Cinta Arika

Cinta Arika
23. Kemarahan Doni


__ADS_3

Besok nya Doni datang ke kantor Farid. Setelah bertanya kepada resepsionis Doni berjalan menuju ruangan Farid, secretaris Farid mempersilah kan Doni masuk.


Farid tampak duduk santai di kursi nya dengan memainkan pena di tangan nya.


"Hai,, Doni sudah lama kita tidak bertemu, apa kabar?" Farid menyambut Doni dengan kata-kata yang di buat seramah mungkin.


"Baik," Doni menjawab singkat.


"Silah kan duduk Tuan Doni," Farid mempersilahkan Doni duduk di sofa. Lalu Farid menelfon secretaris nya untuk membuat kan minuman.


"Apa yang membawa mu kemari?" tanya Farid to the poin.


"Aku sudah mendengar tentang pernikahan kedua mu, dan tentang hubungan mu dengan Arika." Jawab Doni. "Arika sudah menceritakan semua nya pada ku," lanjut Doni.


"Wah wah wah,, ternyata kalian masih sering bertemu ya?" Farid bertepuk tangan perkataan nya seolah-olah mengejek.


"Ya, kemarin tidak sengaja kami bertemu di mall." Kata Doni.


"Lalu apa saja yang di katakan wanita murahan itu?" tanya Farid. Emosi Doni terpancing.

__ADS_1


"Jaga ucapan mu, Arika itu istri mu dam sedang mengandung anak mu," Doni meninggikan suara nya. Dia tidak rela Arika di hina meskipun oleh suami nya sendiri.


"Anak? kau fikir aku percaya itu anak ku, aku malah berfikir itu anak mu," Farid masih menjawab santai.


"Dasar laki-laki brengsek," Doni ingin meninju Farid. Tapi Farid dengan sigap menahan nya.


"Kau akan menyesal karena menyia-nyiakan Arika." Ucap nya penuh penekana dan menunjuk ke arah Farid. Doni melangkah keluar karena khawatir dia tak bisa lagi mengontrol emosi nya.


***


Sepeninggal nya Doni Farid diam mematung mata nya menatap pada amplop coklat yang di letak kan Doni di meja nya. Tangan nya mengepal kuat.


"Masuk,"


"Pak sudah di tunggu di ruang miting," secretaris mengingatkan Farid.


"Ya saya segera datang, tolong bereskan meja saya sebelum kamu ke ruang miting." Perintah Farid pada secretaris nya.


"Baik Pak,"

__ADS_1


Farid berjalan ke ruang miting kepala nya terasa pusing karena masih memikirkan perkataan Doni.


Farid tampak tidak semangat. Tiba- tiba ia berkata, "miting selesai".


Para karyawan yang ikut miting heran melihat bos mereka, tidak biasa nya bos mereka bersikaf begitu.


Dari ruang miting ia langsung pergi ke pantai, ia melupakan amplop yang di tinggalkan Doni.


Matahari sudah berganti dengan bulan, namun Farid masih betah duduk di kegelapan pantai. Terfikir oleh nya untuk memaafkan Arika, tapi bayangan foto Arika dan Doni di kamar hotel selalu muncul di benak nya.


***


Farid sampai di rumah pukul 11 malam. Saat hendak masuk di lihat nya Arika turun dari tangga, seketika manik mereka beradu. Ada tatapan kerinduan dari pancaran mata kedua nya. Tapi ego lebih menguasai segala nya. Farid langsung membuang tatapan nya dan masuk ke kamar Ariana. Sementara Arika mematung di tangga.


Arika merasa tidak ada harapan lagi untuk rumah tangga nya rasa nya ia ingin pergi dari rumah itu, tapi lagi-lagi dia memikirkan tentang bayi nya.


Besok nya Arika berencana ingin menemui Doni dan minta tolong untuk menyelidiki tentang penyakit Ariana. Dia curiga karena Ariana tidak pernah menunjuk kan tanda-tanda orang sakit. Bahkan Ariana selalu tampak sehat-sehat saja.


💝💝💝

__ADS_1


mohon like dan koment nya shay.


__ADS_2