Cinta Arika

Cinta Arika
37. Arka pengganggu


__ADS_3

Pagi hari Arika beranjak dari tempat tidur. Menyiapkan pakaian kerja suami nya, membantu memakaikan dasi. Lalu mereka turun bersama. Dari bawah Arka seolah tahu orang tuanya turun di rentangkan nya tangan nya ingin di gendong oleh Arika. Arika langsung meraih Arka dalam pelukan nya. Mencium nya gemes.


"Anak mama udah mandi? siapa yang mandiin?" Arika berucap manja pada Arka.


"Mas, gendong dulu, aku mau bantu Bibi nyiapin sarapan," ujar Arika pada Farid. Farid meletak kan Tas kerjan nya di atas meja lalu meraih Arka dari gendongan Arika.


Farid bermain dengan Arka menggelitiki Arka. Arka tertawa lepas membuat Farid senang. Setelah selesai menata meja makan, Arika memanggil Farid untuk sarapan. Arka di letak kan di kereta dorong.


Setelah selasai sarapan Farid berangkat ke kantor. Arika sibuk di dapur mengerjaakan sesuatu untuk kejutan makan siang.


Setelah selesai, Arika memasuk kan bekal yang akan ia bawa ke kantor suami nya. Arika berangkat dengan sopir karena ia membawa serta Beby Arka.


Arika berjalan menuju lift khusus, para karyawan yang melihat nya tersenyum ramah dan gemes melihat Arka. Arka memang tumbuh dengan baik, pipi gembul dan mata nya yang bulat bening serta murah senyum.


Arika masuk keruangan suami nya. Farid kaget dan langsung menyambut istri nya, di raih nya Arka. "Jagoan papa datang, muach." Farid mencium pipi gembul putra nya. "Sayang kok gak bilang mau datang?" menatap pada istri nya.


"Kejutan Mas, makan yuk aku udah laper!" Ajak Arika kemudian membuka bekal yang ia bawa dan menyusun nya di meja. Farid meletakan Arka di kereta bayi yang sengaja di buat di kantor kala Arika dan Arka berkunjung.


Selesai makan Arika memberikan sebuah bingkisan pada suami nya. Farid mengeryitkan dahi nya.

__ADS_1


"Apa ini?" tanya nya penasaran.


"Buka dong?" jawab Arika singkat.


Farid membuka bungkusan itu dan melihat kotak dengan pita biru. Lalu membuka kotak itu dan tersenyum melihat isi nya.


"Makasih sayang," lalu mengecup kening Arika.


"Kamu suka hadiah nya?" tanya Arika.


"Tentu saja apa pun dari kamu, aku suka." jawab Farid lembut.


Tiba-tiba Arka nangis. Sepasang suami istri itu menoleh pada putra mereka.


"Marah ni karena di cuekin." Arika berdiri menggendong Arka dan. Farid membuat kan susu untuk Arka.


Setelah Arka minum susu ia tertidur, Arika memasukan putra nya ke dalam kamar di ruangan suami nya.


"Sayang, aku mau hadiah lagi!" bisik nya di telinga Arika.

__ADS_1


"Kan udah mas,"


"Mas mau hadiah yang itu," tunjuk Farid pada bagian tubuh Arika. Arika sontak memukul lengan suami nya.


"Apaan sih mas, ada Arka loh!"


"Arka kan lagi bobo." Wajah Arika tampak merona. Farid me*****p bibir istri nya dan menggiring nya ke sofa ruangan Farid karena takut Arka bangun.


Setelah melakukan pe****n. Farid yang sudah tak tahan ingin segera menuntas kan h***t nya.


Tiba-tiba dari dalam kamar


hua hua hua.


Arika sontak mendorong Farid dan memakai pakaian nya berlari ke kamar melihat putra nya yang sedang menangis.


Farid tampak kecewa dan berkata dalam hati, "Dasar Arka gak bisa lihat papa senang."


Farid berjalan menuju kamar mandi untuk mengguyur tubuh nya yang terasa panas.

__ADS_1


💝💝💝


__ADS_2