
Meski dengan berat hati mereka tetap berangkat ke Bali. Sesampai nya di Hotel ternyata Mama nya sudah menelfon pihak Hotel untuk menyiap kan kamar untuk mereka berdua.
Setelah sampai di kamar, Arika melihat sekeliling dan berjalan menuju balkon kamar. Dia merasa takjub melihat pemandangan pantai, tanpa di sadari nya Farid tengah memperhatikan nya dari belakang.
Setelah puas memandang, Arika berbalik seketika mata mereka beradu. Mereka sama sama kikuk. Arika menunduk dan berjalan masuk ke arah koper mereka hendak menyusun pakaian ke dalam lemari.
Farid masuk kedalam kamar mandi, Arika yang sudah siap menata pakaian mereka kini merebahkan dirinya di atas kasur. Mungkin karena lelah di perjalanan akhirnya dia tertidur.
Farid yang baru saja keluar dari kamar mandi lagi lagi terpana melihat wajah Arika.
Deg
"Ya Tuhan, cantik sekali dia." Farid berbicara dalam hati.
Yah, Arika memang gadis yang cantik. Kecantikan nya masih alami.
Tiga puluh menit berlalu Arika mengerjapkan mata nya, dilihat nya Farid duduk di tepi ranjang sedang memainkan ponsel nya.
"Mandilah, setelah itu kita makan ke bawah." Ucap Farid tanpa menoleh pada Arika.
Arika menjawab, " baiklah."
Arika masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Ponsel Farid berbunyi di lihat nya sang Mama menelfon. Farid segera mengangkat panggilan Mama nya.
"Assalamualaikum Ma?"
"Waalaikumsalam."
"Ada apa Ma?"
"Gimana perjalanan kalian?"
"Biasa aja Ma"
"Dimana Arika?"
"Dia sedang mandi Ma. Mama mau bicara sama dia?"
"Apaan sih Mama, kami kan bisa makan di bawah ma."
"Tidak tidak ini tu sengaja Mama pesan buat kalian. Yah, anggaplah ini sebagai hadiah bulan madu buat kalian. Udah dulu ya Mama tutup telfon nya, Salam buat Arika."
Tut tut tut
"Apaan sih Mama." Gerutu Farid, "Bulan madu? emang siapa yang bulan madu?"
__ADS_1
Farid kembali memainkan ponsel nya tanpa di sadari nya Arika sudah siap dan berjalan ke arah nya. "Kita berangkat sekarang?", ajak Arika. Farid mengangkat kepalanya dan lagi lagi Farid terpana melihat wajah Arika dengan riasan tipis dan lipstik yang pink menambah kecantikan nya.
"Mas?" Arika menyadarkan Farid dari lamunan nya.
"I iya", Farid menjawab dengan gugup dan segera mengalihkan tatapanya.
"Dia cantik sekali bahkan dia lebih cantik dari Ariana, tidak tidak Ariana adalah cintaku aku tidak boleh jatuh cinta lagi." Gumam nya dalam hati.
Arika heran melihat tingkah Farid seperti orang yang tengah berfikir." Ayo" Ajak nya lagi.
"Emm ... Mama baru saja menelfon, kita tidak jadi makan di bawah, Mama udah pesankan makanan buat kita," jawab nya
"Kalau begitu aku ganti baju dulu." Arika berjalan ke arah lemari hendak mengambil baju tidur.
"Tidak tidak usah ganti pakai itu saja," kata Fatid cepat.
"Tapi kita tidak jadi keluar buat apa memakai baju seperti ini." Arika menoleh pada Farid.
Farid menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya tidak apa apa baju itu saja sudah bagus." Jawab nya gugup.
"Ya sudah lah," Arika berjalan ke arah tepi ranjang.
Mereka sama sama duduk di tepi ranjang sama sama memainkan ponsel nya dala diam. Tapi sepertinya hanya Arika yang benar benar memainkan ponsel nya, Farid sesekali mencuri pandang pada Arika. Rasa nya dia terus ingin menatap wajah wanita yang sudah menjadi istri nya itu.
__ADS_1
💝💝💝
TBC