Cinta Arika

Cinta Arika
29. Penolakan Arika


__ADS_3

Arika dan Doni tengah asyik memilih milih perlengkapan bayi, karena bayi nya berjenis kelamin laki-laki mereka banyak memilih warna biru. Doni sangat antusias memilih nya membuat Arika melihat nya dengan diam.


Doni begitu baik pada Arika tanpa mengharap balasan apapun. Setelah selesai berbelanja mereka memutuskan untuk makan siang di restaurant favorit Arika. Hari ini Doni memang memanjakan Arika menuruti apa pun kemauan wanita hamil itu.


Arika tampak ceria, sejenak dia melupakan masalah nya.


***


"Apa maksud tante?" Farid penasaran setelah mendengar kata pergi yang di ucapkan Bu sukma.


"Arika ingin melanjutkan S2 nya di Singapura." Jawab Bu widia.


"Apa?, Tapi dia kan lagi hamil."


"Arika akan berangkat setelah melahirkan. Dia ingin meninggalkan kota ini dan kenangan pahit nya." Ujar Bu sukma tanpa menutupi apa pun.


Farid tampak shock mendengar penuturan Bu sukma barusan. Sesakit itukah perasaan Arika hingga ia memutuskan untuk pergi.


Ditengah perbincangan mereka, tiba-tiba pintu terbuka Arika melangkahkan kaki nya kedalam, di ikuti Doni yang membawa banyak belanjaan. Arika mematung sesaat saat melihat Farid duduk di sofa bersama Bu sukma, Farid juga menoleh pada Arika seketika pandangan mereka beradu, ada kerinduan di dalam tatapan Farid. Secepat nya Arika berjalan masuk ke kamar nya dan mengunci pintu. Doni pun ikut terdiam di tempat nya.


Di lihat nya Farid tanpa ekspresi, kemudian di letak kan nya belanjaan nya di sofa yang kosong. Farid berdiri ingin menyusul Arika, tapi di tahan oleh Doni.

__ADS_1


"Biarkan dia tenang dulu," ucap Doni.


"Tapi aku ingin minta maaf pada nya." Farid tetap ingin menyusul Arika.


"Biar tante yang menyusul nya." Bu sukma beranjak ke kamar Arika.


Farid kembali duduk bagitu pun Doni.


"Setelah apa yang kau lakukan, kau dengan mudah nya datang ke sini." ucap Doni dengan wajah datar.


"Aku minta maaf karena menuduh kaliqn selingkuh, aku gelap mata dan percaya begitu saja dengan Ariana." Jawab Farid penuh dengan penyesalan.


"Aku memang bodoh tidak mempercayai kalian. Aku benar-benar menyesal."


"Sudah lah, semua sudah terjadi sekarang keputusan ada di tangan Arika. Berdo'alah semoga ia memaafkan mu."


Doni beranjak dari tempat duduk nya meninggalkan Farid sendiri.


***


Di dalam kamar Arika.

__ADS_1


"Bu, suruh dia pergi aku tak ingin melihat nya lagi," mohon Arika sambil menangis.


Bu sukma meraih tangan Arika, "sayang jangan begitu, dia tulus ingin minta maaf pada mu." Jelas Bu sukma.


"Tapi Bu, dia tidak pernah mempercayai ku bahkan tidak meminta penjelasan dari ku. Aku takut dia akan mengulangi nya lagi Bu." Arika masih enggan memberi maaf nya.


"Baiklah ibu akan suruh dia pulang, tenangkan dirimu kasian cucu ibu di dalam sini, nanti dia ikut sedih lo melihat ibu nya menangis." Ucap Bu sukma sambil mengelus perut Arika.


Bu sukma tidak ingin memaksa Arika memaafkan Farid, karena dia takut Arika semakin sedih dan berdampak buruk pada bayi nya.


Bu sukma duduk kemudian berkata, "Sebaik nya Nak Farid pulang dulu, Arika belum mau ketemu sama kamu."


"Tapi tante saya harus minta maaf." Kata Farid.


"Lain kali saja ya. Dia sangat sedih dan tante takut akan berdampak buruk pada kehamilan nya." Bu sukma menjelaskan pada Farid.


Farid pulang dalam keadaan sedih, menyesali perbuatan nya dan betapa jahat nya dia pada istri nya.


💝💝💝


Like dan koment ya shay😊

__ADS_1


__ADS_2