
Semua tamu sudah pulang ke rumah masing-masing. Tinggal para pelayan yang tampak membereskan sisa-sisa pesta penyambutan.
Arika masuk ke kamar sambil menggendong Arka. di ikuti oleh pengasuh nya di belakang. Mertua nya mempekerjakan pengasuh karena takut Arika belum sembuh tolal. Arika pun tak dapat menolak.
"Bik, biar Arka saya bawa ke kamar, Bibi silahkan istirahat dulu." Arika menyuruh sang pengasuh istirahat.
"Baik nyonya," jawab nya singkat lalu turun ke bawah.
Arika ingin menghabiskan waktu berdua dengan Arka, rasa nya ia tak mau lepas dari nya. Di letak kannya Arka di atas ranjang nya. Mengajak Arka bermain. Arka yang mudah tertawa membuat Arika tampak senang. Masih asyik dengan Arka. Arika tidak menyadari kedatangan suami nya. Farid menghampiri istri dan anak nya. Farid mencium pipi gembul Arka.
Arka merengek seperti nya haus, Arika yang mengerti hendak membuat susu. Farid menghentikan Arika, mengambil alih membuatkan susu untuk Arka. Arika meletak kan Arka di pangkuan nya saat Farid sudah datang dengan sebotol susu di tangan nya.
Arika meraih botol susu dan memberikan nya ke mulut Arka. Farid duduk di depan istri nya sambil mencium Arka gemes. Arka menggeliat tampak terganggu dengan ulah Papa nya.
Akhir nya Arka tertidur, Arika meletakan nya kedalam box bayi yang sudah di siap kan di kamar mereka.
__ADS_1
Farid sudah selesai mandi dan duduk di ranjang. Arika pun hendak bersiap merebah kan diri nya di ranjang.
"Sayang," Farid menatap istri nya. Arika menoleh sebentar lalu memalingkan wajah nya. Arika memang masih bersikap dingin pada Farid. Dia takut terlalu cepat memaafkan Farid akan menyakiti nya lagi.
"Aku sangat bahagia, akhir nya kita bisa berkumpul lagi." Farid mulai bicara. "Kita mulai lagi dari awal ya, aku janji tidak akan menyakiti mu lagi."
"Aku lelah dan ngantuk," Arika hanya menjawab singkat tak menanggapi apa yang di katakan suami nya barusan.
Farid tampak sedih karena istri nya sepertinya belum memaafkan nya sepenuh nya. Dia juga ikut merebahkan istri nya dan memeluk pinggang nya dari belakang. Arika yang belum tidur hanya diam saja.
Pagi hari yang cerah tampak kedua orang tua Farid duduk di taman bermain dengan cucu nya. Arika menatap tersenyum dari dalam rumah menyaksikan mertua nya yang tampak bahagia dengan bayi nya.
Arika menyiap kan sarapan suami nya. Walaupun dia belum bisa bersikap manis pada suami nya tapi dia tetap menyiap kan sarapan suami nya.
30 menit berlalu Farid tetap tidak turun dari kamar nya. Arika masuk ke kamar hendak melihat Farid. Di lihat nya Farid masih berbaring di tempat tidur dengan sarung dan baju koko yang di kenakan nya saat sholat subuh. Arika mendekat hendak menyentuh bahu suami nya, tapi belum
__ADS_1
sempat ia bersuara tubuh nya sudah di tarik Farid hingga posisi nya berada di atas Farid.
Cup
Farid langsung mencium bibir istri nya. Arika meronta berusaha melepaskan diri dari dekapan suami nya, tapi usaha nya sia karena Farid memeluk nya erat. Farid membalik tubuh nya hingga kini Arika yang berada di bawah. Tatapan mereka bertemu, Arika memalingkan wajah nya berusaha melepaskan diri dari suami nya itu. Tapi seperti nya sia-sia. Farid seakan tuli mendengar rontaan Arika yang minta di lepas kan. Farid kembali mencium bibir istri nya, tapi bukan ciuman singkat melainkan *******. Farid melakukan nya dengan sangat lembut. Arika yang awal nya menolak pun mulai membalas l****** suami nya.
Farid merasa jika istri nya itu sudah ter*******. Tangan nya mulai nakal men****** bagian tubuh istri nya. Akhir nya pagi itu terjadi olah raga bersama.
Karena khawatir dengan kesehatan istri nya mereka hanya melakukan nya sekali.
Farid benar-benar bahagia.
💝💝💝
like dan koment ya guys
__ADS_1