sering memperingat kan mu, jangan pernah menunjukan wajah mu di depan suami ku."
"Kau lupa dia juga masih suami ku." Arika menjawab dengan santai.
"Yah, dia memang masih suami mu tapi sampai anak itu lahir," Ariana menekankan kata-kata nya sambil menunjuk perut Arika. "Jadi jangan berharap lagi padanya karena dia sangat membenci mu. Tukang selingkuh."
"Ha haha.. sudah terbukti masih mengelak," ejek Ariana. "Kalau aku menjadi dirimu, aku akan bersama Doni. Karena disini pun kau tidak pernah di anggap Mas Farid." Ariana memprovokasi Arika.
Hati Arika sakit mendengar perkataan Ariana, tapi ia tahan air mata nya dia harus kuat. "Terserah kau saja, aku tidak peduli, aku akan mencari tahu apa penyebab Mas Farid membenci ku. Dan aku juga akan mencari tahu tentang penyakit mu," tunjuk Arika pada Ariana.
__ADS_1
Ariana tampak ketakutan, dia langsung keluar dari kamar Arika. Di dalam kamar Ariana tampak kesal dia mengepalkan tangan nya dan berucap, "sial, jangan sampai Mas Farid tahu keadaan ku yang sebenar nya."
"Brengsek kau Arika, aku akan menghabisi mu." Ariana mengumpat sendiri, dalam hati nya dia sebenar nya takut rahasia nya ter bongkar.
Di kamar Arika menangis menatap foto pernikahan nya dengan Farid. Di usap nya wajah suami yang sangat di rindukan nya itu. "Aku tidak akan menyerah Mas, aku akan mendapatkan hati mu lagi. Demi anak kita." Arika memegang perut nya, seakan mengerti apa yang di ucap kan ibu nya perut Arika bergerak.
Sementara Doni sudah mendapatkan hasil penyelidikan anak buah nya tentang kejadian 3 bulan yang lalu. Setelah mendengar cerita Arika, dia yakin Farid membenci Arika karena kejadian di kamar hotel itu.
💝💝💝
like dan koment yah shay😘
__ADS_1