Cinta Arika

Cinta Arika
Zahra hamil


__ADS_3

Hubungan Zahra dengan Doni semakin hari semakin harmonis, Bu sukma sangat bahagia melihat rumah tangga putra nya.


Zahra merasakan pusing dan mual saat hendak menyuapkan makanan ke mulut nya. Zahra berlari ke kamar mandi.


Huek huek


Doni menyusul Zahra, Wajah Zahra memerah akibat muntah. Ia mencuci wajah nya.


"Seperti nya kamu sakit, kita ke dokter ya?" ajak Doni.


"Gak Mas, Zahra gak papa kok, paling cuma masuk angin." Jawab Zahra.


"Tapi kamu pucat banget, aku khawatir."


"Gak papa, nanti istirahat juga mendingan."


"Ya udah, kamu jangan ngajar dulu, istirahat saja. Nanti Mas telfon Ibu ya buat nemenin kamu."


"Mas, kasian Ibu baru aja nyampek udah di suruh balik." Tolak Zahra tidak enak. Karena baru saja Kemarin Ibu mertuanya pergi mengunjungi saudaranya di luar negeri.


Doni berangkat ke kantor dengan perasaan tidak enak meninggalkan istrinya yang tidak sehat. Zahra memang keras kepala tidak mau menyusahkan suami maupun Ibu mertua nya.

__ADS_1


Zahra hanya berbaring saja, tubuhnya terasa lelah, pekerjaan rumah pun tak bisa ia kerjakan.


Di kantor Doni menyelesaikan pemerjaan nya dengan cepat. Jam 4 sore Doni sudah pulang.


Doni masuk kerumah, biasa nya Zahra menyambutnya tapi tidak kali ini. Dia menuju kamar dilihat nya Zahra tidur dengan selimut menutup selaruh tubuhnya.


Doni memegang kening Zahra untuk memastikan suhu tubuh istrinya. Zahra terbangun karena sentuhan tangan suami nya.


"Mas, udah pulang?" Zahra meraih tangan suami nya lalu mencium nya.


"Iya, Mas khawatir sama kamu."


"Aku gak papa kok Mas, cuma lelah aja. Mas kita pesan makanan aja ya. Aku gak bisa masak, kalau ke dapur langsung pusing."


"Aku cuma kecapean Mas, nanti juga sehat. Mas mau peluk."


Tiba-tiba Zahra bersikap manja.


"Tapi Mas belum mandi masih bau keringat." Doni merasa tidak enak.


"Gak papa aku suka wangi tubuh Mas sekarang."

__ADS_1


Zahra memeluk suami nya lama. Dia mengendus-endus aroma tubuh Doni yang dirasanya sangat menenangkan itu. Doni diam saja membalas pelukan istrinya meskipun ia heran dengan Zahra.


***


Seminggu berlalu Zahra sudah tidak mengajar lagi karena kondisi nya yang lemah, setiap kali Doni mengajak nya ke rumah sakit ia selalu menolak.


Tiba-tiba Zahra teringat bulan ini dia belum haid. Di lihat nya tanda di kalender.


"Sudah tiga minggu, apa jangan-jangan aku hamil?" Zahra bertanya-tanya.


Zahra memesan beberapa tespack via online. Setelah pesanan nya datang Zahra langsung mencoba nya.


Beberapa detik hasilnya tampak. Zahra menutup mulutnya dengan tangan nya ia menangis bahagia melihat hasil nya. Rasa nya ia tak percaya kini tengah mengandung. Ia sudah tidak sabar memberitahukan nya pada Doni.


Zahra memesan makanan kesukaan Doni. Ia menata nya di meja. Lalu menunggu Doni pulang.


Doni lagi banyak pekerjaan di kantor hingga pukul 7 malam ia baru sampai di rumah.


"Ada apa ini? kamu masak yang?" tanya nya saat melihat meja makan dengan berbagai menu.


"Gak Mas, aku pesan. Maaf ya Mas aku belum bisa masak." Ucap Zahra merasa tidak enak.

__ADS_1


"Gak papa, kamu kan madih lemes. Kita makan yuk Mas udah lapar nih?" Doni sudah tidak sabar menyantap makanan yang ada di meja.


Tapi hanya Doni yang makan karena lagi-lagi Zahra merasa mual. Ia hanya menemani suami nya makan.


__ADS_2