
Sudah sebulan Arika tinggal dengan Ibu Sukma dan Doni. Ibu sukma sangat menyayangi Arika. Bu sukma sangat antusias dengan ke hamilan Arika, dia mengajari Arika apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil. Arika senang karena Bu sukma sayang dan perhatian pada nya.
Usia kandungan Arika sudah memasuki 8 bulan, dan itu membuat nya sering pegal dan mudah lelah. Karena merasa tidak enak dia tetap memaksakan diri untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Padahal Bu sukma selalu melarang nya.
***
Pagi hari di rumah Farid bel berbunyi. Bik Sumi segera berlari untuk membukakan pintu. Bik sumi senang akhir nya Nyonya besar pulang, tapi dia juga sudah berjanji pada Arika untuk merahasiakan yang terjadi.
Setelah masuk Bu Widia duduk di sofa.
"Nyonya mau minum apa?" tanya Bik sumi sopan.
"Teh anget aja Bik," ucap nya. Bu Widia baru datang dari luar negeri. Dia sengaja datang ke Indonesia karena menurut perkiraan Arika akan segera melahir kan. Dia sudah tidak sabar menanti kelahiran cucu nya.
Bik sumi datang membawa teh untuk Buk widia, setelah di letak kan nya Bik sumi pamit undur diri.
"Bik, dimana Arika? tanya Bu widia, Bik sumi seketika mengurungkan niat nya hendak ke dapur.
"Anu em itu em," Bik sumi gugup dia sudah berjanji pada Arika untuk tidak memberitahukan pada Bu widia.
__ADS_1
Bu widia menatap curiga. "Katakan Bik ada apa?"
"Sebenar nya Non Arika sudah tidak tinggal disini lagi Nya." jawab Bik sumi.
"Apa?" Bu widia kaget mendengar nya. "Apa yang terjadi pada mereka?" tanya nya tidak sabar.
"Maaf Nyonya saya tidak bisa mengatakan nya," jawab Bik sumi menundukan kepala nya.
"Ada apa sebenar nya Bik, kalau Bibik masih menganggap saya majikan tolong jangan ada yang di tutupi." Ucap Buk widia tegas.
Akhir nya Bik sumi menceritakan semua yang ia tahu pada Buk widia. Buk widia yang baru saja sampai langsung pergi ke kantor Farid.
Di dalam ruangan Farid memeluk ibu nya. Dia merindukan ibu nya karena sudah beberapa bulan mereka tak bertemu.
"Mama baru nyampek langsung tanya-tanya, sebaik nya Mama duduk dulu." Bu widia menurut dia duduk di sofa.
"Ma, Arika selingkuh?" Ucaf Farid.
"Kamu yakin?" tanya Buk widia balik.
__ADS_1
"Aku punya bukti nya ma," Farid menunjuk kan foto dari ponsel nya.
Buk widia melihat foto tersebut, lalu ter tawa.
Farid menatap Mama nya tak percaya, dia heran kenapa Mama nya malah tertawa.
"Farid-farid!" Mama fikir kamu itu pintar?".
"Apa maksud Mama?" Farid makin tidak mengerti.
"Bisa saja itu jebakan," jawab Bu widia acuh.
"Jelas-jelas foto itu asli ma, Farid juga melihat dengan mata kepala sendiri." Farid mencoba menjelaskan.
"Kamu lihat foto itu, di situ mereka sama-sama tertidur, pasti ada orang yang memfoto mereka." Jawab Mama nya.
"Mama?" Farid gak ngerti dengan fikiran Mama.?
"Dasar bodoh!" umpat Bu widia pada anak nya. "Itu seperti jebakan Farid. Lebih tepat nya ada orang yang menjebak mereka, mungkin semacam di buat pingsan lalu di bawa ke hotel dan di selimuti lalu di foto, dan orang itu langsung mengirimkan nya pada mu. Agar kamu membenci Arika." Bu widia menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
💝💝💝
guys like dan koment yahhhh